Surat Al-Hajj Ayat 5

QS. Al-Hajj: 5 · Juz 17 · Madaniyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡـٔٗاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِيجٖ

Yā ayyuhan-nāsu in kuntum fī raibim minal-ba‘ṡi fa innā khalaqnākum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma mim muḍgatim mukhallaqatiw wa gairi mukhallaqatil linubayyina lakum, wa nuqirru fil-arḥāmi mā nasyā'u ilā ajalim musamman ṡumma nukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum, wa minkum may yutawaffā wa minkum may yuraddu ilā arżalil-‘umuri likailā ya‘lama ba‘da ‘ilmin syai'ā(n), wa taral-arḍa hāmidatan fa iżā anzalnā ‘alaihal-mā'ahtazzat wa rabat wa ambatat min kulli zaujim bahīj(in).

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan, dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Baca dalam Surat Al-Hajj

Tafsir QS. Al-Hajj: 5

Penjelasan ayat 5–7 sekaligus.

"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebang-kitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari nuthfah (setetes mani), kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu, dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjang-kan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena Allah, Dia-lah yang haq, dan bahwa Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati, dan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (Al-Hajj: 5-7).

(5) Allah تعالى berfirman, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ ﴾ "Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur)," keragu-raguan, kesangsian, serta ketidakyakinan akan kejadiannya, padahal kewajiban kalian adalah mempercayai Rabb kalian dan membenarkan para RasulNya dalam masalah itu. Akan tetapi, jika kalian menampik segalanya selain sikap ragu-ragu semata, maka ambillah dua bukti logis yang kalian saksikan. Masing-masing menunjukkan dengan bukti yang pasti kepada perkara yang kalian ragu tentangnya dan menghilangkan unsur syak pada hati-hati kalian. Pertama, pengambilan bukti melalui penciptaan manusia pertama kali, dan bahwa Dzat yang memulai penciptaannya akan (bisa) mengulanginya kembali. Allah berfirman mengenai ini,﴿ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ﴾ "Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah," maksudnya menciptakan nenek moyang manusia, Adam عليه السلام. ﴿ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ﴾ "Kemudian dari setetes air mani," yakni dari mani. Inilah per-mulaan proses penciptaan manusia. ﴿ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ﴾ "Kemudian dari segumpal darah," maksudnya air mani itu berubah menjadi darah yang merah dengan izin Allah. ﴿ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ ﴾ "Kemudian dari segumpal daging," maksudnya darah itu beralih wujud menjadi mudhghah, yakni segumpal daging dengan ukuran yang bisa dikunyah. Se-gumpal daging tersebut, terkadang ﴿ مُّخَلَّقَةٖ ﴾ "sempurna kejadiannya," maksudnya terbentuk bakal manusia dan terkadang ﴿ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ ﴾ "tidak sempurna," karena rahim mengeluarkannya sebelum diproses pembentukannya ﴿ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ ﴾ "agar Kami jelaskan kepadamu," asal muasal penciptaan kalian, meskipun Allah mampu menyempurna-kan penciptaannya dalam sekejap saja. Hanya saja, untuk menjelas-kan kepada kita sekalian kesempurnaan hikmahNya dan keagungan kekuasaanNya serta keluasan rahmatNya. ﴿ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴾ "Dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan," [mak-sudnya] Kami menetapkan kehamilan dalam rahim yang tidak di-campakkannya yang Kami kehendaki keberlangsungannya sampai waktu yang telah ditentukan, yaitu masa kehamilan. ﴿ ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ ﴾ "Kemudian Kami keluarkan kamu," dari perut-perut ibu kalian ﴿ طِفۡلٗا ﴾ "sebagai bayi," yang mana kalian tidak mengetahui apa pun dan kalian tidak punya kekuatan. Selanjutnya Kami mengerahkan para ibu bagi kalian dan mengadakan rizki bagi kalian melalui air susu-nya. Kemudian kalian tumbuh dari fase ke fase berikutnya sampai memasuki masa kedewasaan. Yaitu masa kematangan kekuatan dan daya pikir. ﴿ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ ﴾ "Dan di antara kamu ada yang diwafatkan," se-belum mencapai usia kedewasaan. Dan di antara kalian ada yang melewati usia tua sehingga ﴿ يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ ﴾ "dipanjangkan umurnya sampai pikun," usia yang mengenaskan dan hina, yaitu masa tua renta dan pikun, yang menyebabkan akal sehat hilang dan ber-kurang. Sebagaimana kekuatan fisiknya yang lain juga hilang dan melemah ﴿ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡـٔٗاۚ ﴾ "supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya," maksudnya agar orang yang dipanjangkan umurnya ini tidak mengetahui perkara-perkara yang mereka ketahui sebelumnya. Lantaran melemahnya kekuatan akal yang dimilikinya. Kekuatan seorang manusia dikeli-lingi oleh dua kelemahan:(1). Kelemahan pada masa kanak-kanak dan kekurangan padanya; (2). Kelemahan masa tua dan kekurangan padanya. Seperti yang difirmankan oleh Allah تعالى, ﴿ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعۡفٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ ضَعۡفٖ قُوَّةٗ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٖ ضَعۡفٗا وَشَيۡبَةٗۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ 54 ﴾ "Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemu-dian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya, dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa." (Ar-Rum : 54). Kedua: Menghidupkan bumi setelah mati. Allah berfirman, ﴿ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ ﴾ "Dan kamu lihat bumi ini kering," diam, penuh debu-debu, tidak ada tanaman dan juga tidak ada hijau-hijauan padanya ﴿ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ ﴾ "kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu," maksudnya bergerak-gerak karena ada tumbuh-tumbuhan ﴿ وَرَبَتۡ ﴾ "dan suburlah," maksudnya menjadi semakin tinggi pasca diamnya. Yaitu dengan pertumbuhan ta-namannya ﴿ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۭ ﴾ "dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan," yaitu satu jenis dari jenis-jenis tumbuhan ﴿ بَهِيجٖ 5 ﴾ "yang indah," mengagumkan orang-orang yang melihat-nya dan menyenangkan orang-orang yang memandangnya.

(6-7) Dua bukti kuat di atas menunjukkan lima perkara penting. Yaitu, berikut ini: ﴿ ذَٰلِكَ ﴾ "Yang demikian itu." Dzat yang menciptakan manusia dari bahan yang sudah Allah sebutkan ciri-nya, dan menghidupkan bumi setelah kekeringannya ﴿ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ ﴾ "karena Allah, Dia-lah yang haq," Rabb yang berhak diibadahi yang tidak sepantasnya ibadah diarahkan kepada selainNya. Ibadah kepadaNya-lah yang merupakan tindakan benar. Sementara ber-ibadah kepada selainNya merupakan bentuk kebatilan. ﴿ وَأَنَّهُۥ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ ﴾ "Dan bahwa Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati," sebagaimana Allah memulai penciptaan makhluk-makhlukNya dan menghidup-kan bumi pasca kekeringannya ﴿ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ 6 ﴾ "dan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu," sebagaimana Allah telah memper-tontonkan kepada kalian bentuk kekuasaanNya yang spesial, dan ciptaanNya yang agung yang sudah kalian saksikan ﴿ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٞ لَّا رَيۡبَ فِيهَا ﴾ "dan bahwa Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya." Tidak ada alasan untuk menganggapnya mustahil ﴿ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبۡعَثُ مَن فِي ٱلۡقُبُورِ 7 ﴾ "dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." Dia akan membalasi kalian berdasarkan amalan-amalan kalian, yang baik dan yang buruk.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Hajj: 5

Ayat ini memuat 42 bacaan bertajwid: ikhfa (14), idgham (13), iqlab (3), ghunnah (8), qalqalah (4).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • إِن كُنتُمۡNun mati bertemu ك
  • كُنتُمۡNun mati bertemu ت
  • مِّن تُرَابٖNun mati bertemu ت
  • تُرَابٖ ثُمَّTanwin bertemu ث
  • نُّطۡفَةٖ ثُمَّTanwin bertemu ث
  • عَلَقَةٖ ثُمَّTanwin bertemu ث
  • مُّسَمّٗى ثُمَّTanwin bertemu ث
  • طِفۡلٗا ثُمَّTanwin bertemu ث
  • وَمِنكُمNun mati bertemu ك
  • وَمِنكُمNun mati bertemu ك
  • عِلۡمٖ شَيۡـٔٗاۚTanwin bertemu ش
  • هَامِدَةٗ فَإِذَآTanwin bertemu ف
  • أَنزَلۡنَاNun mati bertemu ز
  • مِن كُلِّNun mati bertemu ك

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • رَيۡبٖ مِّنَTanwin bertemu م
  • خَلَقۡنَٰكُم مِّنMim mati bertemu م
  • مِن نُّطۡفَةٖNun mati bertemu ن
  • مِن مُّضۡغَةٖNun mati bertemu م
  • مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖTanwin bertemu م
  • مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِTanwin bertemu و
  • مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَTanwin bertemu ل
  • أَجَلٖ مُّسَمّٗىTanwin bertemu م
  • وَمِنكُم مَّنMim mati bertemu م
  • مَّن يُتَوَفَّىٰNun mati bertemu ي
  • وَمِنكُم مَّنMim mati bertemu م
  • مَّن يُرَدُّNun mati bertemu ي
  • شَيۡـٔٗاۚ وَتَرَىTanwin bertemu و

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • مِنۢ بَعۡدِNun mati bertemu ب
  • وَأَنۢبَتَتۡNun mati bertemu ب
  • زَوۡجِۭ بَهِيجٖTanwin bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلنَّاسُNun bertasydid
  • فَإِنَّاNun bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid
  • مُّسَمّٗىMim bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • خَلَقۡنَٰكُمق mati
  • نُّطۡفَةٖط mati
  • لِتَبۡلُغُوٓاْب mati
  • بَهِيجٖج di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini