Surat An-Nahl Ayat 87

QS. An-Nahl: 87 · Juz 14 · Makkiyah

وَأَلۡقَوۡاْ إِلَى ٱللَّهِ يَوۡمَئِذٍ ٱلسَّلَمَۖ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ

Wa alqau ilallāhi yauma'iżinis-salama wa ḍalla ‘anhum mā kānū yaftarūn(a).

Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.

Baca dalam Surat An-Nahl

Tafsir QS. An-Nahl: 87

Penjelasan ayat 84–87 sekaligus.

"Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri), dan tidak (pula) me-reka dibolehkan meminta maaf. Dan apabila orang-orang zhalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh. Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu me-reka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang mereka dahulu kami sembah selain dariMu.' Lalu seku-tu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang dusta.' Dan mereka menyatakan ketunduk-annya kepada Allah pada hari itu, dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan." (An-Nahl: 84-87).

(84-85) Allah تعالى mengabarkan mengenai kondisi orang-orang kafir di Hari Kiamat, dan bahwa dalih alasan tidak diterima dari mereka dan tidak (pula) dihilangkan hukuman dari mereka, para sekutu mereka berlepas diri dari mereka (para penyembahnya) dan mengakui bahwa mereka berbuat kekufuran dan mengadakan kedustaan kepada Allah. Allah berfirman, ﴿ وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا ﴾ "Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul)," yang akan bersaksi atas mereka terhadap amal perbuatan mereka, dan apakah jawaban yang mereka sampaikan terhadap penyeru kepada hidayah. Saksi tersebut yang Allah bang-kitkan adalah saksi yang terbersih lagi paling adil. Mereka itu ada-lah para rasul yang bila telah mengeluarkan persaksian mereka, maka jatuhlah keputusan atas orang-orang kafir tersebut. ﴿ ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴾ "Kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir," untuk mengajukan alasan. Sebab pengajuan alasan pasca mereka mengetahui kebatilan keyakinan yang mereka pegangi, merupakan alasan yang dusta, tiada berguna bagi mereka sama sekali. Seandainya mereka meminta untuk (diberi kesempatan) kem-bali ke dunia lagi, untuk mengoreksi diri, niscaya tidak akan di-kabulkan dan tidak diberi masa penundaan. Akan tetapi, siksa yang dahsyat akan segera menghampiri mereka, tidak diringankan atas mereka, tanpa ada masa penungguan maupun penangguhan sejak pertama kali mereka melihat siksa itu. Karena mereka tidak mem-punyai kebaikan. Amal perbuatan (buruk) mereka akan dihitung. Mereka disuruh berdiri mempertanggungjawabkan amalan-amalan-nya, (disebutkan satu-persatu) agar mereka dibuat mengakuinya lalu dipermalukan.

(86) ﴿ وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ شُرَكَآءَهُمۡ ﴾ "Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka," pada Hari Kiamat, dan mereka menyadari kebatilannya, tanpa mampu meng-ingkarinya, ﴿ قَالُواْ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ شُرَكَآؤُنَا ٱلَّذِينَ كُنَّا نَدۡعُواْ مِن دُونِكَۖ ﴾ "mereka berkata, 'Ya Rabb kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang mereka dahulu kami sembah selain dariMu'." Mereka itu tidak mempunyai keman-faatan dan bantuan pertolongan. Mereka mengisyaratkan pada (aspek) kebatilannya dan mengingkarinya. Mulailah benih kebencian dan permusuhan antara mereka dan sekutu-sekutu itu. ﴿ فَأَلۡقَوۡاْ إِلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلَ ﴾ "Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka," maksud-nya para sekutu itu pun membantah perkataan mereka, dan berkata kepada mereka, ﴿ إِنَّكُمۡ لَكَٰذِبُونَ ﴾ "Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang dusta," lantaran menjadikan kami sebagai sekutu bagi Allah dan menyembah kami bersamaNya. Kami tidak pernah me-nyuruh kalian untuk melakukannya, dan kami pun tidak pernah mengklaim bahwa kami pantas menyandang uluhiyah. Celaan itu hanya tertuju pada kalian (saja).

(87) Pada saat itulah, mereka pasrah kepada Allah, tunduk terhadap keputusanNya, meyakini bahwa mereka pantas menerima siksa ﴿ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴾ "dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan," maksudnya mereka masuk neraka, dalam ke-adaan hati mereka tersesak kegeraman terhadap diri sendiri, dan sarat dengan pujian kepada Rabb mereka, dan bahwa Dia tidak menghukum kecuali disebabkan perbuatan mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nahl: 87

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • عَنۡهُم مَّاMim mati bertemu م

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini