Surat Ad-Dukhan Ayat 43
QS. Ad-Dukhan: 43 · Juz 25 · Makkiyah
إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ
Inna syajarataz-zaqqūm(i).
Sesungguhnya pohon zakum itu,
Baca dalam Surat Ad-DukhanQS. Ad-Dukhan: 43 · Juz 25 · Makkiyah
إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ
Inna syajarataz-zaqqūm(i).
Sesungguhnya pohon zakum itu,
Baca dalam Surat Ad-DukhanPenjelasan ayat 43–50 sekaligus.
"Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang ba-nyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuang-kanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu kamu selalu meragu-kannya." (Ad-Dukhan: 43-50).
(43-50) Ketika Allah سبحانه وتعالى menyebutkan Hari Kiamat dan Dia memberi putusan terhadap sesama hambanya di hari itu, selan-jutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dua golongan hamba-hambaNya; golongan yang ada di surga dan golongan yang ada di neraka. Golongan kedua adalah orang-orang berdosa karena mengerjakan kekufuran dan kemaksiatan. Makanan mereka adalah ﴿ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ ﴾ "pohon zaqqum," pohon yang paling buruk dan keji, rasanya ﴿ كَٱلۡمُهۡلِ ﴾ "seperti kotoran minyak," yaitu seperti kotoran minyak yang berbau busuk dan rasanya amat panas, ﴿ يَغۡلِي فِي ٱلۡبُطُونِ كَغَلۡيِ ٱلۡحَمِيمِ ﴾ "yang men-didih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas," dan dikatakan kepada orang yang disiksa, ﴿ ذُقۡ ﴾ "Rasakanlah," azab yang pedih dan siksaan yang menyakitkan ini, ﴿ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡكَرِيمُ ﴾ "sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia," yakni, karena kau mengira bahwa kau adalah orang perkasa dan akan dapat menangkal azab Allah سبحانه وتعالى dan kau orang mulia sehingga Allah سبحانه وتعالى tidak boleh menimpakan azab padamu. Pada hari ini terlihat jelas bahwa kau adalah orang tercela, hina, dan rendah.﴿ إِنَّ هَٰذَا مَا كُنتُم بِهِۦ تَمۡتَرُونَ ﴾ "Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu kamu selalu meragu-kannya," yakni, engkau sangsikan dan sekarang menjadi kebenaran yang meyakinkan bagi kalian.
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).
Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.