Surat Al-Anfal Ayat 31

QS. Al-Anfal: 31 · Juz 9 · Madaniyah

وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā qālū qad sami‘nā lau nasyā'u laqulnā miṡla hāżā, in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn(a).

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala".

Baca dalam Surat Al-Anfal

Tafsir QS. Al-Anfal: 31

Penjelasan ayat 31–34 sekaligus.

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).

(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴿ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴾ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴿ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴾ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.

(32) ﴿ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴾ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴿ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴾ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴿ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ ﴾ "Ya Allah jika betul al-Qur`an ini ialah yang benar dari sisiMu." Dengan hanya perkataan ini saja telah diketahui bahwa mereka adalah orang-orang bodoh, dungu, pandir, dan zhalim.

(33) Seandainya Allah menyegerakan azabNya, niscaya tiada yang tertinggal, akan tetapi Allah تعالى menunda azabNya disebab-kan oleh keberadaan Rasulullah di antara mereka. Dia berfirman, ﴿ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ ﴾ "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka." Keberadaan Rasulullah ﷺ di antara mereka adalah pelindung dari azab. Dan dengan per-kataan yang mereka ucapkan secara terbuka di depan khalayak, mereka menyadari keburukannya, mereka khawatir ia akan me-nimpa mereka, maka mereka memohon ampun kepada Allah. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴿ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ ﴾ "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." Ini adalah pencegah azab dari mereka padahal sebab-sebab turunnya azab itu telah tercapai.

(34) Kemudian Allah berfirman, ﴿ وَمَا لَهُمۡ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ ﴾ "Kenapa Allah tidak mengazab mereka", yakni apa yang menghalangi mereka dari azab Allah, padahal mereka telah melakukan sebab-sebabnya? Yaitu menghalang-halangi manusia dari Masjidil Haram, lebih-lebih mereka menghalangi Nabi ﷺ dan para sahabat yang sebenarnya lebih layak dengannya daripada mereka. Oleh karena itu Dia berfir-man, ﴿ وَمَا كَانُوٓاْ ﴾ "Dan mereka bukanlah", yakni orang-orang musyrik itu ﴿ أَوۡلِيَآءَهُۥٓۚ ﴾ "orang-orang yang berhak menguasainya." Ada kemung-kinan dhamir (kata ganti)nya kembali kepada Allah, yakni wali-wali Allah, ada kemungkinan ia kembali ke Masjidil Haram, yakni me-reka tidak lebih berhak terhadapnya daripada orang lain. ﴿ إِنۡ أَوۡلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُتَّقُونَ ﴾ "Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa." Yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mengesakanNya dengan tauhid dan ibadah dan mengikhlaskan agama hanya untukNya. ﴿ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴾ "Te-tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." Oleh karena itu mereka mengklaim perkara padahal orang lain lebih berhak terhadap per-kara tersebut daripada mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Anfal: 31

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini