Surat Al-Qasas Ayat 86

QS. Al-Qasas: 86 · Juz 20 · Makkiyah

وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ

Wa mā kunta tarjū ay yulqā ilaikal-kitābu illā raḥmatam mir rabbika falā takūnanna ẓahīral lil-kāfirīn(a).

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur`ān diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhan-mu sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

Baca dalam Surat Al-Qasas

Tafsir QS. Al-Qasas: 86

Penjelasan ayat 85–88 sekaligus.

"Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) al-Qur`an, benar-benar Dia akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah, 'Rabbku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata.' Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Qur`an ditu-runkan kepadamu, tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu, sebab itu janganlah kamu sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir. Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabbmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb. Janganlah kamu menyembah di samping (menyembah) Allah, tuhan-tuhan apa pun yang lain. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Al-Qashash: 85-88).

(85) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ ﴾ "Sesung-guhnya yang mewajibkan atasmu al-Qur`an," maksudnya, Dzat yang menurunkannya dan mewajibkan hukum-hukum yang ada di dalamnya, yang menjelaskan halal dan haram, dan yang meme-rintahmu menyampaikannya kepada seluruh manusia dan menye-rukan hukum-hukumnya kepada seluruh orang-orang mukallaf, sangatlah tidak selaras dengan hikmahNya kalau kehidupan ini hanyalah kehidupan dunia ini saja tanpa ada pemberian pahala kepada manusia dan tanpa pemberian sanksi. Akan tetapi Dia harus mengembalikanmu kepada tempat kembali di mana orang-orang yang berbuat baik akan diberi balasan atas kebaikan mereka dan orang-orang yang berbuat buruk (akan diberi balasan) sesuai dengan kemaksiatan mereka. Sesungguhnya kamu telah menjelaskan petunjuk (pedoman hidup) kepada mereka, dan kamu telah menerangkan jalan yang benar kepada mereka. Jika kalau mereka mengikutimu, maka itulah bagian dan kebahagiaan mereka. Dan kalau mereka enggan, me-lainkan (berbuat) durhaka terhadapmu dan melecehkan petunjuk yang kamu ajarkan serta lebih mengutamakan kebatilan yang ada pada mereka atas kebenaran, maka tidak ada lagi tempat untuk perdebatan, dan tidak ada lagi yang tersisa kecuali pemberian pem-balasan atas amal perbuatan dari Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang mewujudkan dan yang meniadakan. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴾ "Rabbku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata." Dan sudah diketahui bahwa RasulNya adalah yang berada di atas petunjuk lagi membimbing kepada pe-tunjuk, sedangkan para lawannya adalah orang-orang yang sesat lagi menyesatkan.

(86) ﴿ وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ ﴾ "Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Qur`an diturunkan kepadamu." Maksudnya, kamu tidak pernah mendambakan turunnya al-Qur`an kepadamu dan tidak pula bersiap-siap untuknya serta tidak pula menghadapinya, ﴿ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ ﴾ "tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu," kepadamu dan kepada umat manusia. Lalu Dia me-ngutusmu dengan Kitab al-Qur`an yang dengannya Dia merahmati semesta alam; dan Dia mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang belum mereka ketahui; Dia menyucikan mereka dan menga-jarkan kepada mereka al-Qur`an dan hikmah, walaupun sebelum-nya mereka benar-benar berada di dalam ﴿ ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴾ "kesesatan yang nyata." Kalau kamu sudah mengetahui bahwa Dia menurunkan al-Qur`an kepadamu sebagai rahmat dariNya, maka kamu mengetahui bahwa seluruh apa yang diperintahkanNya dan yang dilarangNya merupakan rahmat dan karunia dari Allah. Maka sebab itu jangan sekali-kali di dalam dadamu ada rasa keberatan terhadapnya, dan kamu mengira bahwa orang yang menyelisihinya itu lebih baik dan lebih bermanfaat. ﴿ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ ﴾ "Sebab itu janganlah kamu sekali-kali men-jadi penolong bagi orang-orang kafir." Maksudnya, menjadi penolong mereka atas kekafiran yang mereka anut. Di antara tindakan me-nolong mereka adalah ungkapan terhadap sebagian darinya, "Se-sungguhnya al-Qur`an itu berlawanan dengan hikmah, maslahat dan manfaatnya."

(87) ﴿ وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ ﴾ "Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu," akan tetapi sampaikanlah dan laksana-kanlah, dan janganlah kamu mempedulikan makar mereka dan jangan sekali-kali hal itu menipumu darinya, dan jangan kamu ikuti kemauan mereka, ﴿ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ ﴾ "dan serulah mereka kepada Rabbmu," maksudnya, jadikanlah dakwah kepada Tuhanmu sebagai puncak tujuanmu dan sebagai visi amalmu. Segala sesuatu yang menyelisihi hal itu, seperti riya`, sum'ah atau menyetujui kehendak ahli batil, maka tolaklah. Karena sesungguhnya hal itu bisa menye-babkan ikut serta bersama mereka dan membantu mereka atas kehendak yang mereka suka. Maka dari itu, Allah berfirman, ﴿ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴾ "Dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb," baik dalam kesyirikan mereka ataupun dalam sendi-sendi dan cabang-cabangnya, yang merupakan pe-ngumpul semua kemaksiatan.

(88) ﴿ وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ ﴾ "Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan-tuhan yang lain," akan tetapi tuluskanlah ibadahmu hanya kepada Allah, karena sesungguhnya ﴿ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ ﴾ "tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia," jadi, tidak ada seorang pun yang berhak dipertuhankan, dicintai dan disembah kecuali Allah, yang Mahasempurna lagi Mahakekal, yang ﴿ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ ﴾ "tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah." Kalau segala sesuatu itu binasa lagi sirna kecuali Dia, maka beribadah kepada yang binasa lagi palsu itu batil (kepalsuan) karena kebatilan tujuan dan kerusakan akhir kesudahannya. ﴿ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ ﴾ "BagiNya-lah segala penentuan," di dunia dan akhirat, ﴿ وَإِلَيۡهِ ﴾ "dan hanya kepadaNya-lah" bukan kepada selain Dia ﴿ تُرۡجَعُونَ ﴾ "kamu dikembalikan." Apabila sesuatu selain Allah itu batil (palsu) lagi binasa, sedangkan Allah, Dia-lah yang Mahakekal yang tiada sembahan yang haq kecuali Dia, dan kepunyaanNya keputusan di dunia dan akhirat, dan kepadaNya tempat kembali seluruh makh-luk untuk diberikan pembalasan atas amal perbuatan mereka, maka menjadi pasti atas orang yang mempunyai akal sehat untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan beramal melakukan apa saja yang dapat menjadikannya dekat kepadaNya dan mewaspadai murka dan siksaNya, serta khawatir menghadap kepadaNya dengan tidak bertaubat atau tidak berhenti dari kesalahan dan dosa-dosa.

Selesailah tafsir Surat al-Qashash. Segala puja, puji, dan keagungan hanya milik Allah selama-lamanya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Qasas: 86

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (4), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • كُنتَNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أَن يُلۡقَىٰٓNun mati bertemu ي
  • رَحۡمَةٗ مِّنTanwin bertemu م
  • مِّن رَّبِّكَۖNun mati bertemu ر
  • ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَTanwin bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • تَكُونَنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini