Surat Al-Ahqaf Ayat 5

QS. Al-Ahqaf: 5 · Juz 26 · Makkiyah

وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ

Wa man aḍallu mimmay yad‘ū min dūnillāhi mal lā yastajību lahū ilā yaumil-qiyāmati wa hum ‘an du‘ā'ihim gāfilūn(a).

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

Baca dalam Surat Al-Ahqaf

Tafsir QS. Al-Ahqaf: 5

Penjelasan ayat 4–6 sekaligus.

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah, perlihatkanlah kepadaKu apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (al-Qur`an) ini atau peninggalan dari pengeta-huan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar.' Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang me-nyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat mem-perkenankan (doanya) sampai Hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat), niscaya sembahan-sembahan mereka itu men-jadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." (Al-Ahqaf: 4-6).

(4) Artinya, ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah," kepada mereka yang menye-kutukan Allah سبحانه وتعالى dengan patung dan sekutu yang tidak memiliki manfaat dan juga bahaya, tidak juga memiliki kehidupan, kematian dan kebangkitan. Katakanlah kepada mereka seraya menjelaskan lemahnya berhala-berhala mereka dan berhala-berhala tersebut sama sekali tidak berhak disembah, ﴿ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكٞ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِۖ ﴾ "Perlihatkanlah kepadaKu apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit." Artinya, apakah sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu mampu menciptakan bintang di langit atau menciptakan sesuatu di bumi, apakah mereka mampu menciptakan gunung, apakah mereka yang mengalirkan sungai, apakah mereka mengembang-biakkan hewan, apakah mereka menumbuhkan pohon, apakah di antara sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu membantu Allah سبحانه وتعالى dalam menciptakan salah satu dari makhluk? Tentu tidak, ber-dasarkan pengakuan mereka sendiri, lebih-lebih pengakuan yang lain. Ini merupakan dalil aqli yang jelas dan tegas yang menunjuk-kan bahwa penyembahan selain Allah سبحانه وتعالى adalah batil. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dalil n a q l i ﴿ ٱئۡتُونِي بِكِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ هَٰذَآ ﴾ "Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (al-Qur`an) ini," yaitu sebuah kitab yang menyerukan untuk berbuat syirik, ﴿ أَوۡ أَثَٰرَةٖ مِّنۡ عِلۡمٍ ﴾ "atau peninggalan dari pengetahuan," yang diwariskan oleh para rasul yang memerintahkan hal itu. Dapat diketahui, orang-orang musy-rik tidak mampu menunjukkan dalil yang menunjukkan adanya seorang rasul pun yang memerintahkan untuk berbuat syirik. Kita semua yakin bahwa semua rasul memerintahkan untuk mengesa-kan Allah سبحانه وتعالى dan melarang untuk berbuat syirik, dan inilah ilmu terbesar yang mereka wariskan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ﴾ "Dan Kami telah mengutus seorang rasul dalam tiap-tiap umat agar mereka menyembah Allah dan menjauhi thaghut," (An-Nahl: 36), dan setiap rasul berkata kepada kaumnya, ﴿ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ ﴾ "Sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan lain selain-Nya." (Al-A'raf: 59). Maka dapat diketahui bahwa penolakan orang-orang musyrik tentang perbuatan syirik yang mereka lakukan sama sekali tidak berdasar pada bukti maupun dalil. Mereka hanya berlandaskan pada dugaan dusta, pendapat runtuh, serta akal yang rusak. Hal itu menunjukkan kepada kita semua akan runtuhnya dugaan, pandangan, serta akal sehat mereka melalui penelusuran terhadap kondisi mereka, ilmu dan amal, serta dengan meneliti orang-orang yang menghabiskan usia mereka dalam menyembah berhala dan sesembahan lain selain Allah سبحانه وتعالى, apakah hal itu berguna bagi me-reka di dunia dan di akhirat.

(5-6) Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴿ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ ﴾ "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doanya) sampai Hari Kiamat?" Yakni, selama waktu ketika mereka berada di dunia, sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu sama sekali tidak membawa manfaat sekecil atom se-kalipun, ﴿ وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ ﴾ "dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka." Para sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu tidak bisa mendengar satu pun permintaan mereka dan tidak mampu pula mengabul-kannya. Ini adalah kondisi mereka di dunia. Sedangkan pada Hari Kiamat, para sesembahan itu akan mengingkari kesyirikan yang mereka lakukan. Ketika semua manusia dikumpulkan, semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى menjadi musuh orang-orang musyrik. Mereka saling melaknat satu sama lain. Semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى mengingkari sesembahan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Ahqaf: 5

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن دُونِNun mati bertemu د
  • عَن دُعَآئِهِمۡNun mati bertemu د

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مِمَّن يَدۡعُواْNun mati bertemu ي
  • مَن لَّاNun mati bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • مِمَّنMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَدۡعُواْد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini