Surat Al-Hijr Ayat 26

QS. Al-Hijr: 26 · Juz 14 · Makkiyah

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ

Wa laqad khalaqnal-insāna min ṣalṣālim min ḥama'im masnūn(in).

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Baca dalam Surat Al-Hijr

Tafsir QS. Al-Hijr: 26

Penjelasan ayat 26–44 sekaligus.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).

(26) ﴿ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴾ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴿ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴾ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.

(27) ﴿ وَٱلۡجَآنَّ ﴾ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴿ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴾ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴿ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴾ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.

(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴿ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴾ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴿ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴾ "dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."

(30-31) Mereka menaati perintah Rabb mereka, ﴿ فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ﴾ "maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama", terdapat lafazh penguatan setelah lafazh penguatan sebelumnya, untuk menandakan bahwa tidak ada satu malaikat pun yang enggan. Hal tersebut sebagai bentuk pengagungan (mereka) kepada perintah Allah dan pemuliaan kepada Adam, karena beliau mengetahui se-suatu yang tidak diketahui oleh para malaikat. ﴿ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ ﴾ "Kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu", ini adalah permusuhan pertamanya kepada Adam dan keturunan beliau.

(32-33) ﴿ قَالَ ﴾ "Dia berfirman", yaitu Allah yang berkata, ﴿ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ 32 قَالَ لَمۡ أَكُن لِّأَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهُۥ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 33 ﴾ "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu. Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", lalu dia bersikap sombong terhadap perintah Allah dan memperlihatkan permusuhannya kepada Adam dan keturunan beliau, dan mengagumi diri atas (keunggulan) unsur penciptaannya seraya berkata, "Aku lebih baik darinya."

(34-35) ﴿ قَالَ ﴾ "Allah berfirman", Allah berfirman untuk meng-hukum atas kekufuran dan kesombongannya, ﴿ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴾ "keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk", maksudnya terusir lagi dijauhkan dari segala kebaikan ﴿ وَإِنَّ عَلَيۡكَ ٱللَّعۡنَةَ ﴾ "Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu", yaitu celaan, cercaan, dan jauh dari kebaikan ﴿ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴾ "sampai Hari Kiamat", pada ayat ini dan ayat-ayat lain yang semakna terdapat petunjuk bahwa iblis akan tetap berada dalam kekufuran dan jauh dari kebaikan.

(36-38) ﴿ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ ﴾ "Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku'," berilah aku kesempatan ﴿ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ 36 قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 37 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 38 ﴾ "Sampai hari (manusia) dibang-kitkan." Allah berfirman, "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu ter-masuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan," pengabulan Allah terhadap permintaannya bukanlah bentuk pemuliaan pada dirinya. Itu hanya sekedar ujian dan cobaan dari Allah baginya dan para hambaNya. Agar menjadi jelas siapa orang yang jujur, yang menaati Allah, bukan kepada musuhNya, dari orang yang tidak demikian. Karena itu, Allah telah memper-ingatkan kita darinya dengan peringatan yang sangat keras dan memaparkan apa saja yang iblis inginkan dari kita.

(39-40) ﴿ قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi'," kami akan menggambarkan dunia menjadi indah pada pandangan mereka dan mengajak mereka untuk mendahulukannya dibanding-kan akhirat. Agar mereka menjadi manusia-manusia yang setia terhadap setiap kemaksiatan ﴿ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴾ "dan pasti aku akan me-nyesatkan mereka semuanya", aku akan menghalang-halangi mereka semua dari jalan yang lurus ﴿ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴾ "kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka", yaitu orang-orang yang telah Engkau jadikan mereka berlaku ikhlas (kepadaMu) dan Eng-kau pilih karena keikhlasan, keimanan, dan ketakwaan mereka.

(41) Allah berfirman, ﴿ هَٰذَا صِرَٰطٌ عَلَيَّ مُسۡتَقِيمٌ ﴾ "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)", maksudnya jalan yang per-tengahan, mengantarkan kepadaKu dan menuju ke tempat kemu-liaanKu.

(42) ﴿ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٌ ﴾ "Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka", untuk memikat mereka kepada perkara-perkara yang engkau kehendaki, berupa berbagai macam kesesatan karena pengabdian diri mereka kepada Rabb mereka dan kepatuhan mereka kepada perintah-perintahNya. Allah telah menolong mereka dan memelihara mereka dari (jeratan) setan. ﴿ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ ﴾ "Kecuali orang-orang yang mengikutimu", lalu dia ridha dengan kepemimpinan, dan taat kepadamu sebagai ganti dari ke-taatan kepada ar- Rahman ﴿ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴾ "yaitu orang-orang yang sesat", kata اَلْغَاوِيْ lawan dari kataاَلرَّاشِدُ (yang mendapat petunjuk), yaitu orang yang mengetahui kebenaran tapi meninggalkannya. Semen-tara kata اَلضَّالُّ maknanya orang yang meninggalkan kebenaran tan-pa tahu sebelumnya.

(43) ﴿ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴾ "Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya", yaitu iblis dan para pengikutnya.

(44) ﴿ لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ ﴾ "Jahanam itu mempunyai tujuh pintu", setiap pintu berada di bawah pintu lainnya. ﴿ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ ﴾ "Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) dari mereka", yaitu dari para pengikut iblis ﴿ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ ﴾ "untuk golongan yang tertentu", sesuai dengan tingkatan ulah (buruknya). Allah تعالى berfirman, ﴿ فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ 94 وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ 95 ﴾ "Hati mereka dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya." (Asy-Syu'ara`:94-95).

Usai Allah menjelaskan apa yang dipersiapkanNya bagi para musuhNya, para pengikut iblis, berupa hukuman dan siksa yang dahsyat, maka Dia mengungkapkan apa saja yang Dia sediakan bagi para waliNya, berupa kemurahan yang besar dan kenikmatan yang lestari. Allah تعالى berfirman,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Hijr: 26

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (2), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • ٱلۡإِنسَٰنَNun mati bertemu س
  • مِن صَلۡصَٰلٖNun mati bertemu ص

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • صَلۡصَٰلٖ مِّنۡTanwin bertemu م
  • حَمَإٖ مَّسۡنُونٖTanwin bertemu م

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَلَقَدۡد mati
  • خَلَقۡنَاق mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini