Surat Al-Ahqaf Ayat 12

QS. Al-Ahqaf: 12 · Juz 26 · Makkiyah

وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةٗۚ وَهَٰذَا كِتَٰبٞ مُّصَدِّقٞ لِّسَانًا عَرَبِيّٗا لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُحۡسِنِينَ

Wa min qablihī kitābu mūsā imāmaw wa raḥmah(tan), wa hāżā kitābum muṣaddiqul lisānan ‘arabiyyal liyunżiral-lażīna ẓalamū, wa busyrā lil-muḥsinīn(a).

Dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Qur`ān) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Baca dalam Surat Al-Ahqaf

Tafsir QS. Al-Ahqaf: 12

Penjelasan ayat 11–12 sekaligus.

"Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Kalau sekiranya ia (al-Qur`an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata, 'Ini adalah dusta yang lama.' Dan sebelum al-Qur`an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (al-Qur`an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zhalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang ber-buat baik." (Al-Ahqaf: 11-12).

(11-12) Artinya, mereka mengingkari dan menentang ke-benaran serta menolak seruan Nabi Muhammad a dengan berkata, ﴿ لَوۡ كَانَ خَيۡرٗا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِۚ ﴾ "Kalau sekiranya ia (al-Qur`an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya." Artinya, tentu tidak didahului oleh orang-orang yang beriman dan tentu kami adalah orang-orang yang pertama mendahuluinya. Pernyataan mereka ini merupakan kepalsuan. Bukti apa yang bisa menunjukkan bahwa tanda-tanda kebenaran itu pasti didahului oleh mereka yang mendustakan, bukan orang-orang yang percaya terlebih dahulu? Apakah jiwa mereka paling bersih, akalnya paling sempurna atau apakah petunjuk berada di tangan mereka? Hanya saja perkataan yang muncul dari mulut mereka ini adalah ucapan duka cita untuk diri mereka sendiri seperti orang yang tidak mampu berbuat sesuatu kemudian mencelanya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَإِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكٞ قَدِيمٞ ﴾ "Karena mereka tidak men-dapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata, 'Ini adalah dusta yang lama'." Artinya, penyebab yang membuat mereka melakukan hal itu adalah karena mereka tidak mendapat petunjuk al-Qur`an ini, mereka pun tidak mendapatkan karunia terbesar dan keinginan paling agung. Mereka tidak menerima al-Qur`an karena mereka berdusta, padahal al-Qur`an adalah kebenaran yang tidak ada ke-raguannya dan tidak bisa dibantah. Al-Qur`an sesuai dengan kitab samawi sebelumnya dari segi kesempurnaan dan keutamaan yaitu kitab Taurat yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada, ﴿ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةٗۚ ﴾ "Musa, sebagai petunjuk dan rahmat." Artinya, diteladani oleh Bani Israil dan dijadikan petunjuk sehingga mereka pun mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. ﴿ وَهَٰذَا ﴾ "Dan ini," yakni, al-Qur`an, ﴿ كِتَٰبٞ مُّصَدِّقٞ ﴾ "adalah kitab yang membenarkannya," yakni, membenarkan kitab-kitab sebelum-nya dan bersaksi atas kebenarannya karena sesuai dengan kitab-kitab sebelumnya. Allah menjadikannya ﴿ لِّسَانًا عَرَبِيّٗا ﴾ "dalam bahasa Arab," agar mudah dibaca dan diingat, ﴿ لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴾ "untuk mem-beri peringatan kepada orang-orang yang zhalim" terhadap diri mereka dengan kekufuran, kefasikan, dan pembangkangan bahwa jika mereka terus menerus dalam kezhaliman, maka mereka akan mendapatkan siksaan. Dan juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat baik dengan menyembah sang Khaliq dan yang berguna bagi orang lain dengan pahala yang besar di dunia dan di akhirat dan diberi peringatan akan amalan-amalan yang diperingatkan dan amalan-amalan yang digembirakan.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Ahqaf: 12

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (5), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَمِن قَبۡلِهِۦNun mati bertemu ق
  • لِّيُنذِرَNun mati bertemu ذ

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • إِمَامٗا وَرَحۡمَةٗۚTanwin bertemu و
  • وَرَحۡمَةٗۚ وَهَٰذَاTanwin bertemu و
  • كِتَٰبٞ مُّصَدِّقٞTanwin bertemu م
  • مُّصَدِّقٞ لِّسَانًاTanwin bertemu ل
  • عَرَبِيّٗا لِّيُنذِرَTanwin bertemu ل

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلِهِۦب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini