Surat Al-An'am Ayat 2

QS. Al-An'am: 2 · Juz 7 · Makkiyah

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ثُمَّ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ

Huwal-lażī khalaqakum min ṭīnin ṡumma qaḍā ajalā(n), wa ajalum musamman ‘indahū ṡumma antum tamtarūn(a).

Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

Baca dalam Surat Al-An'am

Tafsir QS. Al-An'am: 2

Penjelasan ayat 1–2 sekaligus.

"Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) de-ngan Tuhan mereka. Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisiNya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya), kemudian kamu ma-sih ragu-ragu (tentang kebangkitan itu)." (Al-An'am: 1-2).

Makkiyah

(1) Ini adalah pemberitahuan tentang pujian dan sanjungan kepadaNya dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan dan ke-muliaan, khususnya sifat-sifat yang disebut di dalamnya. Allah memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap langit dan bumi yang membuktikan kesempurnaan kemampuanNya, keluasan ilmu dan rahmatNya, keumuman hikmahNya dan kesendirianNya dalam penciptaan dan pengaturan, dan Dia juga memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap kegelapan dan cahaya. Itu meliputi hal yang konkret seperti malam dan siang, matahari dan rembulan, juga meliputi yang abstrak seperti kegelapan kebodohan, keraguan, kesyirikan, kemaksiatan, kelalaian dan cahaya ilmu, keimanan, keyakinan dan ketaatan. Semua ini menunjukkan dengan penun-jukan yang pasti bahwa Allah berhak atas ibadah dan pengikhlas-an agama untukNya. Walaupun dengan dalil yang jelas dan bukti yang nyata, ﴿ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ ﴾ "kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka." Maksudnya, mereka menyamakan yang lain denganNya dalam ibadah dan pengagungan, padahal mereka yang disamakan dengan Allah itu tidak menandingi Allah dalam sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. Mereka itu miskin, lemah, dan kurang dalam segala segi.

(2) ﴿ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ﴾ "Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah," yang demikian itu dengan menciptakan bahan dasar dirimu (yang berasal dari tanah) dan bapakmu, Adam عليه السلام (yang juga dari tanah). ﴿ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ ﴾ "Sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)," maksudnya, Dia menjatah hidupmu di dunia ini, dengannya kamu bersenang-senang, kamu diuji dengan syariat para rasul yang di-utus kepadamu demi menguji siapa yang berbuat terbaik di antara kamu dan memberimu umur yang mana orang yang berusaha mengingatnya tidak akan ingat. ﴿ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ﴾ "Dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisiNya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya)," yaitu alam Akhirat di mana manusia pindah ke sana dari alam ini lalu Dia membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka, baik dan buruk. ﴿ ثُمَّ ﴾ "Kemudian," walaupun dengan penjelasan yang sempurna yang memangkas hujjah, ﴿ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ ﴾ "kamu masih ragu-ragu (tentang kebangkitan itu)." Maksudnya, kamu meragukan janji pahala Allah dan ancaman siksaNya setelah terjadinya pembalasan pada Hari Kiamat. Allah menyebutkan kegelapan dengan bentuk jamak, karena bahannya banyak dan jalannya bermacam-macam, sementara cahaya disebutkan dengan kata tunggal, karena jalan yang meng-antarkan kepada Allah adalah satu, tanpa ragam yaitu jalan yang mengandung ilmu tentang kebenaran dan pengamalannya, seba-gaimana FimanNya, ﴿ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ﴾ "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah ia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya." (Al-An'am: 153).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-An'am: 2

Ayat ini memuat 10 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (3), ghunnah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِّن طِينٖNun mati bertemu ط
  • طِينٖ ثُمَّTanwin bertemu ث
  • عِندَهُۥۖNun mati bertemu د
  • أَنتُمۡNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • خَلَقَكُم مِّنMim mati bertemu م
  • أَجَلٗاۖ وَأَجَلٞTanwin bertemu و
  • وَأَجَلٞ مُّسَمًّىTanwin bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ثُمَّMim bertasydid
  • مُّسَمًّىMim bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini