Surat Al-Qasas Ayat 55

QS. Al-Qasas: 55 · Juz 20 · Makkiyah

وَإِذَا سَمِعُواْ ٱللَّغۡوَ أَعۡرَضُواْ عَنۡهُ وَقَالُواْ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ لَا نَبۡتَغِي ٱلۡجَٰهِلِينَ

Wa iżā sami‘ul-lagwa a‘raḍū ‘anhu wa qālū lanā a‘mālunā wa lakum a‘mālukum, salāmun ‘alaikum, lā nabtagil-jāhilīn(a).

Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".

Baca dalam Surat Al-Qasas

Tafsir QS. Al-Qasas: 55

Penjelasan ayat 52–55 sekaligus.

"Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka al-Kitab sebelum al-Qur`an, mereka beriman (pula) dengan al-Qur`an itu. Dan apabila dibacakan (al-Qur`an itu) kepada mereka, mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya; sesungguhnya al-Qur`an itu adalah suatu kebenaran dari Rabb kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang [Muslim].' Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka me-nolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka menginfakkan se-bagian dari harta yang Kami rizkikan kepada mereka. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka ber-paling darinya, dan mereka berkata, 'Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil'." (Al-Qashash: 52-55).

(52) Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keagungan al-Qur`an, kejernihan dan kebenarannya, dan bahwa sesungguhnya para ahli ilmu sebe-narnya mengetahuinya dan beriman kepadanya, mereka mengakui bahwa al-Qur`an itu haq (benar), seraya berfirman, ﴿ ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِهِۦ ﴾ "Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka al-Kitab sebelum al-Qur`an." Mereka adalah orang-orang ahli Taurat dan Injil yang tidak merubah dan tidak mengganti (Taurat dan Injil), ﴿ هُم بِهِۦ ﴾ "mereka kepadanya," maksudnya, kepada al-Qur`an dan nabi yang datang membawanya, ﴿ يُؤۡمِنُونَ ﴾ "beriman."

(53) ﴿ وَإِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ﴾ "Dan apabila dibacakan (al-Qur`an itu) kepada mereka," mereka mendengarnya dengan baik dan tunduk, dan ﴿ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّنَآ ﴾ "mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya, sesung-guhnya al-Qur`an itu adalah suatu kebenaran dari Rabb kami," karena ia sejalan dengan apa yang diajarkan oleh para rasul, dan sesuai dengan apa yang dijelaskan di dalam kitab-kitab suci (samawi), dan karena ia mencakup berita-berita yang benar, perintah-perintah dan larangan-larangan yang sesuai dengan tujuan hikmah. Merekalah orang-orang yang kesaksiannya berguna dan perkataannya ber-manfaat. Sebab mereka tidak mengatakan sesuatu yang mereka katakan melainkan berdasarkan ilmu dan pandangan yang benar, karena mereka adalah orang-orang yang ahli (banyak pengalaman) dan ahli kitab-kitab (terdahulu), sedangkan, penolakan dan penen-tangan selain mereka terhadap kebenaran tidak menunjukkan ada-nya syubhat (kerancuan pemikiran), apalagi berpatok pada hujjah. Sebab mereka, kalau tidak bodoh terhadapnya, maka mereka ber-pura-pura bodoh lagi menentang kebenaran. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ قُلۡ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوۡ لَا تُؤۡمِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦٓ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ يَخِرُّونَۤ لِلۡأَذۡقَانِۤ سُجَّدٗاۤ 107 ﴾ "Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengeta-huan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, niscaya mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud." (Al-Isra`: 107). Dan FirmanNya, ﴿ إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلِهِۦ مُسۡلِمِينَ ﴾ "Sesungguhnya kami sebe-lumnya adalah orang-orang [Muslim]." Oleh karena itu kami tetap berpegang teguh kepada iman yang telah dikaruniakan Allah ke-pada kami, maka kami membenarkan al-Qur`an ini, kami beriman kepada kitab suci yang pertama dan kitab suci yang terakhir, se-dangkan orang-orang selain kami, maka pendustaan mereka ter-hadap al-Qur`an ini telah membatalkan iman mereka kepada kitab sebelumnya.

(54) ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ ﴾ "Mereka itu," orang-orang yang beriman kepada dua kitab, ﴿ يُؤۡتَوۡنَ أَجۡرَهُم مَّرَّتَيۡنِ ﴾ "diberi pahala dua kali," yaitu pahala atas iman mereka kepada kitab yang terdahulu dan pahala atas iman kepada kitab yang terakhir, ﴿ بِمَا صَبَرُواْ ﴾ "disebabkan kesabaran mereka," dalam beriman dan tetap beramal. Mereka sama sekali dalam hal ini tidak pernah digoyahkan oleh suatu syubhat (pemikiran rancu) apa pun, dan kedudukan serta syahwat sama sekali tidak bisa menghalangi mereka untuk beriman, ﴿ و َ ﴾ "dan" di antara karakter mereka yang mulia, yang sebenarnya merupakan pengaruh iman mereka yang benar adalah bahwa sesungguhnya mereka﴿يَدْرَءُوْنَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ ﴾ "menolak kejahatan dengan kebaikan." Maksudnya, prinsip dan jalan hidup mereka adalah selalu berbuat kebaikan (ihsan) terhadap setiap orang, sampai kepada orang yang berbuat buruk kepada mereka, baik dengan perkataan ataupun perbuatan, malah mereka membalasnya dengan perkataan yang terpuji dan perbuat-an yang baik, karena pengetahuan mereka kepada akhlak (moral) yang sangat agung ini, dan mereka sadar bahwa tidak ada yang bisa membimbingnya ke sana kecuali Allah, Pemilik karunia yang sangat besar.

(55) ﴿ وَإِذَا سَمِعُواْ ٱللَّغۡوَ ﴾ "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang sia-sia" dari seorang jahil (bodoh) yang menegur mereka dengan ucapan sia-sia itu, ﴿ قَالُواْ ﴾ "mereka berkata" seperti yang dikatakan oleh ibâdurrahman, orang-orang yang berakal, ﴿ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ ﴾ "Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amalmu." Maksudnya, semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakannya sendiri, dia sama sekali tidak akan menanggung dosa orang lain sedikit pun. Konsekuensi semua itu adalah bahwa mereka berlepas diri dari apa saja yang dilakukan oleh orang-orang jahil (bodoh), seperti perbuatan sia-sia, batil dan perkataan yang tidak ada gunanya. ﴿ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ﴾ "Semoga kesejahteraan atas dirimu," maksudnya, kalian tidak akan mendengar dari kami selain kebaikan, dan kami tidak akan berbicara kepada kalian sesuai dengan tuntutan kebodohan kalian. Sebab, jika kalian rela dengan perbuatan tercela seperti ini, maka kami akan menjauhkan diri kami darinya, dan kami akan menjaga diri kami untuk terlibat di dalamnya, ﴿ لَا نَبۡتَغِي ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴾ "kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil," dari semua sisi.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Qasas: 55

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • نَبۡتَغِيب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini