Surat Al-Munafiqun Ayat 4

QS. Al-Munafiqun: 4 · Juz 28 · Madaniyah

۞ وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ هُمُ ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ

Wa iżā ra'aitahum tu‘jibuka ajsāmuhum, wa iy yaqūlū tasma‘ liqaulihim, ka'annahum khusyubum musannadah(tun), yaḥsabūna kulla ṣaiḥatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḥżarhum, qātalahumullāh(u), annā yu'fakūn(a).

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Baca dalam Surat Al-Munafiqun

Tafsir QS. Al-Munafiqun: 4

Penjelasan ayat 1–6 sekaligus.

"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, 'Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguh-nya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka meng-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mende-ngarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang ter-sandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras di-tujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenar-an)? Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu,' mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Al-Munafiqun: 1-6).

Madaniyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Ketika Nabi a tiba di Madinah, Islam menyebar dan menguat, sekelompok orang dari kalangan suku Aus dan Khazraj menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran agar wibawa mereka tetap ada, darah mereka terjaga dan harta mereka aman. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifat-sifat mereka yang dapat diketahui agar semua hamba mewaspadai dan mengetahui mereka secara pasti seraya berfirman, ﴿ إِذَا جَآءَكَ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ قَالُواْ ﴾ "Apabila orang-orang mu-nafik datang kepadamu, mereka berkata," seraya mendustakan ﴿ نَشۡهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِۗ ﴾ "Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Kesaksian orang-orang munafik ini adalah sebagai kedus-taan dan kemunafikan padahal mereka tidak perlu bersaksi untuk menegaskan RasulNya karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى ﴿ يَعۡلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَكَٰذِبُونَ ﴾ "mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta," dalam perkataan dan pengakuan mereka, serta perkataan yang mereka ucapkan itu bukan yang sebenarnya.

(2) ﴿ ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةٗ ﴾ "Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai," yakni, sebagai tameng yang mereka jadikan sebagai penghalang agar tidak disebut sebagai munafik, mereka mengha-langi diri mereka dari jalan Allah سبحانه وتعالى dan menghalangi orang lain yang statusnya tidak jelas. ﴿ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴾ "Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan." Karena menampakkan ke-imanan, menyembunyikan kekufuran dan mereka bersumpah atas hal itu serta menyatakan kedustaan mereka.

(3) ﴿ ذَٰلِكَ ﴾ "Yang demikian itu," yang dihiasi oleh kemuna-fikan, ﴿ أَنَّهُم ﴾ "adalah karena sesungguhnya mereka," tidak tetap dalam keimanan, namun ﴿ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴾ "telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati," di mana hatinya tidak bisa dimasuki kebaikan selamanya. ﴿ فَهُمۡ لَا يَفۡقَهُونَ ﴾ "Karena itu mereka tidak dapat mengerti." Tidak mengerti apa yang bisa membawa manfaat bagi mereka dan tidak memahami apa yang bisa menda-tangkan maslahat bagi mereka.

(4) ﴿ وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ ﴾ "Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum," karena kekar dan kuat-nya, ﴿ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ ﴾ "dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka," maksudnya, karena kepandaian mereka dalam berbicara, engkau merasa enak mendengar perkataan mereka. Per-kataan dan penampilan tubuh mereka membuat kalian kagum. Tapi di balik itu tidak ada akhlak baik dan petunjuk baik sama sekali, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ ﴾ "Mereka seakan-akan kayu yang tersandar," yang tidak ada manfaatnya dan hanya menim-bulkan mudarat. ﴿ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ ﴾ "Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka." Hal itu disebabkan ka-rena sifat pengecut, takut, lemah dan ragunya hati mereka, mereka khawatir rahasia mereka terbongkar. Mereka itu adalah ﴿ ٱلۡعَدُوُّ ﴾ "musuh" yang sebenarnya, karena musuh yang nampak dan bisa dibedakan itu lebih ringan daripada musuh yang tidak dapat di-rasakan keberadaannya. Musuh semacam ini adalah penipu dan pembuat makar. Ia mengira sebagai penolong padahal ia adalah musuh yang nyata. ﴿ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ﴾ "Maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)." Maksudnya bagaimanakah me-reka bisa dipalingkan dari agama Islam setelah bukti-bukti nyata kokoh, setelah tanda-tandanya tegas terhadap kekafiran yang hanya membuahkan kerugian dan kesengsaraan bagi mereka.

(5) ﴿ وَإِذَا قِيلَ ﴾ "Dan apabila dikatakan kepada mereka," kepada orang-orang munafik, ﴿ تَعَالَوۡاْ يَسۡتَغۡفِرۡ لَكُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ ﴾ "Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu," dari apa pun yang mereka lakukan agar kondisi mereka membaik dan amal mereka dapat di-terima, mereka benar-benar enggan untuk itu dan ﴿ لَوَّوۡاْ رُءُوسَهُمۡ ﴾ "mem-buang muka mereka," karena enggan meminta doa dari Rasulullah a. ﴿ وَرَأَيۡتَهُمۡ يَصُدُّونَ ﴾ "Dan kamu lihat mereka berpaling" dari kebenaran, karena kebencian mereka terhadap kebenaran itu, ﴿ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ ﴾ "sedang mereka menyombongkan diri" untuk mengikutinya disertai dengki dan membangkang. Inilah kondisi mereka ketika diajak untuk meminta didoakan oleh Rasulullah a.

(6) Inilah di antara kelembutan dan anugerah kehormatan Allah سبحانه وتعالى terhadap RasulNya, karena orang-orang munafik tidak mendatangi Rasulullah a untuk dimintakan ampunan, karena ﴿ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ﴾ "sama saja bagi mereka," apakah engkau memintakan ampunan untuk mereka atau tidak ﴿ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴾ "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka." Hal itu disebabkan karena mereka adalah kaum fasik, keluar dari jalur ketaatan, lebih memilih ke-kufuran daripada keimanan. Karena itu permintaan ampunan Rasulullah a, andai Rasulullah a memintakan ampunan untuk mereka, tidak berguna sama sekali. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ ٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِن تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةٗ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴾ "Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohon-kan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohon-kan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun bagi mereka." (At-Taubah: 80). ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴾ "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Munafiqun: 4

Ayat ini memuat 7 bacaan bertajwid: idgham (3), ghunnah (3), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَإِن يَقُولُواْNun mati bertemu ي
  • خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖTanwin bertemu م
  • مُّسَنَّدَةٞۖ يَحۡسَبُونَTanwin bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • كَأَنَّهُمۡNun bertasydid
  • مُّسَنَّدَةٞۖNun bertasydid
  • أَنَّىٰNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • أَجۡسَامُهُمۡۖج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini