Surat Al-Kahf Ayat 14

QS. Al-Kahf: 14 · Juz 15 · Makkiyah

وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗاۖ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا شَطَطًا

Wa rabaṭnā ‘alā qulūbihim iż qāmū fa qālū rabbunā rabbus-samāwāti wal-arḍi lan nad‘uwa min dūnihī ilāhal laqad qulnā iżan syaṭaṭā(n).

dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".

Baca dalam Surat Al-Kahf

Tafsir QS. Al-Kahf: 14

Penjelasan ayat 13–14 sekaligus.

"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) de-ngan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk, dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata, 'Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru tuhan selain Dia. Sesung-guhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran'." (Al-Kahfi: 13-14).

(13) Ini adalah permulaan rincian kisah mereka. Sesungguh-nya Allah mengkisahkannya kepada Nabi Muhammad dengan benar dan jujur yang tidak ada keraguan padanya dan tidak ada sisi kerancuan sedikit pun. ﴿ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ ﴾ "Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka," kata (fit-yah) ini merupakan bentuk plural jenis jumu' qillah (bentuk jamak yang tidak banyak). Hal itu menunjukkan bahwa mereka kurang dari sepuluh orang. Mereka beriman kepada Allah semata dan tidak ada sekutu bagiNya tanpa disertai kaumnya. Maka, Allah mensyukuri keimanan mereka, lalu menambahkan hidayah kepada mereka. Maksudnya, disebabkan oleh inti hidayah kepada keiman-an, maka Allah menambahkan petunjuk kepada mereka berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Sebagaimana Firman Allah, ﴿ وَيَزِيدُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ هُدٗىۗ ﴾ "Dan Allah akan menambahi petunjuk kepada mereka yang telah mendapatkan petunjuk." (Maryam: 76).

(14) ﴿ وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴾ "Dan Kami telah meneguhkan hati mereka," maksudnya Kami mencurahkan kesabaran pada mereka dan mene-guhkan mereka, serta menjadikan hati mereka tentram dalam kon-disi yang mencemaskan itu. Ini merupakan (cermin) sifat kelembut-an dan kebaikan Allah تعالى kepada mereka, dalam bentuk memberi-kan taufik kepada mereka menuju keimanan, petunjuk, kesabaran, keteguhan, dan ketenangan. ﴿ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata, 'Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi," maksudnya yang telah menciptakan kami, memberi kami rizki, yang mengatur dan mendidik kami, Dia-lah Sang Pencipta langit dan bumi, Yang Mahatunggal dengan penciptaan makhluk-makhluk yang sangat besar ini. Bukan berhala-berhala dan patung-patung itu, yang tidak bisa menciptakan, memberi rizki, memiliki manfaat dan mudharat, mematikan dan menghidupkan, dan tidak pula dapat membangkitkan. Mereka (para pemuda itu) mengguna-kan dalil tentang tauhid rububiyyah untuk menunjukkan kepada tauhid uluhiyyah. Oleh karena itu, mereka mengatakan, ﴿ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗاۖ ﴾ "Kami sekali-kali tidak menyeru tuhan selain Dia," yaitu dari seluruh makhluk. ﴿ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا ﴾ "Sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan," maksudnya jika kami menyeru sesembahan bersama-Nya setelah kami mengetahui bahwa Dia adalah Rabb, sesembahan, yang ibadah tidak boleh dan tidak layak kecuali (hanya) bagiNya, ﴿ شَطَطًا 14 ﴾ "perkataan yang amat jauh dari kebenaran," yaitu penyim-pangan yang sangat besar dari al-Haq dan jalan yang sangat jauh dari kebenaran. Mereka telah memadukan antara pengakuan ter-hadap tauhid rububiyyah dengan tauhid uluhiyyah dan konsisten dengannya disertai dengan penjelasan bahwa Allah-lah Dzat Yang Haq, sedangkan selainNya merupakan kebatilan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar mengenal Rabb mereka dan adanya tambahan hidayah pada mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Kahf: 14

Ayat ini memuat 7 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (2), qalqalah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن دُونِهِۦٓNun mati bertemu د
  • إِذٗا شَطَطًاTanwin bertemu ش

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • لَن نَّدۡعُوَاْNun mati bertemu ن
  • إِلَٰهٗاۖ لَّقَدۡTanwin bertemu ل

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَرَبَطۡنَاط mati
  • نَّدۡعُوَاْد mati
  • لَّقَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini