Surat Al-An'am Ayat 162

QS. Al-An'am: 162 · Juz 8 · Makkiyah

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Qul inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".

Baca dalam Surat Al-An'am

Tafsir QS. Al-An'am: 162

Penjelasan ayat 161–165 sekaligus.

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.' Katakanlah, 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup-ku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepada-ku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).' Katakanlah, 'Apakah aku akan mencari tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakanNya kepadamu apa yang kamu perselisihkan?' Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi, dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang sesuatu yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-An'am: 161-165).

(161) Allah memerintahkan NabiNya agar berkata dan mengumumkan sesuatu yang dipijaknya dalam bentuk hidayah kepada jalan yang lurus, agama yang seimbang yang mengandung akidah-akidah yang berguna, amal yang shalih, perintah kepada semua yang baik, melarang dari segala yang buruk, yang dianut oleh para Nabi dan Rasul Allah, khususnya imam orang-orang yang bertauhid. Bapak para Nabi yang diutus sesudahnya, Khalil ar-Rahman, Ibrahim. Yaitu agama yang lurus yang condong dari semua agama yang tidak lurus yang dianut oleh para penyimpang seperti Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik. Ini umum.

(162) Kemudian Dia mengkhususkan dari itu ibadah yang paling mulia. Dia berfirman, ﴿ قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي ﴾ "Katakanlah, 'Sesungguh-nya shalatku, sembelihanku,'." Maksudnya, penyembelihanku. Hal itu karena kemuliaan dua ibadah ini serta keutamaannya, dan ke-duanya merupakan petunjuk kecintaan kepada Allah, pengikhlasan agama untukNya, mendekatkan diri kepadaNya dengan hati dan lisan serta anggota badan. Dan dengan penyembelihan yang meru-pakan pengorbanan harta yang dicintai oleh jiwa demi yang lebih dia cintai, yaitu Allah. Dan barangsiapa ikhlas dalam shalat dan penyembelihannya, maka secara otomatis dia akan ikhlas pada amal-amalnya yang lain. FirmanNya, ﴿ وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي ﴾ "Hidupku dan matiku," yakni apa yang diberikan kepadaku dalam hidupku, apa yang Allah titipkan kepadaku dan apa yang ditakdirkan atasku pada waktu matiku. Semua itu ﴿ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴾ "hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

(163) ﴿ لَا شَرِيكَ لَهُۥۖ ﴾ "Tiada sekutu bagiNya" dalam ibadah, seba-gaimana Dia tidak memiliki sekutu dalam hak kepemilikan dan pengaturan. Keikhlasan kepada Allah ini bukanlah sesuatu yang baru dariku, tidak pula sesuatu yang aku ada-adakan dari diriku sendiri. Akan tetapi ﴿ وَبِذَٰلِكَ أُمِرۡتُ ﴾ "itulah yang diperintahkan kepadaku," secara pasti, di mana aku tidak keluar dari tanggung jawab kecuali dengan menaatinya. ﴿ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴾ "Dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)," dari umat ini.

(164) ﴿ قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِي رَبّٗا ﴾ "Katakanlah, 'Apakah aku akan mencari tuhan selain Allah'." Maksudnya, apakah aku akan mencari tuhan selain Allah dari kalangan makhluk. Layakkah itu bagiku. Baikkah itu bagiku kalau aku menjadikan selainNya sebagai pendidik dan pengaturku sementara Dia adalah Tuhan segala sesuatu? Semua makhluk berada di bawah rububiyahNya dan tunduk kepada perin-tahNya, maka wajib atasku dan atas selainku menjadikan Allah sebagai Tuhan, ridha kepadaNya dan agar tidak bergantung kepada para makhluk yang miskin lagi lemah. Kemudian Allah mendo-rong dan memperingatkan kita dengan balasan itu. Dia berfirman, ﴿ وَلَا تَكۡسِبُ كُلُّ نَفۡسٍ ﴾ "Dan tidaklah seseorang membuat sesuatu," yang baik dan yang buruk ﴿ إِلَّا عَلَيۡهَاۚ ﴾ "melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri." Sebagaimana Firman Allah, ﴿ مَّنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۗ ﴾ "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri." (Fushshilat: 46). ﴿ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ﴾ "Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." Akan tetapi masing-masing memikul dosanya sendiri-sendiri. Jika seseorang menjadi penyebab kesesatan dan dosa orang lain, maka dia memikul dosa sebagai penyebab tanpa mengurangi dosa pelaku sedikit pun. ﴿ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ ﴾ "Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali," pada Hari Kiamat.﴿ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ ﴾ "Dan akan diberitakanNya kepadamu apa yang kamu perseli-sihkan." Baik dan buruk, dan membalasmu dengan itu dengan sem-purna.

(165) ﴿ وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi." Maksudnya, sebagian mengganti-kan (sebagai pemimpin) sebagian yang lain. Allah menempatkan-mu di bumi dan Dia menundukkan sesuatu yang ada padanya untukmu. Dia mengujimu untuk melihat bagaimana kamu beramal. ﴿ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ ﴾ "Dan Dia meninggikan sebagian kamu atas se-bagian (yang lain) beberapa derajat," dalam kekuatan, keselamatan, rizki, penciptaan, dan akhlak. ﴿ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ ﴾ "Untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu." Maka amalmu pun berbeda-beda. ﴿ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ ﴾ "Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya" kepada orang yang durhaka kepadaNya dan mendustakan ayat-ayatNya. ﴿ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٞ رَّحِيمُۢ ﴾ "Dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," bagi yang beriman kepadanya dan beramal shalih serta bertaubat dari perbuatan-perbuatan dosa besar.

Ini adalah akhir tafsir Surat al-An'am. Segala puji dan san-jungan adalah milik Allah. Semoga shalawat dan salam yang banyak terlimpahkan kepada Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatNya sampai Hari Kiamat.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-An'am: 162

Hukum Tajwid QS. Al-An'am: 162

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini