Surat Al-Baqarah Ayat 22

QS. Al-Baqarah: 22 · Juz 1 · Madaniyah

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Allażī ja‘ala lakumul-arḍa firāsyaw was-samā'a binā'ā(n), wa anzala minas-samā'i mā'an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum, falā taj‘alū lillāhi andādaw wa antum ta‘lamūn(a).

Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Baca dalam Surat Al-Baqarah

Tafsir QS. Al-Baqarah: 22

Penjelasan ayat 21–22 sekaligus.

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah mencipta-kanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit se-bagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan segala buah-buahan dengan hujan itu sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 21-22).

(21) Ini adalah perintah yang bersifat umum bagi seluruh manusia dengan sebuah perintah yang umum, yaitu ibadah yang mencakup menaati perintah-perintah Allah, menjauhi larangan-laranganNya, dan mempercayai kabar-kabarNya. Allah تعالى meme-rintahkan mereka kepada tujuan diciptakannya mereka, di mana Allah berfirman, ﴿ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴾ "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56). Kemudian Allah mengemukakan dalil yang menunjukkan kewajiban beribadah kepadaNya semata, yaitu karena Dia-lah Rabb kalian yang telah menganugerahkan kepada kalian berbagai macam nikmat, lalu Dia menciptakan kamu setelah (sebelumnya) kamu tidak ada dan Dia juga yang menciptakan orang-orang se-belum kamu.

(22) Dan Dia memberikan nikmat kepada kamu dengan nikmat-nikmat lahiriyah maupun batiniyah, Dia menjadikan untukmu dunia ini sebagai hamparan yang menjadi tempat kamu menetap, dan kamu mengambil manfaatnya dengan membangun rumah, pertanian, pembajakan, dan berkelana dari suatu tempat menuju tempat lain, dan lain sebagainya dari bentuk-bentuk pe-manfaatannya, lalu Dia menjadikan langit sebagai atap bagi rumah tempat tinggal kalian dan menyediakan manfaat-manfaat yang merupakan kebutuhan pokok hidup kalian dan kebutuhan dasar, seperti matahari, bulan, dan bintang, ﴿ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ ﴾ "dan Dia menurunkan air hujan dari langit." Langit adalah segala yang ada di atas kalian, oleh karena itu para ahli tafsir berkata, "Maksud dari langit di sini adalah awan, di mana Allah تعالى menurunkan air hujan darinya, ﴿ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ ﴾ "lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan," seperti biji-bijian dan hasil-hasil dari pohon kurma, buah-buahan, tanaman dan lain sebagainya, ﴿ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ ﴾ "sebagai rizki untukmu," yang dengannya kamu mendapatkan rizki, kamu makan, kamu hidup, dan kamu bahagia. ﴿ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا ﴾ "Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah," yakni yang diserupakan dan yang disepadankan dari makhluk-makhlukNya, lalu kamu menyembahnya sebagaimana kamu me-nyembah Allah, kamu mencintainya sebagaimana kamu mencintai Allah, padahal mereka itu sama saja seperti kalian, mereka adalah makhluk yang diciptakan, diberi rizki, dan diatur, di mana mereka tidak memiliki seberat biji atom pun di bumi dan tidak pula di langit, serta mereka tidak dapat memberikan manfaat kepadamu dan tidak juga menimpakan mudarat. ﴿ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ﴾ "Padahal kamu mengetahui," bahwasanya Allah tidak memiliki sekutu, tidak pula kesamaan, tidak pada mencipta, memberi rizki, dan mengatur semesta, tidak pula pada peribadahan dan kesempurnaan, lalu bagaimanakah kamu menyembah tuhan-tuhan lain bersamaNya padahal kalian mengetahuinya? Hal ini merupakan perkara yang paling mengherankan dan yang paling bodoh. Ayat ini menyatukan antara perintah untuk beribadah hanya kepada Allah semata dan larangan dari beribadah kepada selain Allah, dan penjelasan akan dalil yang sangat jelas atas kewajiban beribadah kepadaNya dan batilnya beribadah kepada selainNya, yaitu penyebutan tauhid rububiyah yang mengandung keesaanNya dalam mencipta, memberi rizki, dan mengatur semesta. Lalu apa-bila setiap orang menetapkan bahwasanya tidak ada sekutu bagi Allah dalam hal itu, maka itulah yang seharusnya, maka haruslah seperti itu juga penetapannya bahwasanya Allah itu tidak ada se-kutu bagiNya dalam beribadah kepadaNya. Ini adalah dalil logika yang paling terang atas keesaan Sang Pencipta, Allah تعالى dan batil-nya kesyirikan. Dan FirmanNya, ﴿ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ﴾ "Agar kamu bertakwa," kemung-kinan maknanya adalah, bahwasanya karena kamu sekalian ber-ibadah hanya kepada Allah semata, maka dengan hal itu kalian telah menjaga diri kalian sendiri dari murka dan azabNya, karena kalian telah melakukan sebab yang mendorong hal tersebut. Ke-mungkinan lain maknanya adalah, bahwasanya jika kamu menyem-bah Allah semata, niscaya kamu menjadi golongan orang-orang bertakwa yang memiliki sifat ketakwaan. Kedua arti ini adalah benar, dan keduanya saling berkaitan, karena barangsiapa yang melakukan ibadah secara sempurna, niscaya ia menjadi golongan orang-orang bertakwa, dan barangsiapa yang tergolong dalam orang-orang bertakwa, pastilah ia akan memperoleh keselamatan dari azab dan murka Allah.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Baqarah: 22

Ayat ini memuat 9 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (4), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَأَنزَلَNun mati bertemu ز
  • مَآءٗ فَأَخۡرَجَTanwin bertemu ف
  • أَندَادٗاNun mati bertemu د
  • وَأَنتُمۡNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَTanwin bertemu و
  • بِنَآءٗ وَأَنزَلَTanwin bertemu و
  • رِزۡقٗا لَّكُمۡۖTanwin bertemu ل
  • أَندَادٗا وَأَنتُمۡTanwin bertemu و

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • تَجۡعَلُواْج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini