Surat Al-Ma'idah Ayat 52

QS. Al-Ma'idah: 52 · Juz 6 · Madaniyah

فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يُسَٰرِعُونَ فِيهِمۡ يَقُولُونَ نَخۡشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٞۚ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَ بِٱلۡفَتۡحِ أَوۡ أَمۡرٖ مِّنۡ عِندِهِۦ فَيُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ نَٰدِمِينَ

Fa taral-lażīna fī qulūbihim maraḍuy yusāri‘ūna fīhim yaqūlūna nakhsyā an tuṣībanā dā'irah(tun), fa ‘asallāhu ay ya'tiya bil-fatḥi au amrim min ‘indihī fa yuṣbiḥū ‘alā mā asarrū fī anfusihim nādimīn(a).

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Baca dalam Surat Al-Ma'idah

Tafsir QS. Al-Ma'idah: 52

Penjelasan ayat 51–53 sekaligus.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin-(mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesung-guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, 'Kami takut akan mendapat bencana.' Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada RasulNya), atau suatu keputusan dari sisiNya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengata-kan, 'Inikah orang-orang yang bersumpah bersungguh-sungguh dengan Nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?' Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi." (Al-Ma`idah: 51-53).

(51) Allah membimbing hamba-hambaNya yang beriman manakala Dia menjelaskan keadaan orang-orang Yahudi dan Nas-rani dan sifat-sifat buruk mereka agar kaum Muslimin tidak meng-angkat mereka sebagai pemimpin-pemimpin. Karena sebagian dari mereka adalah ﴿ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ ﴾ "wali bagi sebagian yang lain." Mereka saling tolong menolong dan bahu-membahu menghadapi selain mereka. Maka janganlah kamu mengangkat mereka sebagai penolong-penolong, karena mereka adalah musuh yang sebenarnya, mereka tidak mempedulikan penderitaanmu bahkan mereka tidak meng-hemat energi sedikit pun demi menyesatkanmu. Maka tidak ada yang mengangkat mereka menjadi pemimpin-pemimpin kecuali orang yang sama dengan mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴿ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ ﴾ "Barang-siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesung-guhnya orang itu termasuk golongan mereka." Karena pengangkatan mereka menjadi pemimpin secara total menuntut perpindahan ke-pada agama mereka, loyalitas yang sedikit akan mendorong kepada yang banyak, lalu fase demi fase sehingga seorang hamba menjadi satu dengan mereka. ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴾ "Sesungguhnya Allah tidak memberi petun-juk kepada orang-orang yang zhalim," yakni dengan kezhaliman se-bagai sifat, mereka kembali kepadanya dan berpijak kepadanya. Jika kamu hadir kepada mereka membawa semua bukti, niscaya mereka tidak mengikuti dan menaatimu.

(52) Ketika Allah melarang orang-orang yang beriman untuk mengangkat mereka sebagai pemimpin, maka Allah memberitahukan bahwa di antara orang yang mengklaim iman adalah sekelompok (orang munafik) yang menjadikan mereka sebagai pemimpin. Allah berfirman, ﴿ فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ ﴾ "Maka kamu akan melihat orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit," yakni penyakit ragu-ragu dan kemunafikan serta kelemahan iman, mereka berkata, "Kami mengangkat mereka karena ada kepentingan, karena k a m i ﴿ نَخۡشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٞۚ ﴾ "takut akan mendapat bencana," artinya, kemenangan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika memang demikian, maka kami mempunyai jasa atas mereka dan mereka akan memberi balasan buat kami. Ini adalah prasangka buruk terhadap Islam. Allah membantah praduga buruk ini, ﴿ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَ بِٱلۡفَتۡحِ ﴾ "mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan," yang dengannya Allah me-muliakan Islam di atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan kaum Muslimin pun mengalahkan mereka. ﴿ أَوۡ أَمۡرٖ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴾ "Atau suatu kepu-tusan dari sisiNya," yang dengannya orang-orang munafik berputus asa mengharap kemenangan orang-orang kafir dari kalangan orang-orang Yahudi dan lain-lainnya, ﴿ فَيُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ نَٰدِمِينَ ﴾ "maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasia-kan dalam diri mereka." Mereka menyesal atas apa yang mereka laku-kan. Kerugian terjadi pada mereka tanpa adanya manfaat. Yang terjadi adalah kemenangan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kaum Muslimin, dan menghinakan kekufuran dan orang-orang kafir, mereka menyesal dan bersedih dengan kesedihan yang hanya Allah yang Mengetahuinya.

(53) ﴿ وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴾ "Dan orang-orang yang beriman akan menga-takan," dengan penuh keheranan terhadap keadaan orang-orang yang di hatinya terdapat penyakit, ﴿ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ إِنَّهُمۡ لَمَعَكُمۡۚ ﴾ "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan Nama Allah bahwasanya mereka benar-benar bersamamu?" Maksudnya, mereka bersumpah, mempertegas, dan memperkuat sumpah dengan ber-bagai penguat bahwa mereka bersamamu dalam iman dan konse-kuensinya: Pertolongan, kecintaan, dan loyalitas. Telah nampak apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Telah jelas apa yang mereka rahasiakan. Makar yang mereka susun, prasangka yang mereka tujukan kepada Islam dan pengikutnya telah menja-di batal, maka batallah makar mereka dan batal pula ﴿ أَعۡمَٰلُهُمۡ ﴾ "segala amal mereka" di dunia. ﴿ فَأَصۡبَحُواْ خَٰسِرِينَ ﴾ "Lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi," yang mana mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cari sementara yang datang justru kesengsaraan dan azab.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Ma'idah: 52

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (4).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • أَن تُصِيبَنَاNun mati bertemu ت
  • دَآئِرَةٞۚ فَعَسَىTanwin bertemu ف
  • عِندِهِۦNun mati bertemu د
  • أَنفُسِهِمۡNun mati bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قُلُوبِهِم مَّرَضٞMim mati bertemu م
  • مَّرَضٞ يُسَٰرِعُونَTanwin bertemu ي
  • أَن يَأۡتِيَNun mati bertemu ي
  • أَمۡرٖ مِّنۡTanwin bertemu م

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini