Surat An-Nahl Ayat 54

QS. An-Nahl: 54 · Juz 14 · Makkiyah

ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمۡ إِذَا فَرِيقٞ مِّنكُم بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُونَ

Ṡumma iżā kasyafaḍ-ḍurra ‘ankum iżā farīqum minkum birabbihim yusyrikūn(a).

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebagian daripada kamu mempersekutukan Tuhan-nya dengan (yang lain),

Baca dalam Surat An-Nahl

Tafsir QS. An-Nahl: 54

Penjelasan ayat 51–55 sekaligus.

"Allah berfirman, 'Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepadaKu saja kamu takut. Dan kepunyaanNya-lah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan untukNya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), kemudian bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepadaNya-lah kamu meminta pertolongan. Kemu-dian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu darimu, tiba-tiba sebahagian darimu mempersekutukan Rabbnya dengan (yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya)'." (An-Nahl: 51-55).

(51) Allah تعالى memerintahkan (para makhluk) untuk beriba-dah kepadaNya saja, tiada sekutu bagiNya. Dia menunjukkan bukti petunjuk dengan kemampuanNya mencurahkan kenikmatan sendirian (tanpa bantuan orang lain) dan (keesaanNya). Lalu Allah berfirman, ﴿ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَٰهَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ ﴾ "Janganlah kamu menyembah dua tuhan," maksudnya engkau menjadikan sekutu bagiNya dalam uluhiyah-Nya, padahal, ﴿ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ ﴾ "sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa," esa dalam sifat-sifat keagunganNya dan tunggal dengan semua perbuatanNya. Sebagaimana Dia Esa dalam DzatNya, nama-nama dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatanNya, maka esakanlah Dia dalam ibadah. Karena itu, Allah berfirman, ﴿ فَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ ﴾ "Maka hendak-lah kepadaKu saja kamu takut." Maksudnya, takutlah kepadaKu, taati-lah perintahKu, jauhilah laranganKu, tanpa menyekutukanKu de-ngan suatu makhluk pun, karena ia semuanya adalah makhlukKu

(52) ﴿ وَلَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًاۚ ﴾ "Dan kepunyaanNya-lah segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan untukNya-lah ketaatan itu se-lama-lamanya," maksudnya agama, ibadah, perendahan diri di se-luruh waktu adalah bagi Allah semata. Kewajiban para makhluk untuk memurnikannya bagi Allah, dan tenggelam dalam berubudi-yah kepadaNya. ﴿ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ ﴾ "Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah," dari kalangan penghuni bumi atau penghuni langit. Sesungguhnya mereka itu tidak memegang kendali bahaya dan kemanfaatan bagi kalian. Allah-lah, satu-satunya Dzat yang memberi dan mencurahkan kebaikan.

(53) ﴿ وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٖ ﴾ "Dan apa saja nikmat yang ada padamu," nikmat lahiriah ataupun batiniah, ﴿ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ﴾ "maka dari Allah-lah (da-tangnya)," tiada seorang pun yang menyertai Allah di dalamnya, ﴿ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ ﴾ "kemudian bila kamu ditimpa oleh kemudaratan," baik berupa kemiskinan, penyakit, dan keadaan yang menyulitkan, ﴿ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ ﴾ "maka hanya kepadaNya-lah kamu meminta pertolongan," maksudnya mendengung-dengungkan doa dan permohonan, karena kalian mengetahui, bahwa tidak ada yang sanggup menyingkirkan keburukan dan kesengsaraan selain Dia. Dia-lah satu-satunya Dzat yang memegang kendali pencurahan karunia kepada kalian berupa apa saja yang kalian inginkan, dan membelokkan apa saja yang kalian benci. Dia-lah Dzat yang tidak sepatutnya ibadah dikerjakan kecuali diarahkan kepadaNya.

(54-55) Namun, kebanyakan orang masih berbuat aniaya kepada diri sendiri dan mengingkari nikmat Allah pada mereka, bila telah diselamatkan oleh Allah dari kondisi buruk mereka. Lalu ketika dalam suasana kegembiraan, mereka menjadi orang-orang yang menyekutukan Allah dengan sebagian makhluk yang tiada punya apa-apa. Untuk itu Allah berfirman, ﴿ لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡۚ ﴾ "Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka," mak-sudnya sesuatu yang Kami berikan kepada mereka di mana kami menyelamatkan mereka dari kesengsaraan dan membebaskan mereka dari kesulitan, ﴿ فَتَمَتَّعُواْ ﴾ "maka bersenang-senanglah kamu," sejenak di dunia kalian, ﴿ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴾ "Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya)," yaitu akibat kekufuran mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nahl: 54

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (3), idgham (1), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • عَنكُمۡNun mati bertemu ك
  • مِّنكُمNun mati bertemu ك
  • مِّنكُم بِرَبِّهِمۡMim mati bertemu ب

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • فَرِيقٞ مِّنكُمTanwin bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ثُمَّMim bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini