Surat Al-Anfal Ayat 24

QS. Al-Anfal: 24 · Juz 9 · Madaniyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanustajībū lillāhi wa lir-rasūli iżā da‘ākum limā yuḥyīkum, wa‘lamū annallāha yaḥūlu bainal-mar'i wa qalbihī wa annahū ilaihi tuḥsyarūn(a).

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan rasul apabilacrasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

Baca dalam Surat Al-Anfal

Tafsir QS. Al-Anfal: 24

Penjelasan ayat 24–25 sekaligus.

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang mem-beri kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya." (Al-Anfal: 24-25).

(24) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman dengan apa yang menjadi konsekuensi keimanan mereka, yaitu memenuhi seruan Allah dan RasulNya, yakni tunduk kepada perintah keduanya, bersegera melakukannya, dan berdakwah (me-nyeru manusia) kepadaNya, menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah, menahan diri dan mencegah darinya. Firman-Nya, ﴿ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ ﴾ "Apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu", adalah suatu sifat yang pasti ada pada semua perkara yang diserukan oleh Allah dan RasulNya sekaligus penjelasan tentang faidah dan hikmahNya, karena kehi-dupan hati dan rohani adalah dengan beribadah kepada Allah, senantiasa menaatiNya dan menaati RasulNya. Kemudian Allah memperingatkan hamba-hambaNya dari sikap tidak menjawab seruan Allah dan RasulNya. Dia berfirman, ﴿ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ ﴾ "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya." Maka janganlah kamu menentang perintah Allah saat pertama kali ia datang kepadamu, karena akibatnya adalah kamu dihalangi darinya jika kamu meng-inginkannya setelah itu, selanjutnya hatimu pun berselisih, karena Allah membatasi antara manusia dengan hatinya. Allah membolak-balik hati sesukaNya, dan memalingkannya kemana yang Dia ingin-kan, maka hendaknya seorang hamba memperbanyak doa, يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبَ ِثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ، يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبَ صَرَّفْ قَلْبِيْ إِلَى طَاعَتِكَ. "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu. Wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepadaMu." ﴿ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ﴾ "Dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan." Yakni kamu dikumpulkan untuk suatu hari yang tiada keraguan padanya, lalu orang yang baik akan dibalas dengan kebaikannya dan orang jahat akan dibalas dengan kejahatannya.

(25) ﴿ وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ ﴾ "Dan peliharalah diri-mu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu." Akan tetapi ia menimpa pelaku kezhaliman dan juga selainnya. Hal itu jika kezhaliman muncul dan tidak dirubah, maka azabnya akan menimpa pelaku dan selainnya. Menghindari fitnah ini adalah dengan melarang kemungkaran dan melawan para pengusung kejahatan dan kerusakan serta tidak memberi mereka peluang untuk berbuat dosa dan kemaksiatan sebisa mungkin. ﴿ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴾ "Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-anNya," bagi orang yang melakukan penyebab kemurkaanNya dan menjauhi ridhaNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-Anfal: 24

Hukum Tajwid QS. Al-Anfal: 24

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ghunnah (2).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • أَنَّNun bertasydid
  • وَأَنَّهُۥٓNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini