Surat Al-Isra' Ayat 101

QS. Al-Isra': 101 · Juz 15 · Makkiyah

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ تِسۡعَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ فَسۡـَٔلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِذۡ جَآءَهُمۡ فَقَالَ لَهُۥ فِرۡعَوۡنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسۡحُورٗا

Wa laqad ātainā mūsā tis‘a āyātim bayyinātin fas'al banī isrā'īla iż jā'ahum fa qāla lahū fir‘aunu innī la'aẓunnuka yā mūsā masḥūrā(n).

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Firʻawn berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir".

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 101

Penjelasan ayat 101–104 sekaligus.

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata. Maka tanyakanlah kepada Bani Isra`il, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun ber-kata kepadanya, 'Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, se-orang yang kena sihir.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa.' Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami menenggelamkannya (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-samanya seluruhnya. Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isra`il, 'Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)'." (Al-Isra`: 101-104).

(101) Maksudnya, bukanlah engkau, wahai Rasul yang di-dukung dengan ayat-ayatNya, seorang rasul pertama yang dinyata-kan dusta oleh umat manusia. Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu Musa bin Imran al-Kalim kepada Fir'aun dan kaumnya. Kami memberikan kepadanya ﴿ تِسۡعَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ ﴾ "sembilan buah mukjizat yang nyata." Setiap mukjizat itu sudah cukup memadai bagi orang-orang yang tujuannya adalah mengikuti kebenaran. Mukjizat itu seperti ular, tongkat, angin topan, belalang, kutu, katak, darah, azab dan terbelahnya lautan. Apabila ada keraguan padamu tentang hal itu ﴿ فَسۡـَٔلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِذۡ جَآءَهُمۡ فَقَالَ لَهُۥ فِرۡعَوۡنُ ﴾ "Maka tanyakanlah kepada Bani Isra`il, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya," mes-kipun sudah didatangkan mukjizat-mukjizat ini, ﴿ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسۡحُورٗا ﴾ "sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir."

(102) Maka ﴿ قَالَ ﴾ "Musa menjawab," kepadanya ﴿ لَقَدۡ عَلِمۡتَ ﴾ "Se-sungguhnya kamu telah mengetahui," wahai Fir'aun ﴿ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ ﴾ "bahwa tidak ada yang menurunkan semua itu," yaitu mukjizat-mukjizat itu ﴿ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ بَصَآئِرَ ﴾ "kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata," dariNya untuk hamba-hambaNya. Dan perkataanmu itu bukanlah yang sejujurnya. Karena kamu me-ngatakan itu hanya untuk menyemangati kaummu dan mengolok-olok Bani Isra`il ﴿ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُورٗا ﴾ "dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa," maksudnya, yang di-murkai, dan dilemparkan ke dalam azab. Kamu mendapatkan ke-celakaan, celaan, dan laknat.

(103-104) ﴿ فَأَرَادَ ﴾ "Kemudian dia berkehendak," yaitu Fir'aun ﴿ أَن يَسۡتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu," maksudnya mengusir dan mengeluarkan me-reka dari negeri itu, ﴿ فَأَغۡرَقۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعٗا ﴾ "maka Kami menenggelamkan-nya (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-samanya seluruhnya," dan Kami wariskan bumi dan rumah-rumah mereka kepada Bani Isra`il. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴿ وَقُلۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ لِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱسۡكُنُواْ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ جِئۡنَا بِكُمۡ لَفِيفٗا ﴾ "Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isra`il, 'Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)'," semuanya, untuk memberi balasan setiap orang, sesuai dengan amalannya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-Isra': 101

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 101

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (1), iqlab (1), ghunnah (2), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • بَيِّنَٰتٖۖ فَسۡـَٔلۡTanwin bertemu ف

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖTanwin bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنِّيNun bertasydid
  • لَأَظُنُّكَNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَلَقَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini