Surat Al-Fajr Ayat 17

QS. Al-Fajr: 17 · Juz 30 · Makkiyah

كـَلَّاۖ بَل لَّا تُكۡرِمُونَ ٱلۡيَتِيمَ

Kallā bal lā tukrimūnal-yatīm(a).

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

Baca dalam Surat Al-Fajr

Tafsir QS. Al-Fajr: 17

Penjelasan ayat 15–20 sekaligus.

"Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimu-liakanNya dan diberiNya kesenangan, maka dia berkata, 'Rabbku telah memuliakanku.' Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata, 'Rabbku menghinakanku.' Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara men-campur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan." (Al-Fajr: 15-20).

(15-20) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tabiat manusia dari segi manusia itu sendiri. Manusia adalah sosok bodoh, zhalim, yang tidak mengetahui resiko berbagai hal. Ia mengira kondisi yang ada padanya akan terus berlanjut dan tidak akan hilang dan mengira bahwa kemuliaan serta kenikmatan Allah سبحانه وتعالى yang diberikan di dunia menunjukkan kemuliaannya di sisi Allah سبحانه وتعالى, dan ia mengira bila ﴿ رِزۡقَهُۥ ﴾ "rizkinya," disempitkan hingga makanannya hanya pas-pasan (tidak lebih), hal itu dikira sebagai penghinaan Allah سبحانه وتعالى terhadapnya. Allah سبحانه وتعالى menolak dugaan ini seraya berfirman, ﴿ كـَلَّاۖ ﴾ "Sekali-kali tidak (demikian)," yakni, tidak semua orang yang Aku beri kenikmatan di dunia adalah orang mulia di sisiKu dan tidak berarti orang yang rizkinya Aku sempitkan adalah orang hina di sisiKu. Kekayaan, kemiskinan, kelapangan, dan kesempitan hanya-lah ujian dari Allah سبحانه وتعالى pada para manusia, agar Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui siapakah yang bersyukur dan bersabar, sehingga Allah سبحانه وتعالى bisa memberikan balasan besar atas kesyukuran dan kesabaran itu, se-dangkan yang tidak mau bersyukur dan bersabar, akan ditimpakan padanya siksaan yang mengerikan. Di samping itu, ketergantungan harapan seseorang pada keinginannya semata merupakan salah satu tanda lemahnya cita-cita. Karena itu Allah سبحانه وتعالى mencela mereka karena tidak memperhatikan kondisi orang lain yang memerlukan bantuan seraya berfirman, ﴿ كـَلَّاۖ بَل لَّا تُكۡرِمُونَ ٱلۡيَتِيمَ ﴾ "Sekali-kali tidak (demi-kian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim," yang kehilangan ayah dan orang yang mencarikan rizki baginya yang memerlukan pelipur lara dan perlakuan baik. Kalian justru tidak memuliakan-nya, tapi malah menghinanya. Ini menunjukkan tidak adanya rasa kasih sayang dalam hati kalian dan tidak adanya keinginan dalam kebajikan. ﴿ وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ﴾ "Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin," yakni, kalian tidak saling mengajak satu sama lain untuk memberi makan orang-orang yang memerlu-kan dari kalangan fakir miskin. Hal itu dikarenakan ketamakan terhadap dunia dan rasa cinta yang amat bersarang di hati. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ ﴾ "Dan kamu memakan harta pusaka," yaitu harta yang ditinggalkan ﴿ أَكۡلٗا لَّمّٗا ﴾ "dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil)," yakni dengan segala ketamakan dan tidak menyisakan yang tidak halal sekalipun. Ka-rena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَتُحِبُّونَ ٱلۡمَالَ حُبّٗا جَمّٗا ﴾ "Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan," yakni dengan sangat. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا 16 وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ 17 ﴾ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi, pada-hal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." (Al-A'la: 16-17). ﴿ كـَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ 20 وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ 21 ﴾ "Jangan (berbuat demikian). Tapi kamu lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat." (Al-Qiyamah: 20-21).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Fajr: 17

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • بَلل mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini