Surat Al-Mursalat Ayat 25
QS. Al-Mursalat: 25 · Juz 29 · Makkiyah
أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ كِفَاتًا
Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).
Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul,
Baca dalam Surat Al-MursalatQS. Al-Mursalat: 25 · Juz 29 · Makkiyah
أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ كِفَاتًا
Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).
Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul,
Baca dalam Surat Al-MursalatPenjelasan ayat 25–28 sekaligus.
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati, dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 25-28).
(25-28) Maknanya, bukankah Kami telah memberi kalian karunia dan nikmat berupa ditundukkannya bumi demi kemasla-hatan kalian lalu Kami menjadikannya, ﴿ كِفَاتًا ﴾ "(tempat) berkumpul," bagi kalian semua, ﴿ أَحۡيَآءٗ ﴾ "orang-orang hidup," di bumi ﴿ وَأَمۡوَٰتٗا ﴾ "dan orang-orang mati," di dalam kubur. Sebagaimana rumah dan istana merupakan salah satu nikmat dan karunia yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada hamba-hambaNya, kuburan juga merupakan rahmat bagi mereka dan sebagai pelindung agar jasad mereka tidak dimakan oleh binatang buas dan lainnya. ﴿ وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴾ "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi," yakni gunung tinggi melebihi bumi agar tidak goncang bersama penghuninya. Allah سبحانه وتعالى mengo-kohkan bumi dengan gunung-gunung yang tinggi dan memben-tang. ﴿ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ﴾ "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar," yaitu air yang enak dikonsumsi (yang tidak asin). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ 68 ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ 69 لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ 70 ﴾ "Maka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurun-kan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka menga-pakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70). ﴿ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴾ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," padahal Allah سبحانه وتعالى telah memperlihatkan berbagai nikmat pada mereka yang dikhususkan pada mereka, tapi mereka justru membalasnya dengan mendustakan(nya).
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).
Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.