Surat Al-Kahf Ayat 52

QS. Al-Kahf: 52 · Juz 15 · Makkiyah

وَيَوۡمَ يَقُولُ نَادُواْ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُم مَّوۡبِقٗا

Wa yauma yaqūlu nādū syurakā'iyal-lażīna za‘amtum fa da‘auhum falam yastajībū lahum wa ja‘alnā bainahum maubiqā(n).

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu". Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).

Baca dalam Surat Al-Kahf

Tafsir QS. Al-Kahf: 52

Penjelasan ayat 51–52 sekaligus.

"Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku menjadikan orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, 'Kalian panggillah sekutu-sekutuKu menurut klaim kalian.' Maka mereka memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka, dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)." (Al-Kahfi: 51-52).

(51) Allah تعالى berfirman, ﴿ مَّآ أَشۡهَدتُّهُمۡ خَلۡقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ خَلۡقَ أَنفُسِهِمۡ ﴾ "Aku tidak pernah menghadirkan setan-setan dan orang-orang yang me-nyesatkan untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri." Maksudnya, Kami tidak mendatangkan mereka dan tidak ber-tukar-pikiran dengan mereka tentang itu. Bagaimana mungkin mereka menjadi para pencipta sebagian dari itu. Akan tetapi Dzat satu-satunya yang menciptakan, mengatur, mempunyai sifat hik-mah dan ketetapan takdir, adalah Allah, Pencipta segala sesuatu, yang memegang kendali di dalamnya berdasarkan hikmahNya. Bagaimana mungkin bisa diterima, penetapan sekutu-sekutu bagi Allah, dari bangsa setan-setan, dipatuhi dan ditaati seperti ketaatan kepada Allah, padahal mereka itu tidak menciptakan dan tidak menyaksikan proses penciptaan, serta tidak membantu Allah تعالى. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ ٱلۡمُضِلِّينَ عَضُدٗا 51 ﴾ "Dan tidaklah Aku menjadikan orang-orang yang menyesatkan itu sebagai pe-nolong," yaitu para penolong yang membantu Allah pada salah satu urusanNya. Maksudnya, tidak patut dan tidak pantas bagi Allah untuk memberi mereka bagian dari hak pengaturan. Pasalnya, mereka itu berupaya menyesatkan umat manusia dan memusuhi Rabb mereka. Selayaknya, menjauhkan mereka (dari Allah) dan tidak mendekatkan mereka.

(52) Setelah menyebutkan kondisi orang-orang yang menye-kutukan (sesuatu) denganNya di dunia ini, menggugurkan syirik ini dengan tuntas, dan menetapkan kebodohan dan ketololan pe-lakunya, maka Allah memberitahukan keadaan hubungan mereka dengan para sekutu mereka di Hari Kiamat kelak, bahwasanya Allah berkata kepada mereka, ﴿ نَادُواْ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ ﴾ "Kalian panggil-lah para sekutuKu menurut klaim kalian," maksudnya berdasarkan persepsi kalian yang rusak. Kalau tidak demikian, maka sesung-guhnya Allah tidak memiliki sekutu di bumi ataupun di langit. Maksudnya, panggillah mereka untuk memberikan kemanfaatan dan menyelamatkan kalian dari kesulitan-kesulitan ini. ﴿ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ ﴾ "Maka mereka memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka," karena kerajaan dan ketetapan hukum pada hari itu hanya milik Allah, tiada seorang pun yang dapat mem-berikan manfaat sekecil biji dzarrah pun bagi dirinya sendiri atau orang lain. ﴿ وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُم ﴾ "Dan Kami adakan untuk mereka," yaitu antara kaum musyrikin dan sekutu-sekutu mereka ﴿ مَّوۡبِقٗا 52 ﴾ "tempat ke-binasaan (neraka)," yaitu tempat kehancuran, yang akan memisah-kan antara kaum musyrikin dengan para sekutu mereka, menjauhkan mereka dari yang lain. Pada saat itu, menjadi teranglah permusuh-an dan pengingkaran para sekutu, serta sikap berlepas dirinya me-reka dari para pemujanya, seperti Firman Allah, ﴿ وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمۡ أَعۡدَآءٗ وَكَانُواْ بِعِبَادَتِهِمۡ كَٰفِرِينَ 6 ﴾ "Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat), niscaya sesembahan-sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." (Al-Kahfi: 54).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Kahf: 52

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • بَيۡنَهُم مَّوۡبِقٗاMim mati bertemu م