Surat Al-Hadid Ayat 14

QS. Al-Hadid: 14 · Juz 27 · Madaniyah

يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ

Yunādūnahum alam nakum ma‘akum, qālū balā wa lākinnakum fatantum anfusakum wa tarabbaṣtum wartabtum wa garratkumul-amāniyyu ḥattā jā'a amrullāhi wa garrakum billāhil-garūr(u).

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata, "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami), dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.

Baca dalam Surat Al-Hadid

Tafsir QS. Al-Hadid: 14

Penjelasan ayat 12–15 sekaligus.

"(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), 'Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.' Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang ber-iman, 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.' Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).' Lalu diada-kan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang Mukmin) seraya berkata, 'Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?' Mereka menjawab, 'Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Ialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah seburuk-buruk tempat kembali." (Al-Hadid: 12-15).

(12) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan keutamaan iman serta keberuntungan para pemilik keimanan pada Hari Kiamat sehingga yang lain merasa iri, ﴿ يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ ﴾ "(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan pe-rempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka." Maksudnya, ketika Hari Kiamat terjadi, ketika matahari digulung, rembulan pun mengalami gerhana, manusia pun berada dalam kegelapan, shirath ditegakkan di atas Neraka Jahanam, pada hari itu orang-orang Mukmin, baik lelaki maupun perempuan ter-lihat cahayanya, cahaya mereka berjalan di hadapan dan di sebelah kanan mereka, mereka pun berjalan dengan cahaya di depan dan sebelah kanan mereka. Di tempat yang amat mengerikan itu, ma-sing-masing orang berdasarkan keimanannya. Dan orang-orang yang beriman kala itu diberi kabar gembira besar seraya dikatakan, ﴿ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴾ "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-su-ngai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." Demi Allah, alangkah bergembiranya hati mereka dengan kabar gembira ini dan alangkah nikmat terasa dalam diri mereka, karena mereka memperoleh segala yang diminta dan selamat dari segala keburukan dan semua yang ditakutkan.

(13) Pada saat orang-orang munafik melihat orang-orang Mukmin berjalan dengan cahaya mereka, di mana cahaya orang-orang munafik kala itu padam dan mereka berada dalam kegelapan dan kebimbangan, mereka berkata pada orang-orang yang beriman, ﴿ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ ﴾ "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil seba-gian dari cahayamu," maksudnya, berjalanlah pelan-pelan dan tung-gulah kami agar kami sedikit memperoleh cahaya kalian supaya dapat kami jadikan lentera untuk berjalan di dalam kegelapan dan agar kami selamat dari siksaan. ﴿ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ ﴾ "Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)'," maksudnya, jika memang hal itu mungkin, padahal sebenarnya tidak mungkin dan mustahil. ﴿ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ ﴾ "Lalu diada-kan di antara mereka dinding," yaitu dinding yang menghalangi serta benteng yang menjaga, ﴿ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ ﴾ "yang mem-punyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa." Siksa itulah yang menyertai kaum munafik.

(14) Orang-orang munafik pun memanggil-manggil orang-orang yang beriman, mereka berkata dengan suara rendah dan meminta belas kasih, ﴿ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ ﴾ "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu," ketika di dunia kami mengucapkan "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah سبحانه وتعالى, kami juga shalat, puasa dan mengerjakan amal seperti halnya kalian?" ﴿ قَالُواْ بَلَىٰ ﴾ "Mereka menjawab, 'Benar'," kalian bersama-sama kami ketika di dunia dan kalian juga mengerjakan amalan yang secara zahir se-perti yang kami lakukan, hanya saja amalan kalian adalah amalan orang-orang munafik tanpa didasari iman dan niat tulus serta baik, ﴿ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ ﴾ "tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu," kalian mera-gukan berita Allah سبحانه وتعالى yang seharusnya tidak diragukan, karena ﴿ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ ﴾ "kalian ditipu oleh angan-angan kosong" yang batil, di mana kalian hanya mengkhayalkan meraih apa yang diraih oleh orang-orang Mukmin padahal kalian tidak yakin, ﴿ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﴾ "se-hingga datanglah ketentuan Allah," hingga kematian pun menjemput kalian sedangkan kalian masih tetap berada dalam situasi tercela seperti itu, ﴿ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴾ "dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu." Yaitu setan yang menghiasi kekufuran dan keraguan pada kalian sehingga kalian merasa aman dan kalian pun percaya pada janji setan dan membenarkan kabar yang disam-paikan setan.

(15) ﴿ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٞ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ ﴾ "Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir." An-daikan kalian menebus dengan emas sepenuh bumi dan seperti-nya juga, tentu tidak akan diterima. ﴿ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُۖ ﴾ "Tempat kamu ialah Neraka." Maksudnya, tempat tinggal kalian. ﴿ هِيَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ ﴾ "Ialah tempat berlindungmu." Yang meladeni dan mengitari kalian, ﴿ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴾ "dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali," yaitu neraka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ 8 فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ 9 وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ 10 نَارٌ حَامِيَةُۢ 11 ﴾ "Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." (Al-Qari'ah: 8-11).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Hadid: 14

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (3), idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • فَتَنتُمۡNun mati bertemu ت
  • أَنفُسَكُمۡNun mati bertemu ف
  • وَغَرَّكُم بِٱللَّهِMim mati bertemu ب

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • نَكُن مَّعَكُمۡۖNun mati bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • وَلَٰكِنَّكُمۡNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَٱرۡتَبۡتُمۡب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini