Surat Al-Mu'minun Ayat 43

QS. Al-Mu'minun: 43 · Juz 18 · Makkiyah

مَا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ

Mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta'khirūn(a).

Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).

Baca dalam Surat Al-Mu'minun

Tafsir QS. Al-Mu'minun: 43

Penjelasan ayat 42–44 sekaligus.

"Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain. Tidak (dapat) suatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu). Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Se-tiap kali seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendus-takannya, maka Kami memperikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-Mu`minun: 42-44).

(42-43) Maksudnya, kemudian setelah (kehancuran) orang-orang yang mendustakan lagi menentang, Allah menciptakan ﴿ قُرُونًا ءَاخَرِينَ ﴾ "umat-umat yang lain." Setiap umat berada di masa yang sudah ditentukan dan jangka waktu yang dibatasi, tidak maju mau-pun mundur darinya. Kami mengirimkan beberapa rasul secara bergantian, dengan harapan mereka mau beriman dan bertaubat. Namun, kekufuran dan pendustaan menjadi budaya umat-umat yang durhaka, ingkar lagi melampaui batas. ﴿ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةٗ رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُۖ ﴾ "Setiap kali seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendusta-kannya," padahal setiap rasul itu membawa sejumlah ayat (bukti-bukti kebesaran Allah) yang bisa membuat orang-orang menjadi beriman dengan bukti semacam itu. Bahkan dakwah para rasul dan aturan syariat agama mereka saja sudah cukup menunjukkan kebenaran risalah yang mereka bawa.

(44) ﴿ فَأَتۡبَعۡنَا بَعۡضَهُم بَعۡضٗا ﴾ "Maka Kami memperikutkan sebagian me-reka dengan sebagian yang lain," dengan kemusnahan, hingga tidak ada satu pun yang tersisa. Rumah-rumah hunian mereka pun tidak berfungsi lagi setelah itu. ﴿ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَحَادِيثَۚ ﴾ "Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia)." Orang-orang sesudah mereka membicarakan tentang mereka. Dan mereka menjadi bahan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa dan siksa bagi orang-orang yang mendusta-kan, serta penghinaan bagi mereka yang disertai dengan siksaan terhadap mereka ﴿ فَبُعۡدٗا لِّقَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴾ "maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman." Alangkah celakanya mereka! Kesengsa-raan bagi mereka! Betapa ruginya usaha mereka!

Sejak lama sekali, terngiang-ngiang padaku sebuah keterangan dari salah seorang ulama, yang sekarang ini namanya tidak terbetik pada ingatanku. Yaitu, setelah [pengutusan] Musa dan turunnya kitab Taurat, maka Allah melenyapkan siksa dari umat manusia. Maksudnya, siksaan yang menghabisi sebuah umat sampai tuntas tanpa sisa. Dan mensyariatkan jihad untuk memerangi kaum yang mendustakan dan menentang. Saya tidak tahu, darimana beliau mendapatkan pernyataan ini. Setelah saya merenungi ayat-ayat ini beserta ayat-ayat yang termaktub dalam surat al-Qashash, maka menjadi jelaslah sisi (pendalilannya): Adapun ayat-ayat ini, maka sesungguhnya Allah telah menceritakan tentang umat-umat manu-sia yang telah dibinasakan, dengan kehancuran secara berturutan. Selanjutnya, Dia mengirim Musa, setelah itu dan menurunkan Taurat kepadanya. Di dalamnya tertuang hidayah bagi umat ma-nusia. Berdasarkan ini, maka kebinasaan Fir'aun tidak termasuk dalam konteks ini. Karena peristiwanya terjadi sebelum turunnya Taurat. Sedangkan ayat-ayat yang terdapat pada surat al-Qashash, begitu jelas maksudnya. Sesungguhnya, sesudah Allah mencerita-kan kebinasaan Fir'aun, Dia berfirman, ﴿ وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ مِنۢ بَعۡدِ مَآ أَهۡلَكۡنَا ٱلۡقُرُونَ ٱلۡأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ 43 ﴾ "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, un-tuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka ingat." (Al-Qashash: 43). Ini jelas sekali, bahwa Allah mendatangkan al-Kitab kepada Musa setelah kehancuran umat-umat yang membangkang, dan mengabarkan bahwa Dia menurunkannya sebagai pelita bagi umat manusia, petunjuk dan rahmat. Boleh jadi termasuk konteks pem-bahasan ini adalah sesuatu yang disebutkan Allah dalam surat Yunus. ﴿ ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ فَجَآءُوهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ بِهِۦ مِن قَبۡلُۚ كَذَٰلِكَ نَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡمُعۡتَدِينَ 74 ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِم مُّوسَىٰ وَهَٰرُونَ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ بِـَٔايَٰتِنَا فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَكَانُواْ قَوۡمٗا مُّجۡرِمِينَ 75 ﴾ "Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. De-mikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." (Yunus: 74-75).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Mu'minun: 43

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • أُمَّةٍMim bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini