Surat Al-Anfal Ayat 38

QS. Al-Anfal: 38 · Juz 9 · Madaniyah

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Qul lil-lażīna kafarū in yantahū yugfar lahum mā qad salaf(a), wa iy ya‘ūdū faqad maḍat sunnatul-awwalīn(a).

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".

Baca dalam Surat Al-Anfal

Tafsir QS. Al-Anfal: 38

Penjelasan ayat 38–40 sekaligus.

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni me-reka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.' Dan perangilah mereka, su-paya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Anfal: 38-40).

(38) Ini termasuk kasih sayang Allah تعالى kepada hamba-hambaNya. Kekufuran mereka dan keberadaan mereka dalam penentangan secara terus menerus tidak menghalangiNya untuk mengajak mereka ke jalan petunjuk yang lurus dan mencegah mereka dari segala perkara yang menjadi penyebab kesesatan dan kebina-saan. Dia berfirman, ﴿ قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ ﴾ "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya)'." Hal itu dengan masuk ke dalam Islam hanya karena Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, ﴿ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ ﴾ "niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu", dari kejahatan-keja-hatan mereka. ﴿ وَإِن يَعُودُواْ ﴾ "Dan jika mereka kembali", kepada kekufuran dan penentangan, ﴿ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴾ "sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." Dengan dibinasakannya umat-umat yang mendustakan. Maka hendaknya mereka melihat apa yang menimpa orang-orang yang menentang. Akan hadir kepada mereka berita-berita yang sebelumnya mereka perolok-olokkan. Ini adalah FirmanNya kepada orang-orang yang mendustakan.

(39) Adapun FirmanNya kepada orang-orang Mukmin ketika Dia memerintahkan mereka untuk memperlakukan orang-orang kafir, Dia berfirman, ﴿ وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴾ "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah." Yakni syirik dan usaha mengha-langi jalan Allah, sehingga mereka tunduk kepada hukum Islam. ﴿ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ ﴾ "Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." Inilah maksud dari jihad dan perang melawan musuh-musuh aga-ma, yakni menepis kejahatan mereka dari agama, dan melindungi agama yang mana Allah menciptakan makhluk karenanya, sehingga ialah yang unggul di atas agama-agama yang lain. ﴿ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ ﴾ "Jika mereka berhenti (dari kekafiran)", dari kezhaliman yang mereka ikuti, ﴿ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴾ "maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." Tidak sedikit pun dari mereka yang samar bagiNya.

(40) ﴿ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴾ "Dan jika mereka berpaling", dari ketaatan dan terbenam ke dalam kelalaian, ﴿ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ ﴾ "maka keta-huilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung", yang melindungi orang-orang yang beriman, menyampaikan ke-baikan kepada mereka, dan memudahkan urusan dunia dan agama mereka, ﴿ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ﴾ "dan sebaik-baik Penolong", yang menolong me-reka dan menolak dari mereka tipu daya orang-orang busuk serta jebakan orang-orang jahat. Barangsiapa penolong dan pelindung-nya adalah Allah, maka tidak ada ketakutan baginya, dan barang-siapa yang Allah tidak menolongnya, maka tidak ada kemuliaan ataupun kemenangan untuknya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Anfal: 38

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (4), ghunnah (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • يَنتَهُواْNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قُلل mati
  • إِن يَنتَهُواْNun mati bertemu ي
  • لَهُم مَّاMim mati bertemu م
  • وَإِن يَعُودُواْNun mati bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • سُنَّتُNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَدۡد mati
  • فَقَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini