Surat Al-Mu'minun Ayat 96

QS. Al-Mu'minun: 96 · Juz 18 · Makkiyah

ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ٱلسَّيِّئَةَۚ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

Idfa‘ bil-latī hiya aḥsanus-sayyi'ah(ta), naḥnu a‘lamu bimā yaṣifūn(a).

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Baca dalam Surat Al-Mu'minun

Tafsir QS. Al-Mu'minun: 96

Penjelasan ayat 96–98 sekaligus.

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakan-lah, 'Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepadaMu ya Rabbku, dari keda-tangan mereka kepadaku'." (Al-Mu`minun: 96-98).

(96) Ini termasuk budi pekerti luhur yang mana Allah me-merintahkan RasulNya untuk melaksanakannya. Allah berfirman, ﴿ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ٱلسَّيِّئَةَۚ ﴾ "Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik." Maksudnya, jika musuh-musuhmu telah berbuat buruk kepada dirimu dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, maka janganlah engkau menyikapi mereka dengan tindakan buruk. Walaupun boleh untuk membalas orang yang telah berbuat buruk dengan tindakan serupa, akan tetapi, tolaklah sikap buruk mereka kepadamu dengan berbuat baik kepada mereka. Itu merupakan bentuk kemurahan hatimu kepada orang yang telah berbuat buruk itu. Di antara manfaatnya, ulah buruknya kepadamu akan ber-kurang, sekarang dan di masa datang. Sikap tersebut lebih efektif untuk menarik orang yang telah berbuat buruk tersebut ke jalan yang benar, lebih mempercepatnya untuk menyesal, sedih dan kembali dengan taubat dari apa yang pernah dilakukannya. Orang yang memberi maaf, berarti mempunyai sifat ihsan (kebaikan). De-ngan itu, dia mampu mempecundangi setan serta berhak menerima pahala dari Allah. Allah تعالى berfirman, ﴿ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ ﴾ "Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (Asy-Syura: 40). ﴿ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ 34 وَمَا يُلَقَّىٰهَآ ﴾ "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan," maksudnya, tidaklah diberi taufik untuk bersifat luhur seperti ini, ﴿ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 35 ﴾ "Melainkan (kepada) orang-orang yang sabar, dan tidaklah dianu-gerahkan melainkan (kepada) orang-orang yang mempunyai keberun-tungan yang besar." (Fushshilat: 34-35). FirmanNya, ﴿ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَصِفُونَ ﴾ "Dan Kami lebih mengetahui apa yang mereka bisikkan," yaitu ucapan-ucapan yang mereka lontarkan, berupa omongan-omongan yang memuat unsur kekufuran dan pendustaan kepada kebenaran. Sungguh ilmu Kami telah meliputi-nya. Kami telah lunak terhadap mereka, memberikan kesempatan bagi mereka serta menahan diri. Kebenaran milik Kami. Pendustaan mereka juga milik Kami. Engkau wahai Muhammad, sepatutnya bersabar atas lontaran yang keluar dari mulut mereka dan menyi-kapi mereka dengan tindakan baik. Inilah tugas seorang hamba dalam menyikapi orang yang telah berbuat tidak baik.

(97-98) Adapun bila pihak yang berbuat jahat berasal dari kalangan setan, sikap baik tidak berguna baginya. Tidaklah setan menyeru kelompoknya melainkan agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa'ir. Strategi saat menghadapinya adalah, memohon pe-tunjuk dengan metode yang Allah ajarkan kepada RasulNya. Allah berfirman, ﴿ وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ ﴾ "Dan katakanlah, 'Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu'." [Maksudnya aku memohon perlindungan dengan daya dan kekuatanMu, dengan berlepas diri dari daya dan kekuatanku]. ﴿ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ 97 وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ ﴾ "dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung kepadaMu ya Rabbku dari kedatangan mereka kepadaku," maksudnya, aku memohon perlindungan dari kejelekan yang menimpaku lantaran interaksi, bisikan dan pengaruh mereka, dan dari kejelekan yang muncul dari wujud dan tiupan was-was mereka. Ini merupakan permohonan perlindungan dari materi yang buruk secara keseluruhan dan sumbernya. Termasuk juga memohon per-lindungan dari bermacam godaan setan, yang berbentuk pengaruh dan tiupan was-wasnya. Bila Allah telah menjaga seorang hamba dari kejelekan ini dan menyambut doanya, maka dia selamat dari setiap kejelekan, dan memperoleh taufik untuk menjalankan ke-baikan.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Mu'minun: 96

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱدۡفَعۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini