Surat Al-Isra' Ayat 61

QS. Al-Isra': 61 · Juz 15 · Makkiyah

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ قَالَ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا

Wa iż qulnā lil-malā'ikatisjudū li'ādama fa sajadū illā iblīs(a), qāla a'asjudu liman khalaqta ṭīnā(n).

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 61

Penjelasan ayat 61–65 sekaligus.

"Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?' Dia (iblis) berkata, 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.' Allah berfirman, 'Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara me-reka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki, dan berserikatlah de-ngan mereka pada harta dan anak-anak, dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melain-kan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai Pen-jaga'." (Al-Isra`: 61-65).

(61) Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi telah mengingat-kan para hambaNya akan dahsyatnya permusuhan dan kegigihan setan untuk menyesatkan mereka. Dan bahwa tatkala Allah men-ciptakan Adam, setan berlagak sombong untuk sujud kepadanya, ﴿ قَالَ ﴾ "dia berkata," dengan penuh kesombongan, ﴿ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا ﴾ "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan berupa tanah?" yaitu dari tanah. Dengan prasangkanya, dia lebih baik daripada Adam karena tercipta dari api. Sungguh telah dibahas betapa buruk-nya qiyas (analogi) yang batil ini dari banyak segi.

(62) Maka tatkala jelas bagi iblis bahwa Allah mengutamakan Adam atas dirinya, ﴿ قَالَ ﴾ "dia (iblis) berkata," mengajak bicara kepada Allah, ﴿ أَرَءَيۡتَكَ هَٰذَا ٱلَّذِي كَرَّمۡتَ عَلَيَّ لَئِنۡ أَخَّرۡتَنِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَأَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ ﴾ "Terang-kanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Se-sungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya," maksudnya aku benar-benar akan membinasakan mereka sampai tuntas dengan menyesatkan (mereka) dan aku sungguh akan menyimpangkan mereka ﴿ إِلَّا قَلِيلٗا ﴾ "kecuali sebagian kecil," setan yang keji mengetahui bahwa di antara mereka ada yang memusuhi dan tidak patuh ter-hadap Allah.

(63) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya, ﴿ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ ﴾ "Pergi-lah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu," dan memilih-mu daripada Rabbnya dan penjaganya yang hak. ﴿ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءٗ مَّوۡفُورٗا ﴾ "Maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup," maksudnya, yang tersimpan dan terpenuhi sebagai balasan atas perbuatan kalian.

(64) Kemudian Allah memerintahkan iblis untuk melakukan apa saja yang ia mampu untuk menyesatkan mereka, seraya ber-firman, ﴿ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ ﴾ "Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu." Termasuk dalam konteks ini setiap penyeru kepada perbuatan maksiat ﴿ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ ﴾ "dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." Masuk dalam pengertian ayat ini adalah setiap pengen-dara dan orang yang berjalan di atas kemaksiatan kepada Allah, maka semuanya termasuk dari tentara berkuda dan pasukan pejalan kaki milik setan. Maksudnya, bahwasanya Allah berkehendak untuk menguji hamba-hambaNya dengan musuh yang nyata ini yang mengajak mereka untuk bermaksiat dengan perkataan dan perbuat-annya. ﴿ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ ﴾ "Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak," ini meliputi setiap kemaksiatan yang terkait dengan harta benda dan anak-anak mereka, berupa menentang membayar zakat, kaffarah dan hak-hak yang wajib, tidak membina dan mendidik anak untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, mengambil harta yang bukan haknya atau mengguna-kannya tanpa alasan yang benar atau menempuh cara-cara yang buruk. Bahkan para ahli tafsir menyebutkan bahwa termasuk juga dalam intervensi setan pada harta dan anak yaitu meninggalkan ucapan tasmiyah (bismillah) ketika makan, minum dan jima', dan bahwa bila dia tidak menyebut Nama Allah dalam melakukan hal itu, maka setan ikut serta di dalamnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits ﴿ وَعِدۡهُمۡۚ ﴾ "dan beri janjilah mereka," yaitu janji-janji indah yang tidak ada realitanya. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴿ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ﴾ "dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan be-laka," yaitu kebatilan yang akan pupus. Seperti memperindah pan-dangan kepada kemaksiatan dan keyakinan-keyakinan yang buruk kepada mereka, dan menjanjikan pahala bagi mereka dengan itu, lantaran mereka menyangka berada di atas kebenaran. Allah berfir-man, ﴿ ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ ﴾ "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untuk-mu ampunan dan karunia dariNya." (Al-Baqarah: 268).

(65) Tatkala Allah mengabarkan keinginan yang hendak di-lakukan setan pada para hamba, maka Allah menyebutkan sesuatu yang bisa dijadikan pegangan untuk penjagaan dari fitnah setan. Yaitu menghambakan diri kepada Allah dengan penuh keimanan dan tawakal. Allah berfirman, ﴿ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٞۚ ﴾ "Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka," maksudnya, (tidak bisa) menguasai dan menyesatkan, bahkan –disebabkan peng-hambaan mereka kepada Allah–, maka Allah menjaga mereka dari setiap keburukan, melindungi mereka dari setan yang terkutuk, dan mencukupi segala kebutuhan mereka ﴿ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلٗا ﴾ "Dan cukup-lah Rabbmu sebagai Penjaga," bagi orang-orang bertawakal dan me-laksanakan perintah-perintahNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 61

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: qalqalah (2).

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • إِبۡلِيسَب mati
  • خَلَقۡتَق mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini