Surat Ad-Dukhan Ayat 34
QS. Ad-Dukhan: 34 · Juz 25 · Makkiyah
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَيَقُولُونَ
Inna hā'ulā'i layaqūlūn(a).
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,
Baca dalam Surat Ad-DukhanQS. Ad-Dukhan: 34 · Juz 25 · Makkiyah
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَيَقُولُونَ
Inna hā'ulā'i layaqūlūn(a).
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,
Baca dalam Surat Ad-DukhanPenjelasan ayat 34–37 sekaligus.
"Sesungguhnya mereka (kaum musyrikin) itu benar-benar berkata, 'Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan, maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar.' Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka? Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa." (Ad-Dukhan: 34-37).
(34-35) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa, ﴿ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴾ "sesung-guhnya mereka (kaum musyrikin) itu," yang mendustakan berkata seraya mengingkari Hari Kebangkitan, ﴿ إِنۡ هِيَ إِلَّا مَوۡتَتُنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُنشَرِينَ ﴾ "Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan," yakni, tidak ada kehidupan lain selain ke-hidupan dunia, tidak ada kebangkitan, surga atau neraka.
(36) Selanjutnya mereka berkata dengan lancang terhadap Rabb mereka dan melemahkan Nabi Muhammad a, ﴿ فَأۡتُواْ بِـَٔابَآئِنَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴾ "Maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar." Inilah usulan orang-orang bodoh lagi menentang yang jauh. Apa korelasinya antara kebenaran Rasulullah a dengan dihidupkannya bapak-bapak mereka. Telah banyak tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى berlaku sebagai bukti kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah a kepada mereka dan sudah sangat masyhur didengar dari generasi ke generasi secara berantai dari berbagai segi.
(37) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ أَهُمۡ خَيۡرٌ ﴾ "Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik," yakni, mereka yang menjadi obyek dialog, ﴿ أَمۡ قَوۡمُ تُبَّعٖ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ مُجۡرِمِينَ ﴾ "ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka? Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa," orang-orang kafir Quraisy tidak lebih baik dari mereka dan orang-orang kafir telah sama-sama melakukan dosa. Untuk itu hendaklah mereka mengharap kebinasaan seperti yang pernah menimpa kawan-kawan mereka sesama pendosa.
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).
Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.