Surat An-Naba' Ayat 5
QS. An-Naba': 5 · Juz 30 · Makkiyah
ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ
Ṡumma kallā saya‘lamūn(a).
kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.
Baca dalam Surat An-Naba'QS. An-Naba': 5 · Juz 30 · Makkiyah
ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ
Ṡumma kallā saya‘lamūn(a).
kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.
Baca dalam Surat An-Naba'Penjelasan ayat 1–5 sekaligus.
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴿ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴾ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴾ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴿ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴾ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴿ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴾ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).
Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.