Surat Al-Hijr Ayat 78
QS. Al-Hijr: 78 · Juz 14 · Makkiyah
وَإِن كَانَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ لَظَٰلِمِينَ
Wa in kāna aṣḥābul-aikati laẓālimīn(a).
Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,
Baca dalam Surat Al-HijrQS. Al-Hijr: 78 · Juz 14 · Makkiyah
وَإِن كَانَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ لَظَٰلِمِينَ
Wa in kāna aṣḥābul-aikati laẓālimīn(a).
Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,
Baca dalam Surat Al-HijrPenjelasan ayat 78–79 sekaligus.
"Dan sesungguhnya dahulu penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zhalim. Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesung-guhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang." (Al-Hijr: 78-79).
(78) Mereka adalah kaum Nabi Syu'aib, Allah menceritakan potret mereka dan menisbatkan mereka dengan nama al-Aikah. Yaitu, sebuah kebun yang banyak pepohonannya. Tujuannya, untuk mengingatkan mereka tentang kenikmatan Allah pada mereka dan (mengingatkan bahwa) mereka belum menjalankannya. Bahkan telah datang kepada mereka Nabi Syu'aib. Dia menyeru mereka kepada tauhid dan meninggalkan praktik kezhaliman kepada sesama manusia dalam takaran-takaran dan penimbangan-penimbangan. Dia mengobati mereka di atas dakwah itu dengan intensif. Namun, mereka tetap saja berkutat pada kezhaliman mereka terhadap hak Pencipta mereka dan hak sesama manusia. Oleh karena itu, di sini Allah melekatkan sifat zhalim pada diri mereka.
(79) ﴿ فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ ﴾ "Maka Kami membinasakan mereka", maka azab dari (Allah) membinasakan mereka pada hari yang dinaungi oleh mendung. Sesungguhnya itu adalah siksa pada hari yang dahsyat. ﴿ وَإِنَّهُمَا ﴾ "Sesungguhnya kedua kota itu", perkampungan kaum Luth dan para pemilik al-Aikah ﴿ لَبِإِمَامٖ مُّبِينٖ ﴾ "benar-benar terletak di jalan umum yang terang", maksudnya berada di jalan yang jelas, dilalui oleh para musafir setiap saat. Di antara peninggalan mereka ter-dapat obyek yang jelas dapat disaksikan oleh mata penglihatan, sehingga orang-orang yang berakal (dapat) mengambil pelajaran dengannya.
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ikhfa (1).
Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.