Surat Al-Anbiya' Ayat 6

QS. Al-Anbiya': 6 · Juz 17 · Makkiyah

مَآ ءَامَنَتۡ قَبۡلَهُم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَآۖ أَفَهُمۡ يُؤۡمِنُونَ

Mā āmanat qablahum min qaryatin ahlaknāhā, afahum yu'minūn(a).

Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka, maka apakah mereka akan beriman?

Baca dalam Surat Al-Anbiya'

Tafsir QS. Al-Anbiya': 6

Penjelasan ayat 5–6 sekaligus.

"Bahkan mereka berkata (pula), '(Al-Qur`an itu adalah) mim-pi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia (sendiri) seorang penyair, maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus.' Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun sebelum mereka yang ber-iman, yang mana Kami telah membinasakannya (disebabkan pen-dustaan mukjizat), maka apakah mereka akan beriman?" (Al-An-biya`: 5-6).

(5) Allah تعالى menyebutkan kebohongan orang-orang yang mendustakan Muhammad dan al-Qur`an yang dibawanya. Mereka telah berbuat dusta tentangnya dan melontarkan komentar-komen-tar batil lagi bermacam-macam. Terkadang mengatakan, '(Al-Qur`an adalah) mimpi-mimpi kalut ibarat ocehan orang tidur yang sedang mengigau, tidak menyadari apa yang dikatakannya!' Kadang-ka-dang mereka menyatakan, 'Ia telah membual, membuat-buat dan memalsukannya dari dirinya sendiri.' Suatu waktu mereka menga-takan, 'Ia adalah seorang penyair. Dan yang dibawanya adalah syair semata!' Padahal, orang yang mengetahui fakta walau sedikit saja tentang seluk-beluk Rasulullah dan memperhatikan al-Qur`an yang diembannya, niscaya akan yakin seyakin-yakinnya dengan keyakin-an yang tidak bisa dirasuki oleh keragu-raguan, bahwa ia (al-Qur`an) merupakan perkataan yang paling agung dan paling tinggi, berasal dari Allah, tidak ada seorang pun dari kalangan manusia yang mam-pu mendatangkan semisalnya, walau sebagian saja. Sebagaimana Allah telah menantang para musuhNya dengan tantangan tersebut, agar mereka menghadapinya. Kendatipun banyak motivasi untuk melawan dan memusuhinya, namun mereka tidak kuasa untuk melawannya, dan mereka menyadari tentang hal itu. Kalau mereka tidak demikian, maka tidaklah yang menyebab-kan mereka berdiri dan duduk, bangun dari pembaringan-pem-baringan mereka serta mengusik mulut-mulut mereka melainkan kebenaran yang tidak ada penghadangnya. Mereka melontarkan komentar-komentar tersebut tentang al-Qur`an dengan tidak meng-imaninya, adalah untuk tujuan menjauhkan orang yang belum me-ngenalnya darinya. Padahal, ia (al-Qur`an) merupakan bukti yang lestari yang menandakan kebenaran dan kelurusan risalah yang diemban oleh Rasulullah. Ia sudah mencukupi dan memadai. Siapa saja yang menuntut bukti lain selainnya, atau meminta diturunkan bukti selainnya, maka dia adalah orang bodoh lagi zhalim, persis seperti para penentang yang mendustakannya. Mereka malah meminta bukti-bukti lain yang justru akan menjelma sebagai bahaya bagi mereka, tanpa ada kebaikan pun bagi mereka dalam permintaan tersebut. Pasalnya, bila niatan me-reka adalah ingin mengetahui kebenaran, jika telah jelas dalilnya, maka sungguh telah terlihat jelas apa yang mereka inginkan tanpa memerlukan pembuktian lagi. Apabila tujuan mereka berupaya menggagalkan dan menegakkan dalil bagi diri mereka (untuk tidak beriman) bila Rasul tidak mendatangkan apa yang mereka minta, maka sesungguhnya dengan kondisi seperti ini, (walaupun mereka telah dihadirkan apa yang mereka minta), pasti tidak akan meng-imaninya. Kendatipun telah datang setiap bukti kebenaran, niscaya mereka tidak akan beriman sampai menyaksikan siksaan yang pedih. Oleh sebab itu, Allah berfirman tentang mereka,﴿ فَلۡيَأۡتِنَا بِـَٔايَةٖ كَمَآ أُرۡسِلَ ٱلۡأَوَّلُونَ 5 ﴾ "Maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus," seperti unta Nabi Shalih, tongkat Nabi Musa, dan lain-lain.

(6) Allah berfirman (untuk menjawabnya), ﴿ مَآ ءَامَنَتۡ قَبۡلَهُم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَآۖ ﴾ "Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun sebelum mereka yang beriman yang mana Kami telah membinasakannya (disebabkan pendustaan mukjizat)," maksudnya (tidak beriman) dengan bukti-bukti yang mereka usulkan sendiri. Sesungguhnya ketetapan Allah menuntut bahwa orang yang meminta bukti kebenaran (dari Nabi), kemudian telah didatangkan, tetapi dia tetap tidak beriman, niscaya akan disegerakan siksaan baginya oleh Allah. Orang-orang generasi se-belumnya, mereka tidak beriman (meski sudah dibawakan kepada mereka bukti-bukti kebenaran). Apakah mungkin mereka akan mengimaninya? Faktor apakah yang mengistimewakan mereka ketimbang generasi sebelumnya? Apakah sisi kebaikan yang ada pada mereka yang akan mengan-tarkan mereka kepada keimanan saat kemunculan tanda-tanda kebenaran itu? Pertanyaan ini bermakna penafian (peniadaan). Pengertiannya, hal tersebut tidak mungkin terjadi pada mereka selama-lamanya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Anbiya': 6

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِّن قَرۡيَةٍNun mati bertemu ق

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قَبۡلَهُم مِّنMim mati bertemu م

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلَهُمب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini