Surat Al-Baqarah Ayat 95

QS. Al-Baqarah: 95 · Juz 1 · Madaniyah

وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ

Wa lay yatamannauhu abadam bima qaddamat aidīhim, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn(a).

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.

Baca dalam Surat Al-Baqarah

Tafsir QS. Al-Baqarah: 95

Penjelasan ayat 94–96 sekaligus.

"Katakanlah, 'Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.' Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kema-tian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Menge-tahui orang-orang yang berbuat zhalim. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, pada-hal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 94-96).

(94) ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah" kepada mereka dalam bentuk mem-benarkan pengakuan mereka, ﴿ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ ﴾ "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat itu," maksudnya surga, ﴿ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ ﴾ "khusus untukmu di sisi Allah bukan untuk orang lain," sebagaimana yang kalian klaim bahwasanya tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani, dan bahwasanya neraka tidaklah akan menyentuh mereka kecuali hanya dalam waktu yang dapat dihitung saja, maka bila kalian benar dalam pengakuan ini, ﴿ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ ﴾ "maka inginilah kematian(mu)." Ini adalah sebuah bentuk mubahalah (saling mendoakan agar orang yang dusta dilaknat Allah) antara mereka dan Rasulullah ﷺ, dan tidak ada lagi setelah pemaksaan dan tekanan bagi mereka setelah kedurhakaan mereka kecuali salah satu dari dua perkara, pertama mereka beriman ke-pada Allah dan RasulNya, atau kedua, bermubahalah dengan sesuatu yang mereka jadikan sebagai pedoman untuk dipertaruhkan de-ngan perkara yang ringan yaitu keinginan untuk mati yang akan menyampaikan mereka kepada negeri yang khusus bagi mereka tersebut. Namun mereka menolak hal tersebut, sehingga setiap orang dapat mengetahui bahwa mereka itu hakikatnya benar-benar dalam kondisi durhaka dan menentang Allah dan RasulNya pada-hal mereka mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu Allah berfirman,

(95) ﴿ وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡۚ ﴾ "Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-ke-salahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri)" disebabkan kekufuran dan kemaksiatan, karena mereka sangat mengetahui bahwa hal itu adalah jalan bagi mereka kepada pembalasan atas perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, maka kematian itu ada-lah suatu perkara yang paling mereka benci, dan mereka adalah orang yang paling rakus terhadap kehidupan dibanding setiap manusia hingga dari kaum musyrikin yang tidak beriman kepada salah seorang Rasul pun dari para Rasul dan kitab-kitab. Kemudian Allah menyebutkan tentang sifat cinta mereka yang begitu besar terhadap kehidupan dunia seraya berfirman,

(96) ﴿ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ ﴾ "Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun." Hal ini, adalah lebih dalam maknanya dari sekedar ketamakan, di mana mereka berkhayal tentang suatu hal yang paling mustahil di antara hal-hal yang mustahil, walau-pun faktanya bila mereka diberikan kehidupan sebanyak yang di-sebutkan dalam ayat ini, tetap saja tidak ada gunanya sama sekali bagi mereka, dan tidak juga menyelamatkan mereka dari azab. ﴿ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴾ "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." Ini adalah sebuah ancaman bagi mereka dengan adanya pembalasan terhadap perbuatan-perbuatan mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Baqarah: 95

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (1), iqlab (2), ghunnah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَلَن يَتَمَنَّوۡهُNun mati bertemu ي

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • أَبَدَۢا بِمَاTanwin bertemu ب
  • عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَTanwin bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • يَتَمَنَّوۡهُNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini