Surat Al-Fath Ayat 12

QS. Al-Fath: 12 · Juz 26 · Madaniyah

بَلۡ ظَنَنتُمۡ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهۡلِيهِمۡ أَبَدٗا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمۡ وَظَنَنتُمۡ ظَنَّ ٱلسَّوۡءِ وَكُنتُمۡ قَوۡمَۢا بُورٗا

Bal ẓanantum allay yanqalibar-rasūlu wal-mu'minūna ilā ahlīhim abadaw wa zuyyina żālika fī qulūbikum wa ẓanantum ẓannas-sau'(i), wa kuntum qaumam būrā(n).

Tetapi kamu menyangka bahwa rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

Baca dalam Surat Al-Fath

Tafsir QS. Al-Fath: 12

Penjelasan ayat 11–13 sekaligus.

"Orang-orang Badui (Arab pedalaman) yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, 'Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.' Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, 'Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu.' Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik da-lam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala." (Al-Fath: 11-13).

(11-13) Allah سبحانه وتعالى mencela mereka yang tidak ikut jihad ber-sama Rasulullah a dari kalangan orang-orang pedalaman (badui), mereka yang imannya lemah, di hati mereka terdapat penyakit dan berburuk sangka terhadap Allah سبحانه وتعالى, di mana mereka akan datang mengajukan alasan, yaitu alasan harta dan keluarga mereka me-nyibukkan mereka untuk pergi berjihad di jalan Allah سبحانه وتعالى. Mereka juga mengharap supaya Rasulullah a memintakan ampunan untuk mereka, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ يَقُولُونَ بِأَلۡسِنَتِهِم مَّا لَيۡسَ فِي قُلُوبِهِمۡۚ ﴾ "Mereka me-ngucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya." Karena permintaan istighfar mereka dari Rasulullah a menunjukkan pe-nyesalan mereka serta mereka mengakui dosa mereka, perbuatan mereka yang tidak mengikuti jihad itu memerlukan taubat dan istighfar. Andai saja hal itu terdapat dalam hati mereka, tentu istighfar yang dilakukan Rasulullah a bermanfaat bagi mereka, karena mereka bertaubat dan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى, namun adanya mereka tidak ikut pergi jihad adalah karena berburuk sangka terhadap Allah سبحانه وتعالى, mereka mengira, ﴿ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهۡلِيهِمۡ أَبَدٗا ﴾ "bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya." Artinya, mereka akan terbunuh. Dugaan ini tetap menghiasi hati mereka, hati mereka juga tenang dengan dugaan itu hingga menguat. Hal itu disebab-kan oleh dua hal: Pertama, karena mereka adalah ﴿ قَوۡمَۢا بُورٗا ﴾ "kaum yang binasa," artinya kaum yang celaka, yang tidak ada kebaikannya. Andai saja pada diri mereka terdapat kebaikan, tentu penyakit ini tidak ter-dapat dalam hati mereka. Kedua, lemahnya keimanan serta keyakinan mereka terhadap janji Allah سبحانه وتعالى serta tidak menolong agamaNya dan menjunjung kalimatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَمَن لَّمۡ يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ﴾ "Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya," artinya, maka ia adalah orang kafir yang berhak menerima azab. ﴿ فَإِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَعِيرٗا ﴾ "Maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala."

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Fath: 12

Ayat ini memuat 9 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (3), iqlab (1), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • ظَنَنتُمۡNun mati bertemu ت
  • يَنقَلِبَNun mati bertemu ق
  • وَظَنَنتُمۡNun mati bertemu ت
  • وَكُنتُمۡNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أَن لَّنNun mati bertemu ل
  • لَّن يَنقَلِبَNun mati bertemu ي
  • أَبَدٗا وَزُيِّنَTanwin bertemu و

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • قَوۡمَۢا بُورٗاTanwin bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ظَنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini