Surat Al-An'am Ayat 42

QS. Al-An'am: 42 · Juz 7 · Makkiyah

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ

Wa laqad arsalnā ilā umamim min qablika fa akhażnāhum bil-ba'sā'i waḍ-ḍarrā'i la‘allahum yataḍarra‘ūn(a).

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

Baca dalam Surat Al-An'am

Tafsir QS. Al-An'am: 42

Penjelasan ayat 42–45 sekaligus.

"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).

(42) Allah berfirman, ﴿ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴾ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴿ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴾ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴿ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴾ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.

(43) ﴿ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴾ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴿ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴾ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.

(44) ﴿ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴾ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴿ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴾ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.

(45) ﴿ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴾ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴿ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴾ "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam," atas apa yang Dia tetap-kan dan Dia takdirkan, berupa binasanya orang-orang yang men-dustakan. Dengan itu jelaslah ayat-ayatNya dan pemuliaanNya kepada wali-waliNya, penghinaanNya kepada musuh-musuhNya, serta kebenaran ayat-ayat yang dibawa oleh para Rasul.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-An'am: 42

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِّن قَبۡلِكَNun mati bertemu ق
  • فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِMim mati bertemu ب

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أُمَمٖ مِّنTanwin bertemu م

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَلَقَدۡد mati
  • قَبۡلِكَب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini