Surat Al-Hadid Ayat 16

QS. Al-Hadid: 16 · Juz 27 · Madaniyah

۞ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ

Alam ya'ni lil-lażīna āmanū an takhsya‘a qulūbuhum liżikrillāhi wa mā nazala minal-ḥaqq(i), wa lā yakūnū kal-lażīna ūtul-kitāba min qablu faṭāla ‘alaihimul-amadu faqasat qulūbuhum, wa kaṡīrum minhum fāsiqūn(a).

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

Baca dalam Surat Al-Hadid

Tafsir QS. Al-Hadid: 16

Penjelasan ayat 16–17 sekaligus.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka terhadap dzikrullah (al-Qur`an) dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan jangan-lah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesung-guhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." (Al-Hadid: 16-17).

(16) Pada saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang Mukmin dan munafik di akhirat, baik lelaki maupun perempuan, hal itu menyerukan hati agar khusyu' terhadap Rabbnya serta merasa rendah karena keagunganNya. Allah سبحانه وتعالى mencela seraya mendidik orang Mukmin karena tidak mengkhusyu'kan dan me-rendahkan hati di hadapan keagunganNya seraya berfirman, ﴿ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ ﴾ "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka terhadap dzikrullah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)," maksudnya, apakah belum tiba waktunya bagi hati untuk melunak dan merasa khusyu' terhadap dzikrullah, yaitu al-Qur`an, serta taat terhadap perintah-perintah dan laranganNya dan kebenaran yang diturunkan pada Muhammad a. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk mengkhusyu'kan hati kepada Allah سبحانه وتعالى secara sungguh-sungguh, mengkhusyu'kan hati terhadap al-Qur`an dan as-Sunnah serta mengingat petuah-petuah ilahiyah serta hukum-hukum syariat di setiap waktu serta mengintrospeksi diri untuk hal itu, ﴿ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ ﴾ "Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka," maksudnya, jangan menjadi seperti orang-orang yang diberi kitab sebelumnya yang mengharuskan mereka untuk khusyu' dan taat secara total, namun mereka tidak bisa menunaikannya dengan lama bahkan masa pun berlalu, kelalaian mereka berlanjut hingga keimanan dan keyakinan mereka lenyap, ﴿ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ﴾ "lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyak-an di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Hati setiap saat memerlukan peringatan al-Qur`an yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى dan berbicara dengan hikmah, tidak sepatutnya lalai dari hal itu, ka-rena lalai dari al-Qur`an dan berdzikir merupakan sebab kerasnya hati dan membekunya air mata.

(17) ﴿ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴾ "Ketahui-lah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." Karena tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى menunjukkan akal pada perintah-perintah ila-hiyah. Dzat yang kuasa menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan orang-orang mati setelah meninggal dunia kemudian diberi balasan atas amal perbuatannya. Dzat yang menghidupkan bumi dengan air hujan setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan hati yang mati dengan kebenaran yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak bisa men-dapatkan petunjuk dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan tidak tunduk pada peraturan-peraturan Allah سبحانه وتعالى adalah orang-orang yang tidak berakal.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-Hadid: 16

Hukum Tajwid QS. Al-Hadid: 16

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • أَن تَخۡشَعَNun mati bertemu ت
  • مِن قَبۡلُNun mati bertemu ق

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡTanwin bertemu م

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلُب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini