Surat Al-Anbiya' Ayat 104

QS. Al-Anbiya': 104 · Juz 17 · Makkiyah

يَوۡمَ نَطۡوِي ٱلسَّمَآءَ كَطَيِّ ٱلسِّجِلِّ لِلۡكُتُبِۚ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ وَعۡدًا عَلَيۡنَآۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ

Yauma naṭwis-samā'a kaṭayyis-sijilli lil-kutib(i), kamā bada'nā awwala khalqin nu‘īduh(ū), wa‘dan ‘alainā, innā kunnā fā‘ilīn(a).

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.

Baca dalam Surat Al-Anbiya'

Tafsir QS. Al-Anbiya': 104

Penjelasan ayat 104–105 sekaligus.

"(Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagaimana menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulangi-nya. Itulah janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya. Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bah-wasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang shalih." (Al-Anbiya`: 104-105).

(104) Allah mengabarkan bahwa pada Hari Kiamat, Dia akan melipat langit-langit kendatipun bentuknya besar dan begitu luas, sebagaimana seorang penulis menutup lembaran-lembaran catatan. Yakni, kertas yang dipakai untuk menulis. Maka, bintang-bintangnya akan jatuh berserakan, matahari dan bulan akan terlipat, tergelincir keluar dari tempat porosnya. ﴿ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴾ "Sebagaimana Kami telah memulai pen-ciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya." Maksudnya, pengembalian Kami dalam mencipta seperti permulaan Kami dalam mencipta mereka. Sebagaimana Kami (mampu) memulai penciptaan mereka yang sebelumnya mereka belum menjadi apa pun, demikian pula Kami (mampu) mengembalikan mereka (hidup) setelah mati. ﴿ وَعۡدًا عَلَيۡنَآۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ 104 ﴾ "Itulah janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya." Kami akan menjalankan janji Kami, karena kesempurnaan kekuatanNya, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang mampu mencegahNya.

(105) ﴿ وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِي ٱلزَّبُورِ ﴾ "Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur," yaitu kitab yang tertulis, maksudnya kitab-kitab yang diturunkan, misalnya Taurat dan lainnya, ﴿ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ ﴾ "sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh," maksudnya, Kami telah menulis-kannya dalam kitab-kitab yang diturunkan pasca Kami menulis-kannya di kitab terdahulu, yaitu Lauh Mahfuzh dan buku induk yang sesuai dengan seluruh catatan takdir yang berlaku di akhir masa dan yang tertulis di dalamnya, ﴿ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ ﴾ "bahwasanya bumi ini," yaitu hunian surga ﴿ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ٱلصَّٰلِحُونَ 105 ﴾ "dipusakai hamba-hambaKu yang shalih," yang melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Mereka itulah orang-orang yang mana Allah akan mewariskan surga-surga kepada mereka. Seperti perkataan para penghuni surga, ﴿ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا ﴾ "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini." (Al-A'raf: 43). ﴿ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُۖ ﴾ "Dan Dia telah (memberi) kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki." (Az-Zumar: 74). Dan mengandung kemungkinan bahwa maksudnya adalah menjadikan mereka sebagai para khalifah di bumi ini, dan bahwa Allah mendudukkan orang-orang shalih sebagai penguasa di bumi dan menetapkan mereka sebagai pemiliknya. Seperti Firman Allah, ﴿ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ …﴾ "Dan Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan men-jadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka…." (An-Nur: 55).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-Anbiya': 104

Hukum Tajwid QS. Al-Anbiya': 104

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (1), ghunnah (2), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚTanwin bertemu ن

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّاNun bertasydid
  • كُنَّاNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • نَطۡوِيط mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini