Surat Ali 'Imran Ayat 95

QS. Ali 'Imran: 95 · Juz 4 · Madaniyah

قُلۡ صَدَقَ ٱللَّهُۗ فَٱتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

Qul ṣadaqallāh(u), fattabi‘ū millata ibrāhīma ḥanīfā(n), wa mā kāna minal-musyrikīn(a).

Katakanlah, "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrāhīm yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

Baca dalam Surat Ali 'Imran

Tafsir QS. Ali 'Imran: 95

"Katakanlah, 'Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.' Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik." (Ali Imran: 95).

(95) Maksudnya; katakanlah, Mahabenar Allah dalam segala yang difirmankanNya dan siapakah yang lebih benar perkataan dan ucapannya daripada Allah? Dalam ayat ini telah dijelaskan tentang dalil benarnya kera-sulan Nabi Muhammad ﷺ, keterangan-keterangan yang jelas ten-tang dakwahnya dan batilnya apa yang diyakini oleh orang-orang yang menyimpang dari ahli Kitab yaitu orang-orang yang mendus-takan Rasulnya dan mereka menolak dakwahnya. Mahabenar Allah dalam perkara itu dan Dia telah meyakinkan hamba-hambaNya akan hal tersebut dengan bukti-bukti nyata yang jelas dan hujjah-hujjah yang kuat yang akan mengguncang gunung dan menun-dukkan orang-orang. Karena itu wajiblah bagi seluruh manusia pada saat itu untuk mengikuti ajaran Ibrahim, yaitu mengesakan Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, mempercayai seluruh Rasul yang diutus oleh Allah, dan setiap kitab yang diturunkan olehNya dan berpaling dari agama-agama yang batil dan menyim-pang. Karena sesungguhnya Ibrahim عليه السلام itu berpaling dari segala perkara yang bertentangan dengan tauhid dan berlepas diri (bara`) dari kesyirikan.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Ali 'Imran: 95

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: idgham (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • حَنِيفٗاۖ وَمَاTanwin bertemu و

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • إِبۡرَٰهِيمَب mati