Surat Al-Baqarah Ayat 92

QS. Al-Baqarah: 92 · Juz 1 · Madaniyah

۞ وَلَقَدۡ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ

Wa laqad jā'akum mūsā bil-bayyināti ṡummattakhażtumul-‘ijla mim ba‘dihī wa antum ẓālimūn(a).

Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.

Baca dalam Surat Al-Baqarah

Tafsir QS. Al-Baqarah: 92

Penjelasan ayat 91–93 sekaligus.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Berimanlah kepada al-Qur`an yang diturunkan Allah,' mereka berkata, 'Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.' Dan mereka kafir kepada al-Qur`an yang diturunkan sesudahnya, sedang al-Qur`an itu adalah (Kitab) yang haq; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, 'Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman? Sungguh Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim.' Dan (ingatlah), ketika Kami mengam-bil janji darimu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), 'Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!' Mereka menjawab, 'Kami mendengar tetapi tidak menaati.' Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafir-annya. Katakanlah, 'Amat jahat perbuatan yang telah diperintah-kan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)'." (Al-Baqarah: 91-93).

(91) Jika orang Yahudi diperintahkan untuk beriman ke-pada apa yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya yaitu al-Qur`an maka mereka takabur dan sombong serta, ﴿ قَالُواْ نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَيَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ ﴾ "mereka berkata, 'Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.' Dan mereka kafir kepada al-Qur`an yang diturunkan sesudahnya'." Maksudnya, kafir dengan kitab-kitab selainnya, padahal yang wajib adalah mereka harus beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah secara mutlak, baik yang diturun-kan kepada mereka atau kepada selain mereka, dan inilah keimanan yang berguna, keimanan kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada seluruh Rasul-rasul Allah. Adapun membeda-bedakan antara kitab-kitab dan para Rasul atau mengaku beriman kepada sebagiannya tanpa sebagiannya yang lain, maka yang seperti ini bukanlah suatu keimanan, akan tetapi itu adalah hakikat kekufuran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيۡنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤۡمِنُ بِبَعۡضٖ وَنَكۡفُرُ بِبَعۡضٖ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيۡنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا 150 أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ حَقّٗاۚ ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membedakan antara, (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasulNya, dengan mengatakan, 'Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),' serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), mereka itulah sebenar-benar orang kafir." (An-Nisa`: 150-151). Oleh karena itu, Allah membantah mereka dengan bantahan yang telak, dan mewajibkan mereka dengan kewajiban yang tidak ada pelarian bagi mereka darinya. Allah membantah kekufuran mereka terhadap al-Qur`an dengan dua perkara seraya berfirman, ﴿ وَهُوَ ٱلۡحَقُّ ﴾ "Sedang al-Qur`an itu adalah (Kitab) yang haq." Apabila al-Qur`an itu haq dalam segala hal yang dikandungnya berupa kabar, perintah dan larangan, yang mana ia juga datang dari sisi Rabb mereka, maka mengingkarinya adalah sebuah pengingkaran kepada Allah dan kepada yang haq yang Dia turunkan. Kemudian Allah berfirman, ﴿ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَهُمۡۗ ﴾ "Yang membenar-kan apa yang ada pada mereka," maksudnya, yang sesuai dengannya dalam segala perkara yang dijelaskan olehnya dari kebenaran, dan sebagai pelengkap baginya, lalu kenapa kalian beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada kalian namun kalian ingkar kepada yang sepertinya? Tindakan yang demikian itu hanya fanatisme saja serta mengikuti hawa nafsu, bukan mengikuti petunjuk. Demikian juga dengan posisi al-Qur`an sebagai kitab yang membenarkan Taurat yang ada pada mereka menunjukkan bahwa kitab ini ada-lah hujjah bagi mereka atas kebenaran yang ada pada mereka dari kitab-kitab yang ada, dan itu berarti tidak ada jalan lain bagi me-reka dalam membuktikan Taurat kecuali dengan al-Qur`an, namun bila mereka mengingkari dan menentangnya, maka mereka men-jadi kaum yang berkedudukan sebagai pengklaim suatu pengakuan dengan suatu hujjah dan keterangan yang dia tidak memiliki selainnya, klaimnya tersebut tidaklah akan sempurna kecuali bila keterangannya benar, kemudian dia kembali menarik hujjah dan keterangannya itu sendiri dan mendustainya. Bukankah hal yang seperti ini adalah sebuah kebodohan dan kegilaan? Pengingkaran mereka terhadap al-Qur`an hakikatnya adalah pengingkaran ter-hadap Taurat yang ada pada mereka sendiri, bahkan menjadi pem-batal baginya. Kemudian Allah menolak pengakuan mereka tentang keiman-an mereka kepada apa yang diturunkan kepada mereka dengan FirmanNya, ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah" kepada mereka, ﴿ فَلِمَ تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴾ "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"

(92) ﴿ وَلَقَدۡ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴾ "Sungguh Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat)," yakni dengan keterangan-keterangan yang jelas dan berdasarkan kebenaran,﴿ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ ﴾ "kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudahnya," maksudnya setelah kedatangannya, ﴿ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ ﴾ "dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim" dalam hal ter-sebut yang kalian tidak memiliki alasan tentangnya.

(93) ﴿ وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱسۡمَعُواْۖ ﴾ "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji darimu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), 'Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!'" Maksud-nya, mendengar dengan menerima dan taat serta respon untuk menunaikan. ﴿ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَعَصَيۡنَا ﴾ "Mereka menjawab, 'Kami mendengar tetapi tidak menaati'." Karena hal ini menjadi suatu kebiasaan me-reka, ﴿ وَأُشۡرِبُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِكُفۡرِهِمۡۚ ﴾ "dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya," yakni, dijadikan dalam hati mereka kecintaan kepada anak sapi itu dan penyembahan mereka kepadanya serta menyerapnya (baca: menikmatinya) yang disebabkan oleh kekufuran mereka tersebut. ﴿ قُلۡ بِئۡسَمَا يَأۡمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴾ "Katakanlah, 'Amat jahat per-buatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu ber-iman (kepada Taurat)'." Maksudnya kalian mengaku beriman dan kalian memuji diri kalian dengan agama yang benar dan kalian juga membunuh para Nabi Allah lalu kalian menjadikan anak sapi sebagai sesembahan kalian selain dari pada Allah ketika Musa عليه السلام, Nabi Allah, tidak hadir di tengah kalian, kalian tidak menerima perintah-perintah dan larangan-larangannya kecuali setelah adanya ancaman dan akan diangkatnya gunung Thursina di atas kalian, lalu kalian menaati secara lisan namun kalian mendustainya secara tindakan, maka pengakuan iman seperti apakah yang kalian klaim itu? Dan agama apakah itu? Apabila hal yang seperti itu adalah keimanan sebagaimana yang kalian klaim, maka sangat jeleklah keimanan orang yang mengajak orang lain kepada kezhaliman dan kekufuran kepada Rasul-rasul Allah dan banyak bermaksiat, padahal telah diketahui bahwasanya keimanan yang benar adalah mengajak orang kepada segala hal yang baik dan mencegahnya dari segala hal yang buruk. Dengan semua itu jelaslah kebohongan mereka dan nyatalah pertentangan dalam diri mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Baqarah: 92

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), iqlab (1), ghunnah (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَأَنتُمۡNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • جَآءَكُم مُّوسَىٰMim mati bertemu م

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • مِنۢ بَعۡدِهِۦNun mati bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ثُمَّMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَلَقَدۡد mati
  • ٱلۡعِجۡلَج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini