Surat Al-Hajj Ayat 73

QS. Al-Hajj: 73 · Juz 17 · Madaniyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ

Yā ayyuhan-nāsu ḍuriba maṡalum fastami‘ū lah(ū), innal-lażīna tad‘ūna min dūnillāhi lay yakhluqū żubābaw wa lawijtama‘ū lah(ū), wa iy yaslubhumuż-żubābu syai'al lā yastanqiżūhu minh(u), ḍa‘ufaṭ-ṭālibu wal-maṭlūb(u).

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

Baca dalam Surat Al-Hajj

Tafsir QS. Al-Hajj: 73

Penjelasan ayat 73–74 sekaligus.

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka kalian dengarkanlah perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyem-bah, dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak me-ngenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa." (Al-Hajj: 73-74).

(73-74) Ini sebuah permisalan yang Allah (gariskan) untuk menggambarkan keburukan peribadahan kepada berhala-berhala dan menjelaskan cacatnya akal-akal orang-orang yang menjalankan ibadah kepadanya serta (menjelaskan) kelemahan semua pihak. Allah berfirman, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ﴾ "Hai manusia." Ini pembicaraan yang terarah kepada kaum Mukminin dan kaum kafir. Dengan itu, orang-orang Mukminin akan melonjak tingkat ilmu dan bashirah mereka. Sedangkan bagi kaum kafir, ayat itu menjadi hujjah yang menggu-gat mereka. ﴿ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ ﴾ "Telah dibuat perumpamaan, maka kalian dengarkanlah perumpamaan itu," maksudnya condongkanlah pendengaran-pendengaran kalian ke arahnya. Dan pahami kan-dungannya. Jangan sampai mengenai hati yang sedang lalai dan pendengaran yang sedang membelok. Benar-benar arahkan hati dan pendengaran kalian. Yaitu Firman Allah ini, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴾ "Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah," keterang-an ini mencakup setiap obyek yang disembah selain Allah, ﴿ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا ﴾ "sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun," yang meru-pakan binatang yang paling hina lagi menjijikkan. Mereka tiada berdaya untuk menciptakan makhluk yang lemah ini. Apalagi benda-benda yang lebih baik darinya (sudah mesti mereka lebih tidak berdaya). ﴿ وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ ﴾ "Walaupun mereka bersatu untuk men-ciptakannya," bahkan, lebih parah daripada itu, ﴿ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ﴾ "dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya." Ini merupakan titik puncak kelemahannya. ﴿ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ ﴾ "Amat lemahlah yang menyembah," yaitu yang menyembah sesembahan selain Allah, ﴿ وَٱلۡمَطۡلُوبُ 73 ﴾ "dan amat lemah (pulalah) yang disembah," yaitu lalat. Masing-masing lemah. Lebih lemah lagi daripada keduanya adalah orang yang bergantung kepada makhluk yang lemah ini dan memposisikannya sebagai Rabbul 'Alamin (Penguasa alam semesta). Orang ini tidak menghor-mati Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah menyamakan obyek yang membutuhkan peran pihak lain lagi tanpa daya (dilihat) dari segala aspek dengan Dzat Yang Mahakaya lagi Kuat dari segala sisi. Dia telah mempersamakan obyek yang tidak mempunyai kemampuan (bagi dirinya dan bagi orang lain) untuk menetapkan kebaikan, bahaya, kematian, kehidupan, dan kebangkitan dengan Dzat yang Maha Pemberi kemanfaatan dan bahaya, Yang Melim-pahkan dan Menahan (kenikmatan), Pemilik kerajaan, dan Yang Mengatur dengan berbagai macam aturan di dalamnya. ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ 74 ﴾ "Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa," maksudnya sempurna kekuatanNya, sempurna kemuliaanNya. Di antara kesempurnaan kekuatan dan kemuliaan-Nya; bahwasanya ubun-ubun seluruh makhluk berada di dua TanganNya. Tidaklah ada benda yang bergerak dan diam melain-kan (pasti) dengan keinginan dan kehendakNya. Apa yang dikehen-daki oleh Allah, niscaya terjadi, dan apa-apa yang tidak diinginkan oleh Allah, niscaya tidak akan terlaksana. Di antara kesempurnaan kekuatan Allah bahwa Dia memegangi langit-langit dan bumi sehingga tidak terjatuh. Dan (bukti) kesempurnaan kekuatan Allah, Dia membangkitkan seluruh makhluk (setelah kehancurannya), sejak makhluk yang pertama dan yang paling akhir hanya dengan satu tiupan, dan Allah dapat membinasakan para diktator dan umat-umat manusia yang sombong, hanya dengan sesuatu yang kecil dan cemeti dari siksaanNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Hajj: 73

Ayat ini memuat 14 bacaan bertajwid: ikhfa (3), idgham (4), ghunnah (2), qalqalah (5).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْTanwin bertemu ف
  • مِن دُونِNun mati bertemu د
  • يَسۡتَنقِذُوهُNun mati bertemu ق

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • لَن يَخۡلُقُواْNun mati bertemu ي
  • ذُبَابٗا وَلَوِTanwin bertemu و
  • وَإِن يَسۡلُبۡهُمُNun mati bertemu ي
  • شَيۡـٔٗا لَّاTanwin bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلنَّاسُNun bertasydid
  • إِنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • تَدۡعُونَد mati
  • ٱجۡتَمَعُواْج mati
  • يَسۡلُبۡهُمُب mati
  • وَٱلۡمَطۡلُوبُط mati
  • وَٱلۡمَطۡلُوبُب di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini