Surat Al-A'raf Ayat 56

QS. Al-A'raf: 56 · Juz 8 · Makkiyah

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Wa lā tufsidū fil-arḍi ba‘da iṣlāḥihā wad‘ūhu khaufaw wa ṭama‘ā(n), inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn(a).

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Baca dalam Surat Al-A'raf

Tafsir QS. Al-A'raf: 56

Penjelasan ayat 55–56 sekaligus.

"Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat keru-sakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan ber-doalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al-A'raf: 55-56).

(55) Doa meliputi doa permohonan dan doa ibadah. Dia memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya, ﴿ تَضَرُّعٗا ﴾ "dengan be-rendah diri." Yakni terus menerus dalam memohon dan ulet dalam beribadah, ﴿ وَخُفۡيَةًۚ ﴾ "dan suara yang lembut." Yakni tidak keras dan terang-terangan yang ditakutkan timbul riya'. Akan tetapi dengan lembut dan ikhlas kepadaNya تعالى. ﴿ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ﴾ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam segala urusan, termasuk di da-lamnya adalah permintaan seorang hamba kepada Allah terhadap sesuatu yang tidak layak, atau terlalu berlebihan dalam menfasih-fasihkan kalimat doa, atau berlebih-lebihan dalam mengeraskan doanya. Semua itu termasuk dalam sikap berlebih-lebihan yang di-larang.

(56) ﴿ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi", dengan kemaksiatan ﴿ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا ﴾ "sesudah (Allah) memperbaikinya," dengan ketaatan, karena kemaksiatan dapat me-rusak akhlak, amal, dan rizki, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴿ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ ﴾ "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." (Ar-Rum: 41). Sebagaimana akhlak, amal, rizki, keadaan dunia dan akhirat menjadi baik dengan ketaatan. ﴿ وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ ﴾ "Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabul-kan)." Yakni takut kepada azabNya dan berharap pahalaNya, ber-harap diterima dan takut ditolak, bukan doa seorang hamba yang lancang kepada Rabbnya yang mengagumi dirinya dan menduduk-kannya di atas kedudukan yang semestinya, atau doa dari hamba yang lupa dan lalai. Kesimpulan dari adab doa yang Allah sebutkan adalah, hen-daknya doa itu diikhlaskan hanya kepada Allah semata, karena hal itu merupakan sikap merendahkan suara, memelankan dan mera-hasiakannya. Hendaknya hati kita ketika berdoa adalah hati yang takut nan penuh berharap, bukan hati yang lalai, merasa yakin pasti diterima, atau tidak peduli doa itu dikabulkan atau tidak. Ini adalah termasuk berbuat baik dalam doa, karena berbuat baik da-lam ibadah adalah mengerahkan usaha padanya dan menunaikan-nya dengan sempurna, tidak ada kekurangan sedikit pun. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴿ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴾ "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik", dalam beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada hamba-hamba Allah. Semakin banyak seorang hamba berbuat baik, maka dia semakin dekat kepada rahmat Allah, dan Allah pun dekat kepadanya de-ngan RahmatNya. Ini adalah dorongan kepada berbuat baik yang sangat jelas.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-A'raf: 56

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚTanwin bertemu و
  • قَرِيبٞ مِّنَTanwin bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَٱدۡعُوهُد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini