Surat Al-Anfal Ayat 49

QS. Al-Anfal: 49 · Juz 10 · Madaniyah

إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

Iż yaqūlul-munāfiqūna wal-lażīna fī qulūbihim maraḍun garra hā'ulā'i dīnuhum, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa innallāha ‘azīzun ḥakīm(un).

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya". (Allah berfirman), "Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Baca dalam Surat Al-Anfal

Tafsir QS. Al-Anfal: 49

Penjelasan ayat 45–49 sekaligus.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (Nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-ban-tahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuat-anmu, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya` kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menga-lahkanmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelin-dungmu', maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguh-nya saya takut kepada Allah.' Dan Allah sangat keras siksaNya. (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang Muk-min) ditipu oleh agamanya.' (Allah berfirman), 'Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'." (Al-Anfal: 45-49).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ ﴾ "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh)." Yakni, sekelompok orang-orang kafir yang memerangi kamu, ﴿ فَٱثۡبُتُواْ ﴾ "maka berteguh hatilah", dalam menghadapi mereka, gunakan kesabaran atas ketaatan besar ini, yang buahnya adalah kemuliaan dan ke-menangan, minta tolonglah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, ﴿ لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ﴾ "agar kamu beruntung." Yakni kemenangan atas musuhmu yang kamu inginkan. Jadi, kesabaran, keteguhan dan memperbanyak dzikir kepada Allah adalah penyebab besar kemenangan.

(46) ﴿ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴾ "Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya", dalam melaksanakan perintah keduanya dan tetaplah demikian dalam segala kondisi. ﴿ وَلَا تَنَٰزَعُواْ ﴾ "Dan janganlah kamu berbantah-ban-tahan", dengan bantah-bantahan yang menyebabkan perpecahan hati-hati kalian ﴿ فَتَفۡشَلُواْ ﴾ "yang menyebabkan kamu menjadi gentar", yakni takut, ﴿ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ ﴾ "dan hilang kekuatanmu." Yakni tekadmu melempem, kekuatanmu luruh, dan kemenangan yang dijanjikan kepadamu atas ketaatan kepada Allah dan RasulNya hilang lenyap. ﴿ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ ﴾ "Dan bersabarlah", di atas ketaatan kepada Allah. ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴾ "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar", dengan pertolongan, dukungan, dan kemenangan.

(47) Khusyu'lah dan tunduklah kepada Rabbmu. ﴿ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرٗا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴾ "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah." Yakni, inilah tujuan mereka keluar berperang, dan inilah yang memicu mereka keluar dari negeri mereka, yaitu demi keangkuhan dan kesombongan di bumi, agar orang-orang melihat dan membanggakan mereka, dan tujuan terbesar adalah bahwa mereka hendak menghalangi dari jalan Allah bagi orang yang me-nitinya. ﴿ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ﴾ "Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." Oleh karena itu Allah memberitahumu tentang tujuan mereka dan memperingatkan agar kamu tidak seperti mereka, ka-rena Allah akan mengazab mereka dengan azab yang sangat berat. Hendaknya tujuanmu dalam peperangan adalah demi mengharap Wajah Allah, meninggikan agama Allah, membendung jalan yang menuju murka dan azab Allah, dan menarik manusia kepada jalan Allah yang lurus yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan.

(48) ﴿ وَإِذۡ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴾ "Dan ketika setan menjadikan me-reka memandang baik pekerjaan mereka", menjadikannya indah dalam hati mereka dan menipunya, ﴿ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ ﴾ "dan me-ngatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkanmu pada hari ini," karena kamu dengan jumlah, senjata dan kondisi yang mana Muhammad dan teman-temannya tidak mampu melawanmu. ﴿ وَإِنِّي جَارٞ لَّكُمۡۖ ﴾ "Dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu." Dari siapa pun yang kamu takutkan keburukannya, karena iblis menam-pakkan diri dalam wujud Suraqah bin Malik bin Ju'syum al-Mudliji, dan mereka takut kepada Bani Mudlij karena adanya permusuhan di antara mereka. Setan berkata kepada mereka, "Aku-lah pelindung-mu." Maka tenanglah mereka dan hadir dengan kesombongan dan keyakinan menang. ﴿ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ ﴾ "Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan)", pasukan Muslimin dan pasukan kafirin, lalu tiba-tiba setan melihat Jibril عليه السلام memimpin pasukan malaikat, maka ia sangat ketakutan. ﴿ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ ﴾ "setan itu balik ke belakang", yakni lari terbirit-birit ﴿ وَقَالَ ﴾ "seraya berkata", kepada orang yang ia tipu dan perdayai. ﴿ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ ﴾ "Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat me-lihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat." Yakni aku melihat malaikat yang tak seorang pun sanggup melawannya. ﴿ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَۚ ﴾ "Sesungguhnya saya takut kepada Allah." Yakni takut akan menyege-rakan azab kepadaku di dunia. ﴿ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴾ "Dan Allah sangat keras siksaNya." Ada kemungkinan setan telah menipu mereka dan membisik-kan di dalam dada mereka bahwa mereka tidak akan dikalahkan oleh manusia siapa pun, dan bahwa ia melindungi mereka. Ketika ia berhasil menggiring ke medan perang, maka ia berlepas diri dari mereka dan meninggalkan mereka, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴿ كَمَثَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 16 فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ 17 ﴾ "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam'. Maka kesu-dahan keduanya adalah, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam Neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim." (Al-Hasyr: 16-17).

(49) ﴿ إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴾ "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya ber-kata," yakni keraguan dan syubhat dari orang-orang yang lemah iman terhadap orang-orang yang beriman ketika mereka pergi berperang dengan jumlah minim melawan orang-orang musyrik dengan jum-lah yang besar, ﴿ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ ﴾ "Mereka itu (orang-orang Mukmin) ditipu oleh agamanya." Yakni agama yang mereka anut menggiring mereka ke medan perang ini yang mana mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk memenangkannya. Orang-orang munafik itu mengatakannya untuk melecehkan orang-orang Mukmin dan meng-hina akal mereka padahal justru orang-orang munafik itulah –demi Allah– orang-orang yang bodoh akal dan pikirannya. Karena ke-imanan akan mewajibkan pemiliknya maju menghadapi perkara-perkara besar yang tidak dihadapi oleh pasukan-pasukan besar karena seorang Mukmin yang bertawakal kepada Allah yang me-ngetahui bahwa tidak ada daya, kekuatan, dan kemampuan bagi siapa pun kecuali dengan pertolongan Allah, dan seandainya selu-ruh makhluk bersepakat untuk memberi manfaat sedikit saja kepada seseorang, niscaya mereka tidak mampu melakukannya, begitu pula jika mereka bersepakat untuk memudaratkannya niscaya mereka tidak mampu memudaratkannya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tulis atasnya, dan dia mengetahui bahwa dia di atas kebena-ran, bahwa Allah تعالى Mahabijaksana lagi Maha Penyayang dalam semua takdir dan keputusanNya, maka dia tidak akan peduli de-ngan kekuatan dan jumlah yang dia hadapi, dia percaya diri kepada Rabbnya, tenang tanpa rasa takut dan cemas. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴿ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴾ "Barangsiapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksa-na." Tak ada kekuatan yang dapat mengalahkannya, ﴿ حَكِيمٞ ﴾ "lagi Mahabijaksana", dalam keputusanNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Anfal: 49

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قُلُوبِهِم مَّرَضٌMim mati bertemu م
  • وَمَن يَتَوَكَّلۡNun mati bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • فَإِنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini