Surat Al-Fath Ayat 17

QS. Al-Fath: 17 · Juz 26 · Madaniyah

لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا أَلِيمٗا

Laisa ‘alal-a‘mā ḥarajuw wa lā ‘alal-a‘raji ḥarajuw wa lā ‘alal-marīḍi ḥaraj(uw), wa may yuṭi‘illāha wa rasūlahū yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa may yatawalla yu‘ażżibhu ‘ażāban alīmā(n).

Tiada dosa atas orang-orang yang buta, dan atas orang yang pincang, dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling, niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

Baca dalam Surat Al-Fath

Tafsir QS. Al-Fath: 17

Penjelasan ayat 16–17 sekaligus.

"Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, 'Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu), niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelum-nya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.' Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling, niscaya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." (Al-Fath: 16-17).

(16) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang orang-orang dari kalangan badui yang tidak turut pergi berperang di jalan Allah سبحانه وتعالى, mereka mengutarakan alasan yang tidak benar dan mereka me-minta untuk turut serta berperang jika tidak disertai persenjataan dan peperangan tapi hanya untuk mendapatkan harta rampasan perang saja, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman mencela mereka, ﴿ قُل لِّلۡمُخَلَّفِينَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ سَتُدۡعَوۡنَ إِلَىٰ قَوۡمٍ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ ﴾ "Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, 'Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar'." Artinya, Rasulullah a dan para penggantinya dari kalangan Khulafa` Rasyidin serta para pemimpin akan meng-ajak kalian, dan mereka itu adalah pasukan Persia dan Romawi serta orang-orang semacam mereka, ﴿ تُقَٰتِلُونَهُمۡ أَوۡ يُسۡلِمُونَۖ ﴾ "kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam)," artinya, kemungkinan yang ini atau yang itu. Dan inilah realitanya, jika mereka pada saat memerangi para musuh dan dapat dikalahkan, maka kaum Muslimin tidak boleh menerima jizyah dari mereka, tapi alternatifnya adalah mereka para musuh itu masuk Islam atau dibunuh karena kekufuran mereka. Setelah kaum Muslimin ber-hasil mengalahkan mereka, mereka pun tunduk dan kehilangan kekuatan sehingga mereka harus masuk Islam atau membayar jizyah. ﴿ فَإِن تُطِيعُواْ ﴾ "Maka jika kamu patuhi (ajakan itu)," yakni, ajakan orang yang menyeru kalian memerangi musuh, ﴿ يُؤۡتِكُمُ ٱللَّهُ أَجۡرًا حَسَنٗاۖ ﴾ "niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik," yaitu balasan yang diberikan Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya karena berjihad di jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴿ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ كَمَا تَوَلَّيۡتُم مِّن قَبۡلُ ﴾ "Dan jika kamu berpaling seba-gaimana kamu telah berpaling sebelumnya," untuk memerangi kaum yang diserukan oleh Rasulullah a agar diperangi, ﴿ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا ﴾ "niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih." Ayat ini menunjukkan keutamaan para Khulafa` Rasyidin yang menyerukan untuk memerangi kaum yang memiliki kekuatan besar, di mana seruan itu wajib untuk ditaati.

(17) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai macam udzur yang diperkenankan bagi seorang hamba untuk tidak turut berjihad, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞۗ ﴾ "Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang)." Yakni, untuk tidak turut berjihad karena adanya udzur yang menghalangi mereka. ﴿ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴾ "Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya," dalam melaksanakan perintahNya dan menjauhi lara-nganNya, ﴿ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ ﴾ "niscaya Allah akan memasukkan-nya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," di dalam surga terdapat berbagai hal yang diinginkan jiwa dan dipandang nikmat oleh mata. ﴿ وَمَن يَتَوَلَّ ﴾ "Dan barangsiapa yang berpaling," dan tidak menaati Allah سبحانه وتعالى serta RasulNya, ﴿ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا أَلِيمٗا ﴾ "niscaya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." Kebahagiaan seluruhnya terletak pada menaati perintah Allah سبحانه وتعالى dan kesengsaraan terletak pada kemaksiatan serta menentang perintah Allah سبحانه وتعالى.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Fath: 17

Ayat ini memuat 11 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (5), ghunnah (1), qalqalah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • جَنَّٰتٖ تَجۡرِيTanwin bertemu ت
  • مِن تَحۡتِهَاNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • حَرَجٞ وَلَاTanwin bertemu و
  • حَرَجٞ وَلَاTanwin bertemu و
  • حَرَجٞۗ وَمَنTanwin bertemu و
  • وَمَن يُطِعِNun mati bertemu ي
  • وَمَن يَتَوَلَّNun mati bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • جَنَّٰتٖNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يُدۡخِلۡهُد mati
  • تَجۡرِيج mati
  • يُعَذِّبۡهُب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini