Surat Al-Mulk Ayat 27

QS. Al-Mulk: 27 · Juz 29 · Makkiyah

فَلَمَّا رَأَوۡهُ زُلۡفَةٗ سِيٓـَٔتۡ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ

Falammā ra'auhu zulfatan sī'at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda‘ūn(a).

Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.

Baca dalam Surat Al-Mulk

Tafsir QS. Al-Mulk: 27

Penjelasan ayat 27–30 sekaligus.

"Ketika mereka melihat azab (pada Hari Kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikata-kan (kepada mereka), 'Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama denganku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?' Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata.' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber airmu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?'" (Al-Mulk: 27-30).

(27) Maksudnya, kedustaan orang-orang kafir dan tipuan mereka berlaku di dunia, dan ketika Hari Pembalasan tiba, tatkala mereka melihat azab ﴿ زُلۡفَةٗ ﴾ "sudah dekat," siksaan itu membuat muka orang-orang kafir itu menjadi muram, membuat mereka takut dan menggelisahkan mereka. Karena itu wajah mereka ber-ubah dan mereka pun dihina serta dicela atas kedustaan mereka. Dan dikatakan kepada mereka ﴿ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ ﴾ "Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya." Pada hari ini kalian melihat sendiri azab ini dengan mata kepala kalian. Siksaan telah terlihat jelas bagi kalian. Semua sebab telah terputus dari kalian dan yang tersisa dari kalian hanyalah merasakan azab.

(28) Karena orang-orang yang mendustakan Rasulullah a, yang menolak seruannya itu menanti kematiannya seraya ragu, maka Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Rasulullah a untuk berkata pada mereka, "Jika kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan, ﴿ أَهۡلَكَنِيَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِيَ ﴾ "dan Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama denganku," hal itu tidak berguna sama sekali bagi kalian, karena kalian mengingkari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan kalian pun berhak mendapatkan siskaan, lantas siapakah yang akan melin-dungi kalian ﴿ مِنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ﴾ "dari siksa yang pedih," yang pasti terjadi pada kalian? Karena itu, usaha susah payah kalian dan keinginan keras kalian agar aku mati itu sama sekali tidak berguna bagi kalian.

(29) Di antara perkataan mereka menyatakan, bahwa me-reka berada di atas petunjuk sedangkan Rasulullah a berada di atas kesesatan. Mereka mengulang-ulang hal itu dan senantiasa seperti itu. Mereka pun berdebat dan berperang karena hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan NabiNya untuk memberitahu-kan tentang kondisinya dan kondisi para pengikutnya, dengan pemberitahuan itu, masing-masing orang akan terlihat jelas petun-juknya, yaitu mereka mengatakan, ﴿ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ ﴾ "Kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal." Iman mencakup pembenaran batin dan amalan lahir batin. Mengingat kualitas dan kesempurnaan amalan tergantung pada tawakal, maka Allah سبحانه وتعالى mengistimewakan tawakal di antara berbagai amalan. Jika pun tidak demikian, tawakal tetap termasuk dalam keimanan dan termasuk salah satu konsekuensinya. Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ 23 ﴾ "Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakal jika kalian memang orang-orang yang beriman." (Al-Ma`idah: 23). Karena seperti inilah kondisi Rasulullah a dan orang-orang yang bersamanya, kondisi yang mengharuskan mereka mendapat-kan keberuntungan dan kebahagiaan. Sedangkan kondisi para musuh Rasulullah a adalah sebaliknya. Mereka tidak memiliki keimanan dan tawakal. Dengan demikian dapat diketahui siapa yang berada di atas petunjuk dan siapa yang berada di atas kese-satan yang nyata.

(30) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa hanya Dia sendiri yang memberi nikmat, khususnya air, yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai cikal bakal semua kehidupan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا ﴾ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber airmu menjadi kering'," yakni habis kerontang, ﴿ فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ ﴾ "maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu" yang kalian minum dan untuk memberi minum binatang ternak, pepohonan dan tanaman? Pertanyaan ini bermakna menafikan. Maksudnya, tidak ada yang mampu mengalirkan air selain Allah سبحانه وتعالى.

Selesai tafsir Surat al-Mulk. Segala puji milik Allah سبحانه وتعالى semata.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Mulk: 27

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (3), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • زُلۡفَةٗ سِيٓـَٔتۡTanwin bertemu س
  • كُنتُمNun mati bertemu ت
  • كُنتُم بِهِۦMim mati bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • فَلَمَّاMim bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini