Surat An-Nahl Ayat 49

QS. An-Nahl: 49 · Juz 14 · Makkiyah

وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن دَآبَّةٖ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ

Wa lillāhi yasjudu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi min dābbatiw wal-malā'ikatu wa hum yastakbirūn(a).

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

Baca dalam Surat An-Nahl

Tafsir QS. An-Nahl: 49

Penjelasan ayat 48–50 sekaligus.

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kepada segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, se-dang mereka berendah diri. Dan kepada Allah sajalah bersujud se-gala sesuatu yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Rabb mereka yang ber-kuasa atas mereka, dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)." (An-Nahl: 48-50).

(48) Allah تعالى berfirman, ﴿ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ ﴾ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan," yaitu orang-orang yang dilanda keraguan tentang keesaan Rabb mereka, dan keagungan serta kesempurnaanNya, ﴿ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءٖ ﴾ "kepada segala sesuatu yang telah diciptakan Allah," maksudnya, kepada seluruh makhlukNya dan bagaimana bayangan-nya berbolak-balik, ﴿ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدٗا لِّلَّهِ ﴾ "ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah," maksudnya semua bersujud kepada Rabbnya, tunduk kepada keagungan dan kebesaranNya, ﴿ وَهُمۡ دَٰخِرُونَ ﴾ "sedang mereka berendah diri," maksudnya, dalam keadaan hina-dina, berada di bawah pengendalian, pengaturan dan kekuatan-(Nya). Tiada seorang pun dari mereka kecuali ubun-ubunnya ber-ada di Tangan Allah, dan pengaturannya berada di sisiNya.

(49) ﴿ وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن دَآبَّةٖ ﴾ "Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi," dari bangsa makhluk yang bisa berkomunikasi mau-pun yang tidak bisa berbicara, ﴿ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ﴾ "dan (juga) para malaikat," yang mulia. Allah menyebutkan mereka secara khusus setelah kon-teks yang umum, lantaran keutamaan dan kemuliaan serta tinggi-nya intensitas ibadah mereka. Karena itu, Allah berfirman, ﴿ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴾ "sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri," dari ber-ibadah kepadaNya, meski mereka berjumlah banyak, berakhlak agung dan berkekuatan (penuh), ﴿ لَّن يَسۡتَنكِفَ ٱلۡمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبۡدٗا لِّلَّهِ وَلَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ٱلۡمُقَرَّبُونَۚ وَمَن يَسۡتَنكِفۡ عَنۡ عِبَادَتِهِۦ وَيَسۡتَكۡبِرۡ فَسَيَحۡشُرُهُمۡ إِلَيۡهِ جَمِيعٗا 172 ﴾ "Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan be-gitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barangsiapa enggan menyembahNya dan menyombongkan diri, maka Allah akan me-ngumpulkan mereka semua kepadaNya." (An-Nisa`: 172).

(50) ﴿ يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ﴾ "Mereka takut kepada Rabb mereka yang berkuasa atas mereka." Setelah Allah menyanjung mereka atas banyak-nya amalan ketaatan mereka dan ketundukan mereka kepada Allah, maka Allah juga memuji mereka atas rasa takut mereka kepada Allah yang berada di atas mereka, dengan DzatNya, kekuasaanNya dan kesempurnaan sifat-sifatNya. Mereka itu makhluk-makhluk lemah di bawah kekuasaanNya. ﴿ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ۩ ﴾ "Dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)," maksudnya apa pun yang Allah تعالى perintahkan kepada mereka, maka mereka menaati pe-rintahNya, dengan kerelaan dan kemauan sendiri. Dan sujud para makhluk pada Allah تعالى terbagi menjadi dua: Sujud terpaksa dan tunduk atas sifat-sifat kesempurnaanNya. Sujud jenis ini bersifat umum, mencakup seluruh makhluk, baik seorang Mukmin maupun kafir, orang baik dan jelek, makhluk yang ber-bicara atau tidak. Dan (kedua) sujud (dengan kerelaan) berdasar-kan pilihannya, yang khusus terjadi pada wali-waliNya dan hamba-hambaNya yang beriman dari kalangan malaikat dan makhluk lainnya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nahl: 49

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن دَآبَّةٖNun mati bertemu د

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • دَآبَّةٖ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُTanwin bertemu و

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini