Surat An-Nahl Ayat 71

QS. An-Nahl: 71 · Juz 14 · Makkiyah

وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ فِي ٱلرِّزۡقِۚ فَمَا ٱلَّذِينَ فُضِّلُواْ بِرَآدِّي رِزۡقِهِمۡ عَلَىٰ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَهُمۡ فِيهِ سَوَآءٌۚ أَفَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ

Wallāhu faḍḍala ba‘ḍakum ‘alā ba‘ḍin fir-rizq(i), famal-lażīna fuḍḍilū birāddī rizqihim ‘alā mā malakat aimānuhum fahum fīhi sawā'un afa bini‘matillāhi yajḥadūn(a).

Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?

Baca dalam Surat An-Nahl

Tafsir QS. An-Nahl: 71

"Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rizki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rizkinya itu) tidak mau memberikan rizki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rizki itu. Maka me-ngapa mereka mengingkari nikmat Allah?" (An-Nahl: 71).

(71) Ini bagian dari dalil-dalil tauhid dan buruknya syirik kepada Allah. Allah berfirman, sebagaimana kalian sama dengan yang lain, makhluk ciptaan dan mendapat kucuran rizki. Hanya saja, Allah تعالى ﴿ فَضَّلَ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ فِي ٱلرِّزۡقِۚ ﴾ "melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rizki," Dia menjadikan sebagian kalian orang-orang yang merdeka, mempunyai uang dan harta. Sebagian lagi, budak belian, tidak memiliki hak milik terhadap dunia sedikit pun. Sebagaimana para tuan yang telah Kami utamakan atas mereka dengan (kucuran) rizki, (tapi) mereka itu tidak mau, ﴿ بِرَآدِّي رِزۡقِهِمۡ عَلَىٰ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَهُمۡ فِيهِ سَوَآءٌۚ ﴾ "memberikan rizki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rizki itu," para tuan itu memandang santunan ini termasuk perkara yang dilarang. Maka, begitu pula, makhluk yang engkau sekutukan bersama Allah, karena ia hanyalah budak, tidak memegang kendali kerajaan sebesar biji dzarrah sekali pun. Mengapa kalian menjadikannya sebagai seku-tu-sekutu bagi Allah تعالى? Tidaklah perbuatan itu melainkan termasuk kezhaliman yang paling besar dan pengingkaran terhadap kenik-matan-kenikmatan Allah. Oleh sebab itu, Allah berfirman, ﴿ أَفَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ ﴾ "Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?," Seki-ranya mereka itu mau mengakui nikmat Allah dan menisbatkan-nya kepada Dzat yang memberikannya, niscaya mereka tidak akan menyekutukan sesuatu pun dengan Allah.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nahl: 71

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • بَعۡضٖ فِيTanwin bertemu ف

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَجۡحَدُونَج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini