Surat Al-Ma'idah Ayat 61

QS. Al-Ma'idah: 61 · Juz 6 · Madaniyah

وَإِذَا جَآءُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَقَد دَّخَلُواْ بِٱلۡكُفۡرِ وَهُمۡ قَدۡ خَرَجُواْ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكۡتُمُونَ

Wa iżā jā'ūkum qālū āmannā wa qad dakhalū bil-kufri wa hum qad kharajū bih(ī), wallāhu a‘lamu bimā kānū yaktumūn(a).

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Baca dalam Surat Al-Ma'idah

Tafsir QS. Al-Ma'idah: 61

Penjelasan ayat 59–63 sekaligus.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadi-kan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?' Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus? Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada-mu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula) dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan? Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, per-musuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka meng-ucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguh-nya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Ma`idah: 59-63).

(59) Maksudnya, ﴿ قُلۡ ﴾ "katakanlah" wahai Rasul, ﴿ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴾ "Hai Ahli Kitab," dengan menegaskan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan bahwa pelecehan mereka kepadanya adalah pelecehan terhadap agama yang semestinya di-sanjung. ﴿ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ﴾ "Apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Artinya, apakah kami mempunyai kesalahan kecuali iman kami kepada Allah, kitab-kitabNya yang terdahulu dan yang sekarang dan kepada nabi-nabiNya yang terdahulu dan yang sekarang? Dan bahwa kami meyakini bahwa barangsiapa yang tidak beriman dengan iman seperti ini, maka dia adalah kafir lagi fasik? Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami melakukan kewajiban yang paling wajib atas para mukallaf? Padahal mayoritas dari kalian adalah ﴿ فَٰسِقُونَ ﴾ "orang-orang fasik," yakni keluar dari ketaatan kepada Allah, berani melakukan kemak-siatan? Maka kamu lebih baik diam wahai orang fasik. Seandainya kamu mencela kami sementara kamu sendiri selamat dari kefasikan -dan itu tidak mungkin- niscaya keburukannya lebih ringan dari-pada kamu mencela kami sementara kamu adalah fasik.

(60) Karena celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin itu di atas keburukan, maka Allah berfirman, ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah" kepada mereka dengan menyampaikan buruknya apa yang mereka lakukan, ﴿ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ ﴾ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang yang lebih buruk dari itu," yakni, (yang lebih buruk dari) apa yang kamu menyalah-kan kami karenanya, itu pun kalau kami menurutimu. ﴿ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ﴾ "Orang yang dikutuk oleh Allah," maksudnya, yang dijauhkanNya dari rahmatNya, ﴿ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ ﴾ "dan dimurkai olehNya," serta Dia mengazabnya di dunia dan akhirat, ﴿ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ ٱلۡقِرَدَةَ وَٱلۡخَنَازِيرَ ﴾ "dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi," dan ada orang ﴿ وَعَبَدَ ٱلطَّٰغُوتَۚ ﴾ "yang menyembah thaghut," yaitu setan, dan semua yang disembah selain Allah adalah thaghut. ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ ﴾ "Mereka itu," yakni orang-orang yang memiliki sifat-sifat buruk ini, ﴿ شَرّٞ مَّكَانٗا ﴾ "lebih buruk tempatnya," daripada orang-orang Mukmin, yang mana rahmat Allah dekat dengan mereka dan Dia meridhai mereka dan memberi pahala kepada mereka di dunia dan di akhirat karena mereka mengikhlaskan Agama untuk-Nya. Ini adalah termasuk penggunaan kata perbandingan yang bukan pada tempatnya, dan begitu pula FirmanNya, ﴿ وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ﴾ "Dan lebih tersesat dari jalan yang lurus," yakni lebih jauh dari jalan yang benar.

(61) ﴿ وَإِذَا جَآءُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴾ "Dan apabila mereka (orang-orang Yahudi dan munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman'," karena kemunafikan dan tipu daya. ﴿ و َ ﴾ "Dan" mereka ﴿ قَدۡ دَّخَلُواْ ﴾ "telah datang kepadamu," dengan membawa kekufuran, ﴿ وَهُمۡ قَدۡ خَرَجُواْ بِهِۦۚ ﴾ "dan mereka telah pergi dengan kekafiran pula," maka keluar masuknya mereka adalah dengan kekufuran, sementara mereka mengklaim beriman. Apakah ada yang lebih buruk dan lebih jelek keadaannya daripada mereka? ﴿ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكۡتُمُونَ ﴾ " Allah lebih mengetahui apa yang mereka sem-bunyikan," lalu membalas amal dan keburukan mereka.

(62) Kemudian Allah meneruskan menyebutkan aib-aib mereka untuk membalas celaan mereka kepada hamba-hambaNya yang beriman, Dia berfirman, ﴿ وَتَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ ﴾ "Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka," yakni orang-orang Yahudi, ﴿ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ ﴾ "bersegera membuat dosa dan permusuhan," yakni mereka berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh melakukan kemaksiatan yang terkait dengan hak Allah dan permusuhan kepada para makhluk, ﴿ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ ﴾ "dan memakan yang haram." Tidak hanya sebatas pem-beritahuan bahwa mereka melakukan itu, lebih dari itu, mereka bersegera (berlomba-lomba). Ini adalah bukti kejahatan dan kebu-rukan mereka dan kecintaan kepada kemaksiatan dan kezhaliman telah terpatri di dada mereka. Walaupun demikian mereka berani mengklaim derajat-derajat mulia. ﴿ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴾ "Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan itu." Ini adalah celaan dan hinaan yang mendalam kepada mereka.

(63) ﴿ لَوۡلَا يَنۡهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ عَن قَوۡلِهِمُ ٱلۡإِثۡمَ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ ﴾ "Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?" Maksud-nya, mengapa para ulama (mereka) yang semestinya memberi manfaat kepada manusia, di mana Allah telah memberi mereka ilmu dan hikmah, tidak melarang mereka berbuat kemaksiatan agar kebodohan yang ada pada mereka terkikis dan sehingga hujjah Allah tegak atas mereka? Para ulama memiliki kewajiban meme-rintahkan dan melarang manusia, menjelaskan kepada mereka jalan yang syar'i, mendorong mereka kepada kebaikan dan mem-peringatkan mereka dari keburukan. ﴿ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ﴾ "Sesung-guhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan."

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Ma'idah: 61

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَقَدد mati

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ءَامَنَّاNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini