Surat Al-Isra' Ayat 50

QS. Al-Isra': 50 · Juz 15 · Makkiyah

۞ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا

Qul kūnū ḥijāratan au ḥadīdā(n).

Katakanlah, "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 50

Penjelasan ayat 49–52 sekaligus.

"Dan mereka berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang be-lulang dan benda-benda yang hancur, apakah benar-benar kami akan di-bangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?' Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi. Atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.' Maka mereka akan bertanya, 'Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?' Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.' Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?' Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat.' Yaitu pada hari Dia memanggilmu, lalu kamu mematuhiNya sam-bil memujiNya dan kamu mengira, bahwa tidaklah kamu berdiam (di da-lam kubur) melainkan sebentar saja'." (Al-Isra`: 49-52).

(49) Allah تعالى mengabarkan tentang perkataan para peng-ingkar Hari Kebangkitan, dan para pendusta Hari Kebangkitan de-ngan perkataan mereka, ﴿ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا ﴾ "Apakah bila kami telah men-jadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur," maksudnya jasad-jasad yang telah rusak ﴿ أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدٗا ﴾ "apa benar-benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" Ini tidak akan terjadi, mustahil menurut mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lantaran mendustakan utusan Allah, menentang ayat-ayat-Nya, dan menyamakan kemampuan al-Khaliq (Sang Pencipta) langit dan bumi dengan kemampuan mereka yang sangat lemah. Tatkala mereka memandang hal itu (kebangkitan setelah mati) tidak mungkin terjadi, dan mereka pun tidak sanggup melakukannya, maka mereka pun menilai kekuasaan Allah demikian pula. Mahasuci Dzat yang telah menjadikan sebagian makhluk dari makhlukNya –yang mana mereka mengklaim sebagai orang-orang yang berakal dan cerdas– sebagai simbol kebodohan pada sesuatu yang paling jelas, paling gamblang lagi paling terang serta paling tinggi petunjuknya, supaya memperlihatkan kepada para hambaNya, bahwa tidak ada alternatif lain melainkan taufik dan pertolonganNya atau kebinasaan dan kesesatan. ﴿ رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ 8 ﴾ "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu; Karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Ali Imran: 8).

(50-51) Karena itu, Allah memerintahkan RasulNya untuk berkata kepada para pengingkar Hari Kebangkitan yang menilainya mustahil, ﴿ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا 50 أَوۡ خَلۡقٗا مِّمَّا يَكۡبُرُ ﴾ "Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali)'." Maksudnya, makhluk yang membesar ﴿ فِي صُدُورِكُمۡۚ ﴾ "menurut pikiranmu," supaya kamu selamat –menurut persepsi kalian– dari kekuasaan Allah (untuk membangkitkan) kalian atau (selamat dari) terealisasinya kehendak Allah pada kalian. Karena dalam bentuk dan sifat seperti apa pun niscaya kamu tidak akan mampu melumpuhkan (ketetapan) Allah. Kamu tidak punya andil kuasa dalam pengaturan dirimu, baik tatkala hidup atau se-sudah mati. Maka, serahkanlah urusan pengaturan dan penanganan kepada Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan menjangkau segala sesuatu. ﴿ فَسَيَقُولُونَ ﴾ "Maka mereka akan bertanya," tatkala engkau mengetengahkan hujjah atas mereka tentang Hari Kebangkitan, ﴿ مَن يُعِيدُنَاۖ قُلِ ٱلَّذِي فَطَرَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖۚ ﴾ "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama'," sebagaimana Dia telah menciptakan kamu, padahal sebelumnya kamu adalah sesuatu yang tidak pernah disebut, maka Dia-lah yang akan mengembalikan kamu sebagai makhluk yang baru, ﴿ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴾ "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." (Al-Anbiya`: 104). ﴿ فَسَيُنۡغِضُونَ إِلَيۡكَ رُءُوسَهُمۡ ﴾ "Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan ke-pala mereka," maksudnya menggerak-gerakkan kepala mereka se-bagai bentuk pengingkaran dan ungkapan keheranan terhadap apa yang kamu katakan ﴿ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَۖ ﴾ "dan mereka berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?'" Maksudnya kapan waktu terjadinya Hari Kebangkit-an yang kamu sangka (terjadi) berdasarkan perkataanmu? Pertanya-an ini bukan untuk mengakui kenyataan Hari Kebangkitan, akan tetapi merupakan bentuk kebodohan dan kelemahan dari mereka ﴿ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبٗا ﴾ "Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat'." Sesungguhnya penentuan waktu kapan terjadi Hari Kebangkitan tidaklah berfaidah. Akan tetapi, manfaat dan tuntut-annya terdapat pada keyakinan dan pengakuan terhadapnya. Lalu apabila tidak demikian, maka sesungguhnya segala sesuatu yang pasti datang itu, berarti dekat.

(52) ﴿ يَوۡمَ يَدۡعُوكُمۡ ﴾ "Yaitu pada hari Dia memanggil kamu," untuk dibangkitkan dan dikumpulkan serta ditiuplah sangkakala ﴿ فَتَسۡتَجِيبُونَ بِحَمۡدِهِۦ ﴾ "lalu kamu mematuhiNya sambil memujiNya," maksudnya ka-lian semua tunduk terhadap perintahNya dan tidak mungkin me-mungkiriNya. Firman Allah, ﴿ بِحَمۡدِهِۦ ﴾ "Sambil memujiNya," maksud-nya Dia تعالى terpuji atas segala perbuatanNya. Dengan sifat terpuji itulah Dia akan membalas perbuatan hamba ketika Dia mengum-pulkan mereka pada Hari Kiamat ﴿ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا ﴾ "dan kamu me-ngira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja," disebabkan begitu cepat masa terjadinya, dan bahwa segala bentuk kenikmatan yang pernah mampir pada kalian seolah-olah tidak pernah ada. Inilah perkataan yang dikatakan oleh orang-orang yang ingkar, "Kapankah ia akan terjadi?" Mereka berada pada puncak penyesalan tatkala Hari Kebangkitan itu datang. Maka dikatakan kepada mereka, "Inilah apa-apa yang dahulu kamu dustakan."

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 50

Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini