Surat Al-Mursalat Ayat 30
QS. Al-Mursalat: 30 · Juz 29 · Makkiyah
ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ
Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).
Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang,
Baca dalam Surat Al-MursalatQS. Al-Mursalat: 30 · Juz 29 · Makkiyah
ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ
Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).
Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang,
Baca dalam Surat Al-MursalatPenjelasan ayat 29–34 sekaligus.
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴿ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴾ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴿ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴾ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴿ لَّا ظَلِيلٖ ﴾ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴿ وَلَا يُغۡنِي ﴾ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴿ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴾ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴾ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴿ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴾ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴿ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴾ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴿ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴾ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (2), qalqalah (1).
Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.
Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.