Surat Al-Kahf Ayat 10

QS. Al-Kahf: 10 · Juz 15 · Makkiyah · 10 Ayat Pertama Surat Al-Kahfi

إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا

Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālū rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā(n).

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

Baca dalam Surat Al-Kahf

Tafsir QS. Al-Kahf: 10

Penjelasan ayat 9–12 sekaligus.

"Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, 'Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).' Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami me-ngetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)." (Al-Kahfi: 9-12).

(9) Istifham (kata tanya) ini ditujukan untuk peniadaan dan larangan. Maksudnya, jangan kamu menyangka bahwa kisah Ash-habul Kahfi (penghuni gua) dan peristiwa yang terjadi pada mereka adalah perkara yang aneh pada tanda-tanda kekuasaan Allah dan perkara yang mengagumkan pada hikmahNya. (Jangan menyangka) tidak ada kisah yang sepadan dengannya dan peristiwa yang serupa dengannya. Bahkan, Allah itu memiliki tanda-tanda kekuasaanNya yang menakjubkan nan aneh yang sangat banyak yang selevel tan-da-tanda kekuasaanNya pada Ashhabul Kahfi, bahkan lebih besar darinya. Allah senantiasa memperlihatkan kepada para hamba tanda-tanda kekuasaanNya di langit, bahkan pada diri mereka sendiri yang menyebabkan kebenaran menjadi jelas dari kebatilan, (menjadi jelas pula) petunjuk dibandingkan kesesatan. Penafian ini tidak ditujukan bahwa kisah Ashhabul Kahfi ini termasuk perkara yang menakjubkan. Justru, kisah ini termasuk salah satu tanda kekuasaan Allah yang membuat decak kagum. Akan tetapi, maksud peniadaan ini adalah bahwa peristiwa sema-cam itu sangat banyak. Terpaku dengan kisah ini saja dalam keka-guman dan keterbelalakan merupakan cermin kedangkalan ilmu dan akal. Justru, tugas seorang Mukmin adalah merenungi seluruh tanda-tanda kekuasaanNya, yang Allah mengajak para hambaNya agar merenunginya. Karena perenungan terhadap tanda kekuasa-an Allah merupakan kunci keimanan, jalan menuju ilmu dan ke-yakinan. Mereka dikaitkan kepada kata al-kahfi yang berarti gua yang berada di gunung. ﴿ وَٱلرَّقِيمِ ﴾ "Yang mempunyai raqim," yaitu kitab yang di dalamnya telah tertulis nama-nama dan kisah-kisah mereka, adalah karena mereka terus bersamanya dalam masa yang sangat lama.

(10) Kemudian Allah menyebutkan kisah mereka secara global. Setelah itu, diikuti dengan perinciannya. Allah berfirman, ﴿ إِذۡ أَوَى ﴾ "Ingatlah tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung," yaitu para remaja itu ﴿ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ ﴾ "ke dalam gua." Tindakan itu mereka tujukan untuk menjaga dan membentengi dirinya dari fitnah kaum-nya terhadap mereka ﴿ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ ﴾ "lalu mereka berdoa, 'Wa-hai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu'." Engkau me-neguhkan kami dengannya, menjaga kami dari keburukan serta memberikan kami taufik untuk kebaikan. ﴿ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا 10 ﴾ "Dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)," maksudnya mudahkanlah bagi kami segala sebab kausalitas yang menyampaikan kepada petunjuk, dan perbaikilah urusan agama dan dunia kami. Mereka telah meng-gabungkan antara usaha dan lari dari fitnah menuju kepada lokasi yang bisa menjadi tempat persembunyian (mereka) dengan ketun-dukan dan permintaan mereka kepada Allah agar dimudahkan urusan-urusannya, dan tidak menyandarkan urusan-urusan kepada diri mereka sendiri dan kepada makhluk lainnya.

(11) Oleh karena itu, Allah mengabulkan doa mereka dan mengondisikan sesuatu yang belum pernah mereka sangka. Allah berfirman, ﴿ فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ ﴾ "Maka kami tutup telinga mereka dalam gua itu," maksudnya Kami telah menidurkan mereka ﴿ سِنِينَ عَدَدٗا 11 ﴾ "beberapa tahun," yaitu tiga ratus sembilan tahun lamanya. Dalam tidur itu, mengandung unsur pemeliharaan terhadap kalbu-kalbu mereka dari kegoncangan dan ketakutan serta penjagaan dari (siksaan) kaumnya [dan agar menjadi sebuah bukti nyata (tentang kekuasaan Allah)].

(12) ﴿ ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ ﴾ "Kemudian Kami bangunkan mereka," yaitu dari tidur mereka. ﴿ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدٗا 12 ﴾ "Agar Kami mengetahui ma-nakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)," maksudnya agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yang lebih tepat dalam meng-hitung rentang waktu mereka tinggal (di dalam gua). Sebagaimana Allah berfirman, ﴿ وَكَذَٰلِكَ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِيَتَسَآءَلُواْ بَيۡنَهُمۡۚ ﴾ "Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling ber-tanya di antara mereka sendiri…." (Al-Kahfi: 19). Berkaitan dengan mengetahui berapa lama mereka tinggal terdapat keakuratan dalam menghitung dan pengenalan tentang kesempurnaan kekuasaan Allah, hikmah dan rahmatNya. Seandai-nya mereka terus tidur, maka tidak ada pengetahuan tentang kisah mereka sedikit pun.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Kahf: 10

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • لَّدُنكَNun mati bertemu ك

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مِن لَّدُنكَNun mati bertemu ل
  • رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡTanwin bertemu و

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini