Penjelasan ayat 14–15 sekaligus.
"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, 'Sesungguhnya panda-ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir'." (Al-Hijr: 14-15).
(14-15) Maksudnya, seandainya setiap ayat (tanda kekuasa-an Allah) yang agung datang kepada mereka, niscaya mereka tetap saja enggan beriman dan malah bersikap arogan terhadapnya. Dan ﴿ لَوۡ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴾ "jika seandainya Kami membukakan kepada me-reka salah satu dari (pintu-pintu) langit", sehingga mereka bisa menaiki-nya dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, niscaya mereka akan berkata atas dorongan sifat zhalim dan keras kepala mereka untuk mengingkarinya, ﴿ إِنَّمَا سُكِّرَتۡ أَبۡصَٰرُنَا ﴾ "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan", maksudnya pandangan-pandangan mata kami tertimpa oleh kekaburan dan tabir pekat se-hingga melihat sesuatu yang tidak terlihat. ﴿ بَلۡ نَحۡنُ قَوۡمٞ مَّسۡحُورُونَ ﴾ "Bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir", maksudnya itu bukan realita, tapi sebuah bentuk sihir. Suatu kaum yang sudah sedemikian level pengingkaran mereka, maka sudah tentu sulit diinginkan dan di-harapkan (keimanannya).
Kemudian Allah mengetengahkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan kebenaran risalah yang diemban oleh para rasul Allah.