Surat An-Nahl Ayat 32

QS. An-Nahl: 32 · Juz 14 · Makkiyah

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Allażīna tatawafāhumul-malā'ikatu ṭayyibīn(a), yaqūlūna salāmun ‘alaikumudkhulul-jannata bimā kuntum ta‘malūn(a).

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), "Salāmunʻalaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".

Baca dalam Surat An-Nahl

Tafsir QS. An-Nahl: 32

Penjelasan ayat 30–32 sekaligus.

"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, 'Apakah yang telah diturunkan oleh Rabbmu?' Mereka menjawab, '(Allah telah menurunkan) kebaikan.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. (Yaitu) Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikian-lah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), 'Semoga ke-selamatan terlimpahkan kepada kalian, masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan'." (An-Nahl: 30-32).

(30) Ketika Allah mengemukakan komentar orang-orang yang mendustakan risalah yang Allah turunkan, maka Allah me-nyebutkan ungkapan kaum muttaqin (orang-orang yang bertakwa), bahwa mereka mengakui dan menetapkan bahwa risalah yang di-turunkan oleh Allah merupakan anugerah besar dan kebaikan yang agung, yang Allah limpahkan kepada para hambaNya. Mereka menerima karunia itu, merengkuhnya dengan tulus dan kepatuhan, dan mereka mensyukurinya. Mereka menyadari kenikmatan itu dan mengaplikasikan ajarannya. ﴿ لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ﴾ "Orang-orang yang berbuat baik mendapat," mak-sudnya, di dalam beribadah kepada Allah, orang-orang yang ber-buat baik mendapatkan, ﴿ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۚ ﴾ "di dunia ini (pembalasan) yang baik," yaitu rizki yang lapang, kehidupan yang nyaman, keten-traman hati, dan rasa aman serta kebahagiaan. ﴿ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞۚ ﴾ "Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik," daripada kampung (dunia) ini dan seluruh isinya yang berupa kelezatan-kelezatan dan hal-hal yang mengasyikkan. Sesungguhnya kenikmatan dunia cuma sedikit, penuh dengan kerusakan, lagi bersifat terputus (fana). Ber-beda halnya dengan kenikmatan akhirat. Karena itu, Allah ber-firman, ﴿ وَلَنِعۡمَ دَارُ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴾ "Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa."

(31-32) ﴿ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ يَدۡخُلُونَهَا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ لَهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَۚ ﴾ "(Yaitu) Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang me-reka kehendaki," maksudnya apa pun yang mereka angan-angankan dan kehendak mereka telah terpaku dengannya, niscaya akan te-realisasikan bagi mereka dalam bentuk yang paling sempurna lagi lengkap. Tidaklah mereka mencari suatu jenis kenikmatan yang membekaskan kesenangan hati dan kebahagiaan jiwa melainkan pasti muncul di hadapan mereka. Oleh sebab itu, Allah memberi kepada para penghuni surga apa saja yang mereka idam-idamkan. Sampai-sampai Allah mengingatkan mereka sekian banyak kenik-matan yang tidak pernah terbetik dalam hati mereka. Mahaberkah Allah yang tiada penghujung bagi kemurahanNya dan tiada batas bagi kedermawananNya, yang tiada sesuatu pun yang serupa de-nganNya dalam sifat-sifat DzatNya, sifat-sifat perbuatanNya dan pengaruh-pengaruh sifat-sifat tersebut serta keagungan kepemilikan dan kerajaanNya. ﴿ كَذَٰلِكَ يَجۡزِي ٱللَّهُ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴾ "Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa," (yang memelihara diri) dari kemurkaan Allah dan siksaNya dengan cara mengerjakan ke-wajiban-kewajiban dan kefardhuan-kefardhuan yang Allah tetapkan pada mereka, yang berhubungan dengan hati, jasmani, dan lisan yang menjadi hak Allah dan hak sesama manusia, dan meninggal-kan hal-hal yang dilarang oleh Allah. ﴿ ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ﴾ "(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat," senantiasa menjaga ketakwaan mereka ﴿ طَيِّبِينَ ﴾ "dalam keadaan baik," maksudnya, suci dan menyucikan dari segala aib dan kotoran yang mengenai mereka dan menorehkan dampak buruk pada iman mereka. Hati mereka menjadi baik karena ma'rifatullah dan kecintaan kepadaNya, lisan-lisan mereka menjadi baik lantar-an mengingat Allah dan memujiNya, dan anggota tubuh mereka baik dengan ketaatan dan menghadapkan wajah kepadaNya. ﴿ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمُ ﴾ "Dengan mengatakan (kepada mereka), 'Semoga keselamatan tercurahkan kepada kalian'," maksudnya ucapan penghor-matan yang sempurna diperuntukkan bagi kalian dan keselamatan dari setiap gangguan. Sungguh, kalian telah bebas dari segala yang kalian benci. ﴿ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴾ "Masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan," dalam bentuk keiman-an kepada Allah, kepatuhan kepada perintahNya. Sesungguhnya amalan merupakan penyebab, materi dan asas untuk masuk surga dan selamat dari api neraka. Amalan itu bisa terlaksana bagi mereka atas dasar rahmat Allah dan karuniaNya, bukan atas daya dan ke-kuatan mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nahl: 32

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (1), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • كُنتُمۡNun mati bertemu ت

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلۡجَنَّةَNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱدۡخُلُواْد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini